
Xiao lie menatap delapan puluh wanita yang berdiri di depannya
" Sepertinya aku harus segera menyelesaikan ini semua" batin xiao lie
Lamunan xiao lie berhenti saat salah satu wanita itu berdiri di depannya
" Nona, hampir dua bulan kami disini dan kami tak melakukan apapun"
" Tak apa jie jie.....maaf, aku sedang berusaha membuat beberapa usaha lagi untuk kalian semua
Jadi tolong bersabar ya...."
" Bukan begitu maksud kami nona.....kami makan tidur tanpa melakukan apapun bahkan setiap bulannya nona memberikan kami upah
Kami rasa itu tidak pantas...." kata wanita itu lirih
" Pantas tidak pantas hanya aku yang bisa menentukan" ucap xiao lie dingin membuat semua wanita yang berdiri di depannya ketakutan
Feng yan yang berdiri bersama Meng Yao di belakang xiao lie pun maju
" Kalian tak perlu khawatir......nona sedang berusaha membuka jalan untuk kalian
Yang harus kalian lakukan adalah mengikuti apapun perkataannya " teriak Feng yan lantang
" Kami mengerti nona....." ucap para wanita itu serempak
" Sudahlah..... jie jie tolong bawa tanaman tanaman ku kemarin dan juga pupuk beserta wadah wadah kecil yang aku beli kemarin "
" Baik nona....." ucap Meng Yao kemudian pergi
Beberapa saat kemudian Meng yao kembali dengan beberapa pengawal dan membawa barang barang yang nona nya inginkan
Xiao lie pun menumpahkan semuanya menjadi satu
Sedangkan yang lainnya kebingungan melihat nona nya membawa tanaman yang mereka anggap rumput liar
" Kalian bantu aku memilahnya " ucap xiao lie sembari memilah bawang bawangan
Dari hutan Phoenix kemarin Xiao lie cukup mendapatkan banyak bahan
Ada bawang merah, bawang putih dan Bombay
Lalu ada cabai tomat jahe kunyit kencur lengkuas serai kemiri pala kapulaga adas wijen dan bunga Lawang
Walaupun masih banyak yang kurang tapi tak apa, nanti bisa dicari lagi pikir Xiao lie
Xiao lie kemudian mengambil beberapa bagian tanaman itu yang bisa ia jadikan benih dan menanamnya
Tak lupa ia juga mengajari sepuluh wanita diantaranya
Kenapa hanya sepuluh?
Karena Xiao lie memiliki rencana lain untuk mereka
Setelah selesai dengan arahannya xiao lie pergi ke dapur diikuti para wanita itu
Disana xiao lie mempraktekkan dan memberikan mereka resep resep masakan sederhana
yang membuat mereka terbelalak saking enaknya masakan Xiao lie
Padahal itu hanya masakan sederhana saja
__ADS_1
" Apakah enak jie jie....?"
" Tentu saja nona .....ini enak sekali" jawab salah satu wanita
" Baguslah, nanti kalau perumahan sudah jadi kalian akan tinggal sendiri dan tentunya harus memasak sendiri"
" Lalu bagaimana dengan pekerjaan kami nona, kami tak mungkin berdiam diri saja"
" Aku sedang memikirkannya, nikmati makanan kalian, aku masih ada urusan" ucap xiao lie kemudian pergi meninggalkan dapur
Saat berjalan menuju ruang kerjanya ia bertemu dengan Feng yan yang ternyata sedang mencarinya
" Ada apa jie jie....?"
" Ada surat dari tuan Cheng mo nona" jawab Feng yan
Xiao lie pun mengambil surat yang Feng yan bawa dan membacanya
Ternyata surat itu berisi tentang guru barunya yang akan datang besok pagi
" Meng yao jie jie...... siapkan kamar tamu dan beberapa keperluan lelaki, besok guru baruku akan datang "
" Guru apa nona ?" tanya Feng yan tak paham
" guru beladiri jie jie....."
