
Xiao lie kini tengah bersiap untuk kunjungan nya keistana, ia membawa keranjang kecil berisi kue kering yang ia buat sendiri untuk putra mahkota
Seperti biasa ia berangkat bersama Feng ran dan dua pengawal pribadi Feng ran
Tapi bedanya kini ia menggunakan kereta kuda
Sesampainya di istana Xiao lie tak langsung pergi menuju istana timur karena putra mahkota sedang tak berada di tempat. Ia menunggu putra mahkota di danau dekat aula utama istana
Belum saja sampai di danau Xiao lie sudah mendapatkan sial
Entah kapan dan darimana tiba-tiba saja tubuhnya ditabrak dengan keras oleh seseorang sampai sampai keranjang yang ia pegang terlempar dan isinya jauh berserakan
Begitu Xiao lie berdiri dengan dibantu Feng ran, xiao lie melihat pelaku penabrakannya
Dan lagi lagi Xiao lie merasa heran, bukannya minta maaf gadis di depannya ini malah melihatnya saja seakan akan tak memiliki dosa
Yang jelas xiao lie melihat perempuan di depannya ini benar benar bermuka dua
Bisikan bisikan pelayan mulai terdengar riuh apalagi saat melihat rombongan putra mahkota
Mereka semakin memasang telinga mereka dengan sebaik-baiknya
" Ada apa ini ?" tanya Xuan Yi
Saat xiao lie akan menjawab Sun Jian dengan terburu-buru langsung bersujud di depan putra mahkota " maafkan saya yang mulia, saya tak sengaja menabrak nona xiao lie, sungguh saya minta maaf"
Xuan Yi segera saja memegang pundak Sun Jian dan menyuruhnya berdiri
" Sudahlah lilie dia hanya pelayan biasa tak usah marah dan di perpanjang lagi ya"
Xiao lie berdecih sinis melihat dua manusia di depannya
" Kau percaya padanya yang mulia putra mahkota?" tanya Xiao lie dingin
Xuan Yi terkejut sesaat melihat tatapan dingin dari gadisnya apa ia salah lagi?
" Bukan begitu lilie, aku hanya....."
" Hanya apa? apa aku marah, apa kau melihat aku mempermasalahkannya?
Bahkan sedari tadi aku hanya berdiam diri saat gadis ini dengan tak jelasnya menabrak ku"
" Tidak yang mulia, saya tak sengaja menabrak nona xiao lie sungguh yang mulia" saut Sun Jian
" Kenapa kau tak minta maaf padaku, kau mempunyai waktu cukup lama tadi saat menatapku" Ucapan Xiao lie membuat Sun Jian semakin menunduk dan mengeluarkan Isak tangis buayanya
" Lilie....." Xuan Yi memanggil xiao lie dengan lembut tapi tidak dengan raut wajahnya yang tampak mengingatkan xiao lie untuk tidak keterlaluan
__ADS_1
Xiao lie terkekeh kecil melihatnya, padahal baru beberapa hari putra mahkota ini tersenyum bahagia karena bisa mengikatnya
Tapi sekarang jiwa labilnya muncul lagi
" Baiklah sampaikan salam ku untuk kaisar dan permaisuri, aku sibuk dan harus segera pergi"
Xiao lie pun. pergi tanpa mengindahkan panggilan dari putra mahkota lagi
Feng ran menatap nonanya yang tengah sibuk menggambar sketsa perhiasan di dalam kereta kuda
Ia bingung kenapa nonanya hanya diam saja saat ditindas seperti itu, bukan nonanya sama sekali pikir Feng ran
" Ada apa jiejie ?" tanya Feng ran tanpa mengalihkan perhatiannya dari buku sketsanya
" Kenapa tadi nona tak melawan ?"
