
" Shan Shan, jaga sikapmu" tegur kaisar
" Tidak apa-apa yang mulia, lagipula umur tuan putri memang lebih dewasa daripada saya" jawab Xiao lie
Permaisuri Li mei pun tersenyum dan akan menggenggam tangan Xiao lie yang berada di atas pangkuannya
Tapi semua itu urung karena melihat putranya yang sudah menggenggam tangan gadis itu terlebih dahulu
" Maafkan Shan Shan, dia terlalu dimanja oleh semua orang, karena itu sifatnya agak kasar" ucap permaisuri Li mei yang di balas dengusan Shan Shan
Xiao lie hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda mengerti
Sementara Shan Shan kembali heboh ketika mengingat usaha usaha yang di jalani Xiao lie
Apalagi minggu lalu ia tak kebagian baju terbaru dari tokonya
" Baiklah aku minta maaf, kalau begitu apa aku harus memanggilnya kakak ipar?" tanya Shan Shan dengan nada menggoda
Xiao lie yang digoda langsung salah tingkah dan memerah, untung saja saat ini ia masih memakai cadar, kalau tidak pasti akan sangat memalukan
" Panggil Xiao lie saja tuan putri, oh ya saya membawa sedikit kenang kenangan untuk yang mulia permaisuri dan tuan putri " ucap Xiao lie kemudian menyuruh Feng ran memberikan bingkisan yang sudah ia siapkan
" Kau tak perlu membawa apa apa nak, kami mengundangmu karena ingin mengenalmu lebih dekat" ucap kaisar dengan nada datarnya
" Tak apa yang mulia, ini hanyalah barang kecil. Saya akan sangat terhormat kalau yang mulia permaisuri dan tuan putri mau menerima hadiah kecil dari saya "
Li mei dan Shan Shan langsung membuka kotak yang pelayan Xiao lie berikan kepada mereka. Dan seketika itu juga mata Shan Shan membelalak saking terkejutnya
" Oh tuhan, ini indah sekali Xiao lie, aku belum pernah melihat model perhiasan ini di tokomu, apa ini model terbaru ?" tanya Shan Shan dengan hebohnya
Xiao lie tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya
" Benar tuan putri, ini salah satu model terbaru yang saya buat untuk musim yang akan mendatang. Dan saya hanya membuatnya satu set di setiap modelnya, jadi tak akan ada yang menyamai perhiasan yang mulia permaisuri dan tuan putri "
" Astaga, ini sangat indah
Terimakasih Xiao lie, aku pasti akan memakainya nanti" ucap Li mei
Kaisar memutar bola matanya malas saat melihat istri dan putrinya yang masih asyik dengan dunianya sendiri
" Sudah cukup, simpan perhiasan kalian
Kalian berdua bukannya menyambut tamu malah asyik dengan dunianya sendiri
Lihatlah, bahkan calon menantumu itu sama sekali belum menyentuh tehnya istriku " ucap kaisar dengan penekanan di kalimat terakhirnya
Li mei pun tersentak kaget dan menatap Xiao lie tak enak
" Maafkan aku gadis kecil, ayo silahkan cicipi tehnya. Dan juga ini, kue ini aku beli dari tokomu, rasanya sungguh lezat dan tak ada tandingannya
Sebenarnya aku malu untuk menawarkannya, tapi mau bagaimana lagi
Disini siapa yang bisa mengalahkan masakan dari restoran mu gadis kecil " ucap Li mei seraya menyerahkan xiao lie teh
__ADS_1
" Yang mulia terlalu menyanjung, tentu saja masih banyak orang hebat dan lebih sukses di banding saya"ucap Xiao lie kemudian mengambil teh yang permaisuri sodorkan padanya
Saat akan minum Xiao lie kebingungan dan tak nyaman memakai cadarnya
Iapun menoleh kepada Xuan Yi dan menatap Xuan Yi pertanda meminta izin
Xuan Yi sebenarnya tak rela berbagi kecantikan gadis kecilnya
Tapi tentu saja ia paham kalau gadisnya tak nyaman, maka dari itu ia mengangguk dan mengijinkannya
Xiao lie pun membuka cadarnya dan seketika semua yang ada di aula mematung
Xiao lie sendiri malah asyik meminum tehnya dan menikmati kue brownies yang permaisuri potongkan untuknya
" Kenapa berdandan secantik ini lilie ?" ucap Xuan Yi seraya mengusap puncak kepala gadisnya
Xiao lie mengangkat wajahnya menatap Xuan Yi bingung
" Aku sama sekali tak berdandan Gege "
Sementara Shan Shan dan lainnya masih terbengong heran
" Ya tuhan kak, bagaimana bisa peri kecil seperti ini mau dengan pria jelek dan dingin sepertimu?"
