Love In The Palace

Love In The Palace
Episode 48


__ADS_3

Perbincangan xiao lie dan putri Shan Shan terhenti karena bunyi lonceng kasim


Itu pertanda bahwa saatnya para bangsawan memberi hormat kepada keluarga kekaisaran dan memberikan ucapan selamat untuk calon putri mahkota dan putra mahkota


Putra mahkota Xuan Yi terus menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis ketika para bangsawan bergantian mengucapkan selamat


Sementara Xiao lie hanya menganggukkan kepalanya dam merasa tak perlu untuk tersenyum karena ia masih menggunakan cadarnya


Tiba saat perdana menteri dan keluarganya memberi selamat, xiao lie sedikit tersenyum melihat muka masam Lins siqi si nona muda keluarga perdana menteri


Begitu pula dengan keluarga menteri keuangan, mereka tampak tak ikhlas mengucapkan selamat


Dan xiao lie yakin sebentar lagi orang-orang ini akan membuat masalah untuknya


Setelah para menteri dan pekerja tinggi di istana mengucapkan selamat kini giliran bangsawan yang diundang mengucapkan selamat untuk putra mahkota


Sampai pada barisan terakhir Xiao lie melihat calon keluarga sepupunya dan sepupunya sendiri berdiri tak jauh darinya dan menunggu antrian


Xiao lie sedikit menyipitkan matanya saat melihat penampilan sepupunya


Tak ada yang aneh dengan gaunnya, sepupunya menggunakan gaun warna ungu muda yang tampak cocok dengan kulitnya yang agak Tan


Tapi yang mengganggu penglihatan xiao lie adalah rentetan perhiasan yang menghiasi tubuh sepupunya itu, dia bahkan sekarang lebih mirip patung perhiasan di tokonya


Setelah semuanya memberikan ucapan selamat putra mahkota kini disibukkan dengan para menteri yang tengah menjilat


Sementara sepupu xiao lie Jin Hua, datang mendekatinya


Kalau dipikir-pikir memang seharusnya para bangsawan itu juga datang padanya selayaknya penjilat pada umumnya, tapi kenyataannya tidak


Sepertinya mereka berpikir aku bukanlah apa-apa dibanding mereka


" Hay adik lama tak bertemu, bagaimana kabarmu?" tanya Jin Hua


" Baik kakak, bagaimana dengan kakak dan paman juga bibi?"


" Kami baik baik saja adik...." jawab Jin Hua dengan senyum manisnya


Tapi Xiao lie tentu tau kalau itu bukanlah senyum tulus


Jauh sebelum Jin Hua mendekatinya Xiao lie sudah merasa tak beres dengan orang ini


Dan ternyata benar dugaannya, setelah menatap sepupunya dengan intens Xiao lie mengetahui kalau sepupunya itu berniat mempermalukannya di depan umum dengan cara membuka cadarnya


Sepertinya sepupunya ini masih tetap teguh dengan pemikirannya kalau wajahnya sangat buruk rupa sampai tak berani memperlihatkannya pada orang asing


Tapi Xiao lie membiarkan semua itu, ia juga berencana untuk tak terus menerus bersembunyi di balik cadarnya


Kekayaan ia sudah punya, kekuatan dia juga sudah dalam tahap menyempurnakannya dan sekarang koneksi

__ADS_1


Ia harus memiliki koneksi yang bagus agar semuanya berjalan dengan lancar


" Astaga adik, ada semut di cadarmu" Jin Hua berteriak panik dan menarik cadar xiao lie


Teriakan Jin Hua membuat seluruh orang yang ada dia aula melihatnya


Sementara Xiao lie yang sudah menduga semua ini hanya menatap Jin Hua dengan tatapan datarnya namun siapa yang tau kalau di hatinya tengah tertawa bahagia melihat raut wajah sepupunya yang tampak menggelikan


Tak hanya sepupunya, seluruh orang di aula pesta itu terbengong dengan mulut menganga saking terkejutnya, tapi yang lebih membuat xiao lie ingin tertawa sampai berguling-guling adalah raut syok dari Lin siqi dan Yu Hua


Ada juga Bai Ju yang tengah berdiri di samping Sun Jian, benar benar orang yang tak punya malu


Bagaimana bisa berdiri berdampingan dengan gadis lain disaat tunangannya sendiri tengah duduk tak jauh darinya, dan lagi kenapa juga para bangsawan ini tak berkomentar apapun


Xiao lie bukanlah ingin merendahkan status siapapun tapi bagaimanapun juga seorang pelayan harus tau batasannya dan tempatnya


Plaakk......