" Bukankah nona sudah lulus ujian dari tuan Cheng mo?" tanya Meng Yao yang juga tak paham
" Memang sudah, tapi aku masih ingin belajar jie jie, menuntut ilmu itu tak ada batasannya"
" Oh baiklah..... kalau begitu saya permisi menyiapkan kebutuhan guru"
" Feng yan jie jie ikuti aku, ada yang harus jie jie kerjakan"
Sesampainya di sana Feng yan langsung membuka pembicaraan
" Apa yang harus saya kerjakan nona ?"
" Cari toko kosong di sekitar toko kita jie jie"
" Toko yang mana nona....?"
" Yang mana sajalah, yang penting ada"
" Nona ingin membuat apa....?" tanya Feng yan
Feng yan tau nona nya tengah memikul beban berat
Mengingat banyaknya pekerja yang harus ia urus
" Toko kue jie jie, aku harus segera mencarikan pekerjaan untuk para wanita itu"
" Kapan saya harus mencarinya nona....?"
" Sekarang jie jie....." tekan Xiao lie gemas
Sedangkan Feng yan sudah tertawa terbahak-bahak karena berhasil menggoda nona nya
" Sudahlah hentikan...... bagaimana kabar para Gege tampanku itu jie jie ?"
" Mereka sangat sibuk nona ...." ucap Feng yan ngos-ngosan karena terlalu banyak tertawa
__ADS_1
" Oh ..... cari dua toko jie jie, sepertinya aku mendapatkan ide baru"
Feng yan memutar bola matanya dan berlalu meninggalkan xiao lie
Setelah kepergian Feng yan
Xiao lie berkutat dengan buku dan alat tulisnya, ia menuliskan beberapa resep kue dan minuman yang mudah dibuat tapi tentu saja akan sangat istimewa di jaman ini
Xiao lie hanya membuat resep donat, cupcake, bolu, brownies, sponge cake dan cookies berbagai rasa
Untuk minumannya xiao lie membuat berbagai macam tea
Di jaman ini tea hanya dinikmati dengan gula dan air panas saja
Dan sekarang xiao lie membuat berbagai varian teh yang bisa dinikmati panas dan dingin. Untuk minuman panasnya xiao lie membuat resep teh serai, teh Chamomile latte
Teh Chamomile latte dibuat dari campuran teh susu cengkeh kayu manis dan Chamomile
Lalu ada juga Teh susu, teh lemon dan teh mint yang dicampur dengan madu
Lalu untuk minuman dinginnya xiao lie membuat resep yang lebih banyak
Ada teh dengan kayu manis, teh dengan irisan buah.... irisan buahnya bisa dipilih sesuai selera ada apel peach jeruk manis lemon nanas dan jeruk nipis
Lalu ada teh susu cokelat dan teh dengan puding susu
Semua itu Xiao tulis hingga menjelang tengah malam sampai sampai ia lupa waktu makannya
" Nona hari sudah larut, lebih baik nona beristirahat terlebih dahulu" ucap Meng Yao begitu memasuki ruang kerja Xiao lie
" Baik jie jie.... besok saring tujuh puluh wanita yang belum mendapatkan pekerjaan itu jie jie
Cari yang bisa memasak....."
Meng yao memandang nona mudanya yang berbicara sambil menutup mulutnya menahan kantuk
" Baik nona, kita bicarakan besok pagi saja"
Disisi lain Xuan Yi terduduk lesu di atas bebatuan pinggir jalan
Di sebelahnya ada Cheng lan yang menghela nafas frustasi
Seharian ini mereka berdua berkeliling desa mencari keberadaan gadis kecil itu
Tapi tak ada satupun orang yang mengenalnya
" Aku harus mencarinya dimana Cheng lan? empat desa ini sudah kita telusuri" ucap Xuan Yi frustasi
" Mungkin......"
Cheng lan berhenti berbicara saat melihat seorang wanita yang diikuti selusin pengawal
Tapi Cheng lan yakin wanita itu bukan gadis kecil tuannya. Tapi melihat seragam pengawal nya, itu sama persis seperti milik nona kecil
" Tuan lihat..... bukankah seragam para pengawal itu sama persis seperti pengawal milik nona kecil?" ucap Cheng lan dengan semangatnya yang kembali pulih
Xuan mengangkat kepalanya semangatnya kembali pulih saat melihat ada secercah harapan
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
See you next time 🥰 🥰🥰