
Dentingan sendok dan garpu menghiasi heningnya meja makan yang teramat sangat luas itu
Tak ada yang membuka pembicaraan sama sekali, entah memang karena peraturan atau mungkin karena aura dingin dari orang yang sedang makan
Ralat.... hanya dua pria saja yang beraura dingin jauh berbeda dengan wanita dan seorang gadis yang tengah makan dengan anggunnya
Xiao lie sendiri sebenarnya cukup tertekan dengan suasana saat ini, biasanya ia akan makan beramai-ramai dengan pegawainya dan diiringi canda tawa tidak seperti ini
Apalagi dengan makanan dan suasana yang berbeda, padahal mempelajari segala sesuatu di jaman ini cukup menyita waktunya tapi sekarang lihatlah.....
Ia seperti dihadapkan dengan situasi kerajaan Eropa kuno.... berikut dengan bahasa dan orang-orangnya
Untung saja otaknya cukup pintar kalau tidak habislah sudah....
Setelah acara makan malam selesai, kini ia kembali dihadapkan dengan situasi tegang
Dimana ia harus berhadapan langsung dengan penguasa westland, pria paruh baya yang sangat tampan dan gagah mirip dengan pria dia sebelahnya.....eh tunggu dulu
Xiao lie bolak balik menatap wajah kaisar dan Kevin bergantian, wajah tampan Kevin kini tak tertutup topeng lagi karena tengah berada di ruangan tertutup
Tapi hal itu justru membuat Xiao lie bingung setengah mati
Bagaimana bisa wajah pria disampingnya sama persis dengan penguasa westland
Sedikit perbedaan diantara mereka berdua tapi itu sangatlah kecil
" Ini.....ini mataku yang sakit atau bagaimana ya?" gumam xiao lie seraya mengucek matanya berulang-ulang
" Jangan begitu nanti kamu terluka....
Maaf tak berbicara jujur dari awal, namaku Kevin xu tak ada yang berbeda dengan namaku diluaran sana
Hanya saja statusku disini sebagai putra dari penguasa westland atau bisa dibilang calon penerus yang pernah kamu bicarakan waktu itu
Kuharap pertemanan kita tak berubah karena hal ini"
Xiao lie terdiam linglung, entah kenapa hatinya merasa sedih mengetahui kalau ia sudah dibohongi
Ingin rasanya menyangkal tapi melihat tak ada bantahan dari dua orang di depannya ia kembali menelan bulat-bulat kekecewaannya
" Dasar anak nakal, kau membuat gadismu sedih"
Kevin yang mendengar omelan ibundanya hanya bisa pasrah apalagi melihat gadisnya yang masih terdiam
" Kesampingkan masalah pribadi kalian, sekarang katakan padaku apa tujuanmu datang kesini?" ucap kaisar dengan nada dinginnya
" Sebelumnya maaf atas ketidaksopanan dan ketidaktahuan saya yang mulia
Mungkin putra anda sudah menjelaskannya kepada anda, saya menginginkan bantuan westland untuk menaklukkan Neverland" jawab Xiao lie lugas
__ADS_1
" Kami paham dan tau betul permasalahan mu nak, tapi kami tak pernah memulai ataupun mencari masalah dengan dunia luar
Mungkin kami tak bisa membantumu....." saut permaisuri
" Apa... kenapa? bukankah westland memegang teguh keadilan
Apa hanya karena kedzaliman itu terjadi jauh di luaran sana kalian tak mau membantu dan tetap tutup mata" cerca Xiao lie melupakan dengan siapa saat ini berbicara
" Lancang....siapa kau berani.."
" Ayah hentikan" ucap Kevin mengehentikan ayahnya yang sebentar lagi akan mengeluarkan kata-kata pedasnya
" Dan kamu, kamu tak seharusnya berbicara seperti itu kepada orang yang jelas jelas kedudukannya jauh lebih tinggi
Kamu....."
" Maaf....."