Xuan Yi menatap adiknya horor
Bagaimana bisa dia menyebutnya pria jelek di depan gadis pujaannya
Kaisar dan permaisuri terkekeh kecil melihat pertengkaran putra putrinya
Tak taukah putranya itu kalau saat ini ia tengah ditatap horor oleh gadisnya
" hey bocah bodoh, kau mau cari mati ya
Di depan gadismu sendiri dengan seenaknya kau membual"
Permaisuri li mei kemudian menatap xiao lie
" Anak cantik, bagaimana kalau kau menjadi putriku saja? Jangan mau menikah dengan bocah bodoh dan narsis sepertinya "
Xuan Yi melotot tak terima
" Tidak tidak, enak saja. Bunda ini bagaimana sih bukannya mendukung anaknya sendiri malah menistakan
Ayah, tolong aku " ujar Xuan Yi dan berakhir mengadu kepada ayahnya
" Sudahlah hentikan, apa kalian tak malu bertengkar seperti ini di depan xiao lie
Lihatlah dia begitu tenang tak seperti kalian" tegur kaisar
Semuanya saling pandang dan kemudian terdiam sampai Xiao lie membuka suara
" Maafkan saya, karena saya kalian malah bertengkar" ucap xiao lie tak enak hati
__ADS_1
" Tidak lilie, kami memang biasa seperti ini
Jangan menyalahkan dirimu sendiri " bantah Xuan Yi
" Untuk saat ini bocah bodoh ini benar gadis kecil, sekarang ayo kita makan
Lihatlah betapa menggemaskannya pipimu ini
Ya tuhan, aku ingin sekali menggigit mu" ucap permaisuri Li mei seraya menggigit bibirnya dan meremas kedua tangannya menahan gemas
" Benar ibunda, kakak ipar ku cantik sangat menggemaskan
Oh ya, empat hari lagi adalah pesta ulang tahunku, Xiao lie harus datang ya" pinta Shan Shan
Xiao lie mengangguk dengan kedua pipinya yang menggembung karena mengunyah makanan
Xiao lie membuat semuanya harus menahan diri untuk tidak mencubit pipi gembul nya itu
" Tentu saja tuan putri...."
" Aish, panggil kakak saja kalau sedang dalam keadaan pribadi" potong Shan Shan
" Baiklah kakak , terimakasih
Apa kakak mau aku buatkan gaun khusus untuk pesta nanti, aku dengar kakak sering berbelanja di tokoku?" tanya Xiao lie
" Bolehkah? aku memang sering berbelanja di sana. Kemarin aku pergi ke sana mencari gaun untuk pesta ulang tahunku, tapi aku kehabisan"
Xiao lie tersenyum kecil
" Kebetulan aku baru membuat beberapa desain gaun pesta, kakak boleh melihatnya
Kalau cocok akan langsung aku buatkan"
Shan Shan mengangguk semangat, tetapi dirinya langsung lesu saat kakak dan ayahnya menatapnya tajam
" Jangan merepotkan xiao lie Shan Shan" tegur kaisar
" Tidak apa yang mulia, saya tak keberatan sama sekali. Lagipula, bukan saya yang mengerjakannya" ucap Xiao lie kemudian menyuruh Feng ran untuk memberikan buku sketsanya kepada Shan Shan
Shan Shan pun dengan senyum sumringah menerima buku Xiao lie
Bahkan permaisuri berdiri dan ikut melihat buku sketsa Xiao lie
Dan mereka berdua berteriak teriak heboh melupakan keberadaan kaisar, Xuan Yi dan bahkan Xiao lie sendiri
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
See you next time 🥰🥰🥰
__ADS_1