
Perbincangan xiao lie dan putri Shan Shan terhenti karena bunyi lonceng kasim
Itu pertanda bahwa saatnya para bangsawan memberi hormat kepada keluarga kekaisaran dan memberikan ucapan selamat untuk calon putri mahkota dan putra mahkota
Putra mahkota Xuan Yi terus menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis ketika para bangsawan bergantian mengucapkan selamat
Sementara Xiao lie hanya menganggukkan kepalanya dam merasa tak perlu untuk tersenyum karena ia masih menggunakan cadarnya
Tiba saat perdana menteri dan keluarganya memberi selamat, xiao lie sedikit tersenyum melihat muka masam Lins siqi si nona muda keluarga perdana menteri
Begitu pula dengan keluarga menteri keuangan, mereka tampak tak ikhlas mengucapkan selamat
Dan xiao lie yakin sebentar lagi orang-orang ini akan membuat masalah untuknya
Setelah para menteri dan pekerja tinggi di istana mengucapkan selamat kini giliran bangsawan yang diundang mengucapkan selamat untuk putra mahkota
Sampai pada barisan terakhir Xiao lie melihat calon keluarga sepupunya dan sepupunya sendiri berdiri tak jauh darinya dan menunggu antrian
Xiao lie sedikit menyipitkan matanya saat melihat penampilan sepupunya
Tak ada yang aneh dengan gaunnya, sepupunya menggunakan gaun warna ungu muda yang tampak cocok dengan kulitnya yang agak Tan
Tapi yang mengganggu penglihatan xiao lie adalah rentetan perhiasan yang menghiasi tubuh sepupunya itu, dia bahkan sekarang lebih mirip patung perhiasan di tokonya
Setelah semuanya memberikan ucapan selamat putra mahkota kini disibukkan dengan para menteri yang tengah menjilat
Sementara sepupu xiao lie Jin Hua, datang mendekatinya
Kalau dipikir-pikir memang seharusnya para bangsawan itu juga datang padanya selayaknya penjilat pada umumnya, tapi kenyataannya tidak
Sepertinya mereka berpikir aku bukanlah apa-apa dibanding mereka
" Hay adik lama tak bertemu, bagaimana kabarmu?" tanya Jin Hua
" Baik kakak, bagaimana dengan kakak dan paman juga bibi?"
" Kami baik baik saja adik...." jawab Jin Hua dengan senyum manisnya
Tapi Xiao lie tentu tau kalau itu bukanlah senyum tulus
Jauh sebelum Jin Hua mendekatinya Xiao lie sudah merasa tak beres dengan orang ini
Dan ternyata benar dugaannya, setelah menatap sepupunya dengan intens Xiao lie mengetahui kalau sepupunya itu berniat mempermalukannya di depan umum dengan cara membuka cadarnya
Sepertinya sepupunya ini masih tetap teguh dengan pemikirannya kalau wajahnya sangat buruk rupa sampai tak berani memperlihatkannya pada orang asing
Tapi Xiao lie membiarkan semua itu, ia juga berencana untuk tak terus menerus bersembunyi di balik cadarnya
Kekayaan ia sudah punya, kekuatan dia juga sudah dalam tahap menyempurnakannya dan sekarang koneksi
__ADS_1
Ia harus memiliki koneksi yang bagus agar semuanya berjalan dengan lancar
" Astaga adik, ada semut di cadarmu" Jin Hua berteriak panik dan menarik cadar xiao lie
Teriakan Jin Hua membuat seluruh orang yang ada dia aula melihatnya
Sementara Xiao lie yang sudah menduga semua ini hanya menatap Jin Hua dengan tatapan datarnya namun siapa yang tau kalau di hatinya tengah tertawa bahagia melihat raut wajah sepupunya yang tampak menggelikan
Tak hanya sepupunya, seluruh orang di aula pesta itu terbengong dengan mulut menganga saking terkejutnya, tapi yang lebih membuat xiao lie ingin tertawa sampai berguling-guling adalah raut syok dari Lin siqi dan Yu Hua
Ada juga Bai Ju yang tengah berdiri di samping Sun Jian, benar benar orang yang tak punya malu
Bagaimana bisa berdiri berdampingan dengan gadis lain disaat tunangannya sendiri tengah duduk tak jauh darinya, dan lagi kenapa juga para bangsawan ini tak berkomentar apapun
Xiao lie bukanlah ingin merendahkan status siapapun tapi bagaimanapun juga seorang pelayan harus tau batasannya dan tempatnya
Plaakk......