Suasana hening di aula pesta terhenti karena bunyi tamparan keras dari seseorang sampai membuat yang ditampar jatuh terjengkang


" berani beraninya kau......" geram putra mahkota seraya menunjuk Jin Hua dengan tatapan tajamnya


Jin Hua yang memegang pipinya yang sakit, bahkan bibirnya pun mengeluarkan darah


Ia yakin pipinya akan membiru sampai beberapa hari kedepan


Ia melirik tunangannya yang berdiri tak jauh dari tempatnya, tapi harapannya sia-sia


Bukannya menghampirinya atau membela dirinya, tunangannya itu malah melototinya dengan penuh amarah


Jin Hua pikir ia bisa menjatuhkan sepupunya dengan membuka cadarnya, tapi kenyataannya malah sebaliknya


Sepupunya sungguh amatlah sangat mempesona dan Jin Hua akui itu, bahkan ia tak pernah melihat gadis secantik sepupunya


Jin Hua menatap sepupunya dengan tatapan penuh permohonan, dia tak berani mengeluarkan sepatah katapun untuk membela diri


" Yang mulia sudahlah, jiejie tak sengaja. Lagipula ia tak melukai ku sama sekali"


Xuan Yi berbalik menghadap Xiao lie yang berdiri di belakangnya


Melihat wajah cantik gadisnya lagi lagi Xuan Yi terpukau, padahal ini bukan yang pertama kalinya


Lagipula kenapa pula gadisnya ini harus berdandan


Dan lihatlah sekarang semua mata tengah memandang kecantikannya secara terang-terangan


Dan lagi lihatlah...... astaga ada apa dengan bibir mungil gadisnya ini? kenapa sangat menggoda sekali


Bibirnya yang sudah memerah alami kini tampak lebih menggoda karena memakai pemerah bibir

__ADS_1


Kalau begini caranya bisa khilaf aku......


" Putra mahkota anda tidak apa-apa?" tanya Xiao lie seraya melambaikan tangannya di depan wajah putra mahkota yang sedari tadi terdiam


" Apa kau tak membawa cadar lagi lilie?" tanya Xuan Yi


Xiao lie menggelengkan kepalanya dan menatap cadarnya yang sudah kotor karena terjatuh


" Tidak yang mulia lagipula mereka sudah tau wajah saya jadi percuma juga kalau ditutupi lagi


Dan kita sedang dalam acara resmi yang mulia, mohon jaga perilaku Anda


Kita sedang menjadi tontonan semua orang" ucap Xiao lie dengan lirih tapi didengar dengan baik oleh putra mahkota


Putra mahkota pun dengan enggan melepas tangannya yang tanpa ia sadari telah melingkari pinggang ramping gadisnya


Berbicara tentang pinggang, gadisnya tak seperti kebanyakan gadis lainnya


Xuan Yi pernah melihat Ibundanya dan adiknya melilitkan kain di bagian pinggangnya agar terlihat ramping


Tapi tidak dengan gadisnya, pakaian gadisnya terlihat cukup tipis karena tak memakai lilitan kain lagi di dalamnya


Kembali ke cerita, Xuan Yi kini menatap sepupu gadisnya yang masih terduduk di depannya


Ia kemudian melirik putra kedua menteri perdagangan yang tampak acuh kepada tunangannya sendiri


" Lilie kau ingin aku melakukan apa untuk sepupumu yang telah lancang ini?"


Xiao lie tersenyum tipis sebelum menjawabnya


" Tak perlu yang mulia, jiejie tadi berniat menolong saya dan dia tak sengaja menarik cadar saya hingga terlepas"


" Kau yakin.....?" tanya Xuan Yi lagi


Xiao menganggukkan kepalanya mantap dan putra mahkota menyuruh Jin Hua keluar dari pesta


Pesta tetap berlangsung hingga menjelang tengah malam, tentu saja dengan suasana yang berbeda


Kini para bangsawan baik dari bangsawan tingkat tinggi sampai rendah berlomba-lomba mendekatinya


Tapi harapan mereka harus kandas karena Shan Shan dengan bar-bar nya memarahi siapapun yang menganggu kebersamaan nya dengan kakak ipar kecilnya itu


*****


Terimakasih sudah membaca ceritaku


Jangan lupa like vote dan comentnya guys


See you next time 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2