Love In The Palace

Love In The Palace
Chapter 6


__ADS_3

" Ini semua karena kamu, kamu pasti bahagia bukan? Karena kematian dia kamu bisa menjadi putri mahkota, Hey Myung Hwa dengarkan aku baik-baik kamu akanku pastikan menderita karena posisi yang kamu inginkan itu. Aku tidak akan pernah mau menyentuhmu aku akan sangat membencimu kamu akan sangat menyesal karena menikah dengankan itu! " Seru putra mahkota dan meninggalkan myung hwa sendiri dengan tangisan sedangkan gongju sudah disuruh oleh putra mahkota untuk pergi.


Myung Hwa benar - benar tidak menyangka bagaimana sejabin bisa meninggal di saat dia ada disana, dia menghembuskan nafas berat sepertinya pernikahannya nanti hanya akan membuatnya sedih belum menikah saja dia sudah diancam seperti itu, apa lagi setelah menikah nanti dia tak tau apa yang akan terjadi padanya.


Pernikahan kerajaan akhirnya dilaksanakan perasaan putra mahkota sangat sedih dia hanya diam dan tersenyum sinis dia tidak akan pernah mau menikah dengan perempuan itu, tapi sepertinya perempuan itu banyak sekali yang menyukainya bahkan daebimama yang jarang menyukai seseorang saja menyukai dia, ini membuat seja sangat kesal.


Dia hanya melihat hujan yang turun membasahi pipinya . Dalam hati dia berkata kau akan ku buat menderita, lihat saja saat kita naik tahta nanti akan ku buat kau kesepian seumur hidupmu. Ucapnya dalam hati sambil menyeringai. ( sumpah kok aku ngeri ya nulisnya, bayangin aja kalau punya suami kayak raja sukjong beh. Nggak bakal bisa hidup tenang, okey abaikan kata - kata aku ini ya)


8 tahun kemudian

__ADS_1


Istana dalam sangat sibuk ,para dayang - dayang istana sibuk mondar - mandir untuk mengerjakan tugas mereka masing - masing, di pagi yang cerah itu ratu myung hwa bangun dari tidurnya. Ratu myunghwa


Terlahir sangat cantik, disaat remaja kecantikaanya belum terlalu terlihat tapi saat dia dewasa kecantikan gadis itu sangat membuat perempuan manapun iri, bahkan mungkin jika dia tidak menjadi ratu banyak sekali laki - laki dari bangsawan yang akan meminangnya tapi sayangnya dia sudah menjadi seorang ratu. dia seorang ratu yang terkenal akan kecantikannya. dia tidak bangga akan itu untuk apa cantik jika hanya di jadikan istri pajangan, dia sungguh sangat sedih mengingat itu.


Rambut hitamnya yang mengkilat dan lembut tanpa diberi apapun, bibir yang merah menggoda tampak menantang, pipi semerah buah cherry yang menghiasi pipinya tanpa polesan apapun, tubuh yang tinggi dan berisi, semua yang ada di tubuhnya membuat siapapun akan berpaling dua kali jika melihatnya tapi ada satu orang yang sangat tidak peduli dengan kehadirannya yang akan memberikan tatapan super datar dan dingin jika menyangkut dia.


Dan itu membuat dia menyesal karena apa. Percuma mempunyai itu semua jika pada akhirnya orang yang dia sukai hanya mengangapnya angin yang terhembus oleh hujan dan lenyap tak berbekas, itu membuatnya sedih, Sangat sedih.


Tanpa aba-aba *jusang*cheonha memaksa dirinya untuk mengangkat seorang selir yang lebih membuatnya sangat kesal dan marah dihatinya karena cheonha meminta 3 selir, tidak bisakah dia menunggu sekitar 1 atau 2 tahun lagi , tapi cheonha malah menyuruh dia untuk mengambil selir tepat sebelum 1 bulan pengangkatannya saat mendengar itu dia sangat syok.

__ADS_1


Belum lagi kandidat yang harus dipilih yang mulia adalah Choi In Sook seseorang yang paling dihindarinya. Myung Hwa sangat kesal akan hal itu rasanya dia ingin sekali menangis tapi apa yang dilakukan nya sungguh tak sesuai keinginannya. Dia ingat sekali apa yang mereka katakan saat itu.


Saat itu jusang cheonha datang kekediamannya untuk pertama kalinya karena selama dia menjadi putri mahkota , cheonha sangat tidak mau mengunjunginya, dia sangat senang saat itu dia menyiapkan teh bunga krisan dan beberapa cemilan. Saat pengumuman kedatanganya dia buru-buru berdiri dan memberi hormat pada suaminya itu.


" Oh melihatmu tersenyum begitu mekar Sepertinya suasana hatimu sangat bahagia bukan? Apa karena aku mengunjungimu ??? " ucapnya sambil tersenyum manis. Tapi saat melihat myung hwa ingin menjawab, dia buru-buru menyela.


" Jung jeong seharusnya tidak perlu sampai seperti ini jung jeong, kamu sendiri mengerti aku datang kepadamu hanya jika aku memerlukan bantuanmu. Dan jika tidak ada yang kubutuhkan aku tidak akan Pernah mau datang kesini!!! Seharusnya kau tau itu lebih baik dari siapa pun istriku." Ucapnya menyeringai kejam


Myung Hwa yang mendengar perkataan itu hanya mampu meremas Chima yang dipakainya ya kata-kata seperti itu adalah makanan kesehariannya dia hanya membalas dengan senyum dinginnya.

__ADS_1


" Saya sangat mengerti sifat anda yang hanya akan datang jika anda memerlukan bantuanku, tapi tidakkah sebelum itu cicipi dulu makanan dan minuman yang saya sajikan ini saya yakin anda akan sangat menyukainya. Dan lagi pula ada keperluan apa anda mengunjungi kediaman saya yang kecil ini?" balasnya tersenyum dingin.


Mendengar itu sang raja mengeluarkan smirknya, melihat itu Myung Hwa mengerti permintaan itu pasti tidak menyenangkan.


__ADS_2