Suasana hening di aula pesta terhenti karena bunyi tamparan keras dari seseorang sampai membuat yang ditampar jatuh terjengkang
" berani beraninya kau......" geram putra mahkota seraya menunjuk Jin Hua dengan tatapan tajamnya
Jin Hua yang memegang pipinya yang sakit, bahkan bibirnya pun mengeluarkan darah
Ia yakin pipinya akan membiru sampai beberapa hari kedepan
Ia melirik tunangannya yang berdiri tak jauh dari tempatnya, tapi harapannya sia-sia
Bukannya menghampirinya atau membela dirinya, tunangannya itu malah melototinya dengan penuh amarah
Jin Hua pikir ia bisa menjatuhkan sepupunya dengan membuka cadarnya, tapi kenyataannya malah sebaliknya
Sepupunya sungguh amatlah sangat mempesona dan Jin Hua akui itu, bahkan ia tak pernah melihat gadis secantik sepupunya
Jin Hua menatap sepupunya dengan tatapan penuh permohonan, dia tak berani mengeluarkan sepatah katapun untuk membela diri
" Yang mulia sudahlah, jiejie tak sengaja. Lagipula ia tak melukai ku sama sekali"
Xuan Yi berbalik menghadap Xiao lie yang berdiri di belakangnya
Melihat wajah cantik gadisnya lagi lagi Xuan Yi terpukau, padahal ini bukan yang pertama kalinya
Lagipula kenapa pula gadisnya ini harus berdandan
Dan lihatlah sekarang semua mata tengah memandang kecantikannya secara terang-terangan
Dan lagi lihatlah...... astaga ada apa dengan bibir mungil gadisnya ini? kenapa sangat menggoda sekali
Bibirnya yang sudah memerah alami kini tampak lebih menggoda karena memakai pemerah bibir
__ADS_1
Kalau begini caranya bisa khilaf aku......
" Putra mahkota anda tidak apa-apa?" tanya Xiao lie seraya melambaikan tangannya di depan wajah putra mahkota yang sedari tadi terdiam
" Apa kau tak membawa cadar lagi lilie?" tanya Xuan Yi
Xiao lie menggelengkan kepalanya dan menatap cadarnya yang sudah kotor karena terjatuh
" Tidak yang mulia lagipula mereka sudah tau wajah saya jadi percuma juga kalau ditutupi lagi
Dan kita sedang dalam acara resmi yang mulia, mohon jaga perilaku Anda
Kita sedang menjadi tontonan semua orang" ucap Xiao lie dengan lirih tapi didengar dengan baik oleh putra mahkota
Putra mahkota pun dengan enggan melepas tangannya yang tanpa ia sadari telah melingkari pinggang ramping gadisnya
Berbicara tentang pinggang, gadisnya tak seperti kebanyakan gadis lainnya
Xuan Yi pernah melihat Ibundanya dan adiknya melilitkan kain di bagian pinggangnya agar terlihat ramping
Tapi tidak dengan gadisnya, pakaian gadisnya terlihat cukup tipis karena tak memakai lilitan kain lagi di dalamnya
Kembali ke cerita, Xuan Yi kini menatap sepupu gadisnya yang masih terduduk di depannya
Ia kemudian melirik putra kedua menteri perdagangan yang tampak acuh kepada tunangannya sendiri
" Lilie kau ingin aku melakukan apa untuk sepupumu yang telah lancang ini?"
Xiao lie tersenyum tipis sebelum menjawabnya
" Tak perlu yang mulia, jiejie tadi berniat menolong saya dan dia tak sengaja menarik cadar saya hingga terlepas"
" Kau yakin.....?" tanya Xuan Yi lagi
Xiao menganggukkan kepalanya mantap dan putra mahkota menyuruh Jin Hua keluar dari pesta
Pesta tetap berlangsung hingga menjelang tengah malam, tentu saja dengan suasana yang berbeda
Kini para bangsawan baik dari bangsawan tingkat tinggi sampai rendah berlomba-lomba mendekatinya
Tapi harapan mereka harus kandas karena Shan Shan dengan bar-bar nya memarahi siapapun yang menganggu kebersamaan nya dengan kakak ipar kecilnya itu
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
See you next time 🥰🥰🥰
__ADS_1