Ucapan Kevin berhenti begitu melihat gadisnya membungkuk kepada kedua orangtuanya dan meminta maaf
" Maaf saya bertindak impulsif, mohon yang mulia berkenan memaafkan ucapan lancang saya"
" Nak bukan begitu maksud kami, kami hanya"
" Saya mengerti permaisuri saya tak seharusnya memaksakan kehendak, maaf membuat waktu kalian terbuang sia-sia
Dan terimakasih sudah mau menerima saya di istana ini.....saya mohon undur diri"
Dengan mata memerah dan berkaca-kaca ia berjalan menyusuri koridor yang ia lalui tadi
Tak ia hiraukan sapaan dari Josh dan William yang berjaga di depan pintu aula
Saat ini ia hanya ingin menenangkan dirinya
Sejak saat ia datang ke dunia ini, tak pernah sekalipun ia merasakan perasaan hina dan tercampakkan seperti ini
Walaupun ia pernah ditinggal oleh orang yang ia sayang tapi tak sebegitu menyakitkan seperti ini
Rasanya seperti mau mati untuk kedua kalinya saja....
Mungkin ia terlalu sombong karena bisa melakukan apapun yang ia mau
Tapi ia melupakan kodrat alam yang berkata bahwa diatas langit masih ada langit.....
Sesampainya ia di kamar, ia langsung mengunci pintu dan berdiam diri di atas tempat tidur
Ingin pulang tapi tak tau jalan, jadi mau tak mau ia harus bertemu dengan Kevin lagi atau mungkin sekarang ia harus memanggilnya yang mulia putra mahkota begitu
Astag menggelikan sekali..... kenapa aku harus terus menerus disakiti oleh pria yang berlabel putra mahkota?
__ADS_1
Mungkin setelah masalahku selesai aku akan tinggal disebuah desa kecil saja dengan orang yang kucintai dan mencintaiku
Baru saja membaringkan tubuhnya kini pintu kamarnya digedor dengan heboh
Tak perlu main tebak-tebakan untuk mengetahui siapa pelaku penggedoran pintu itu
Sudah pasti putra mahkota tersembunyi..... siapa lagi yang berani bertingkah seenaknya di kawasan yang baru ia ketahui adalah kawasan terlarang milik calon penerus
" Bukankah tak pantas seorang pria lajang mengganggu tidur seorang gadis?" tanya xiao lie
" Maaf aku tak bermaksud mengganggu, aku hanya....."
" Its okay tak masalah, penolakan kaisar tadi tak ada hubungannya denganmu jadi kamu tak perlu merasa tak enak hati
Tapi untuk bersikap seperti biasanya itu sangatlah tak mungkin lagi yang mulia, kaum rendahan seperti saya tak bisa mentolerir sikap seperti itu
Dan jika kita berbicara sebagai seorang teman.... jujur saja aku kecewa padamu
Apa kamu menganggap ku akan memanfaatkan statusmu untuk kepentingan pribadi?
Tidak, dari awal sudah kutegaskan di jalan mana aku akan bersikap
Jika kamu berbicara denganku sebagai partner bisnis aku akan menanggapinya sebagai seorang partner
Jika kamu berbicara sebagai seorang teman aku juga akan memposisikan diriku sebagai teman untukmu
Tapi sekarang aku tak tau harus bicara padamu sebagai apa, disaat kamu sendiri menutup diri dan membangun tembok pembatas yang tak bisa ku lalui......"
" Maafkan aku, bisakah kamu memberiku waktu untuk berbicara?" pinta Kevin seraya menatapnya sendu
" Untuk saat ini tidak, besok pagi aku mau pulang
Kalau kamu masih disini, cukup antarkan aku keluar istana saja selebihnya aku akan pulang sendiri"
" Aku akan mengantarmu, tapi mau ya bertemu bundaku terlebih dahulu
Mereka tak bermaksud berbicara seperti itu hanya saja ayahku memang sedikit kasar saat berbicara tapi aslinya tidak sama sekali
Aku jamin pasti....."
" Maafkan saya yang mulia, saya harus segera pulang.....
Saya hanya diberi waktu satu minggu oleh Gege, perjalanan menuju istana memakan waktu nyaris tiga hari jadi besok pagi saya harus bergegas pulang"
" Kamu bilang tak marah tapi...... sudahlah, aku akan mengantarmu besok pagi
Istirahatlah lebih awal..... ucap Kevin seraya menepuk puncak kepala gadisnya pelan
Dibalik wajah datarnya tersimpan rasa takut kecewa dan ketakutan yang teramat sangat, tapi ia menyembunyikan nya dengan baik
__ADS_1
Tapi hal itu tak bisa membohongi mata gadis pujaannya yang kini tengah menyelami pikirannya lewat tatapan mata mereka
****