" Bukankah tadi itu sangat bagus jiejie, putra mahkota itu pribadinya labil dan muda terpengaruh
Kupikir dengan cara itu aku bisa lepas darinya dan lagi aku yakin beberapa bulan lagi para menteri di istana akan mendesak putra mahkota untuk memiliki penerus karena umurnya yang lebih dari cukup"
" Itu artinya.....?" Feng ran menatap nonanya dengan ragu, ia takut salah bicara
Karena jujur saja ia dan yang lainnya tak mengerti kemana arah perasaan nonanya ini
" Mungkin dia akan memilih selir karena aku sendiri belum cukup umur untuk memiliki anak
" Lalu bagaimana kalau mereka menolak melepaskan nona?" tanya Feng ran lagi
" Itulah sebabnya aku mulai membangun kamp pelatihan jiejie, semua itu semata-mata untuk melindungi kita suatu hari nanti
Dan lagi mulai sekarang aku harus memiliki koneksi lebih luas lagi, dalam artian bukan masalah kerjasama lagi melainkan pertemanan"
" Apa nona sudah memiliki targetnya sekarang?"
" Untuk saat ini belum jiejie, jujur saja aku tak terlalu menyukai gaya hidup dan pribadi bangsawan di Neverland. Mungkin akan lebih baik kalau aku memiliki teman dan dukungan dari luar"
" Nona nanti bisa menanyakan hal ini kepada tuan Hao Mei, dia yang mengurus usaha nona di kekaisaran lain
Mungkin saja ia mempunyai rekomendasi yang tepat untuk dijadikan sekutu"
" Itu biar kuurus nanti jiejie, sekarang aku ingin menanyakan sesuatu terlebih dahulu" Xiao lie pun menatap Feng ran dengan raut wajah seriusnya membuat Feng ran juga menatap xiao lie seraya menganggukkan kepalanya
" Bukankah Sun Jian itu dekat dengan Bai Ju? lalu kenapa tadi malah mendekati putra mahkota?"
" Ah nona lagi lagi ketinggalan berita terpanas di ibukota....."
" Berita apa jiejie....?" saut xiao lie antusias
__ADS_1
" Berita pertama tentang nona Noe xiulin yang memutuskan pertunangan
Berita kedua tentang tuan muda Bai Ju yang dipecat dari biro perpajakan dan dikurung di kediaman Bai
Dan berita ketiga tentang putusnya hubungan antara tun Bai Ju dan Sun Jian"
" Wah ..... hubungan mereka seperti drama sekali jiejie
Lalu apa kau tau kenapa Sun Jian berpisah dengan Bai Ju, bukankah hubungan mereka bisa berlangsung dengan baik karena putusnya pertunangan itu?"
" Saya pun kurang tau pasti nona, tapi berita yang beredar di kalangan pelayan katanya sih Sun Jian itu hanya mau uang tuan muda Bai saja
Maka dari itu ketika tuan Bai dipecat dan asetnya dibekukan keluarga, ia memilih meninggalkan tuan muda Bai Ju"
" Oh....."
Feng ran melongo menatap nonanya, ia tak percaya akan mendapat respon seperti ini
Padahal ia sudah bercerita panjang kali lebar dengannya, tapi ternyata.....
" Kenapa jiejie.....?" tanya xiao lie bingung
" Hehehe tak apa nona, kita tadi pagi belum sempat sarapan nona, apa tak mencari tempat makan terlebih dahulu?" tanya Feng ran
Kryukkk......
Xiao lie menatap Feng ran yang tengah menundukkan kepalanya malu karena perutnya berbunyi
" Kita cari tempat makan terdekat" teriak Xiao lie kepada pak kusir
Kereta kuda xiao lie pun berhenti di depan rumah makan yang cukup sederhana namun nyaman
Begitu mereka memasuki tempat makan pelayan di tempat itu menghentikan mereka
" Maaf nona, tempat kami sudah dipesan oleh tuan tuan itu" ucap sang pelayan seraya menolehkan kepalanya ke meja pojok yang terdapat tiga orang pria
Xiao lie mengenali mereka bertiga, ia pun tersenyum tipis dan melepaskan tudung topiknya
" Tuan Kevin ......"
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
See you next time 🥰🥰🥰
__ADS_1