
" Hey....apa yang sedang kau lamunkan tuan?" tanya Feng yan kepada Hao Mei yang sedang melamun di bawah pohon
Tadinya ia tak ingin mengganggu, tetapi mengingat gosip dan rumor yang sedang santernya beredar
Ia yakin, semua itu pasti berkaitan dengan keadaan teman seperjuangannya yang sedang melamun itu
" Sudah kubilang panggil Hao Mei saja, kita tak sejauh itu sampai-sampai harus menggunakan bahasa formal" koreksi Hao Mei, ia sudah seringkali mengingatkan kepada gadis di depannya ini agar bersikap biasa saja
Tapi sepertinya, semua orang di kediaman ini sama keras kepalanya
" Baiklah lupakan masalah itu, sekarang jawab pertanyaan ku
Apa rumor yang beredar itu benar?"
" Hmmm...... pihak istana meminta upeti setengah dari keuntungan bisnis keluarga xiao di segala bidang
Dan itu diluar pajak wajib, sekarang aku tak tau harus bagaimana lagi Feng yan
Nona kita pasti akan kesulitan"
" Apa keputusan itu disetujui oleh kaisar?" tanya Feng yan
Dari dalam lubuk hatinya, ia masih menaruh harapan besar kepada keluarga kekaisaran
Tapi anggukan dari lelaki di depannya menerjunkan harapannya hingga hancur
Sekarang ia sama terpuruknya dengan lelaki yang ingin ia hibur tadi
" Bagaimana bisa mereka melakukan itu, bahkan nona kita belum genap satu bulan meninggalkan kekaisaran ini..... bukankah nona sudah memberikan bantuan kepada istana sebelum keberangkatannya tuan?"
" Ya kau benar, nona sudah membantu istana dengan sangat baik tapi sepertinya mereka melupakan jasa jasa nona kita
Tapi hal itu wajar saja Feng yan, bagaimana pun juga kaisar akan lebih membela dan mendukung keluarganya sendiri"
" Astaga..... mereka benar benar menjijikkan
Bagaimana kalau pihak kita menolak perintah itu?"
" Pekerja kita yang menjadi taruhannya, pihak istana akan menangkap mereka dan menghukum mereka dengan alasan ketidak patuhan kepada keluarga kekaisaran"
" Lebih baik tuan mengirim kabar dulu kepada nona, dia pasti bisa memecahkan masalah ini dengan bijak
Selagi menunggu keputusan nona, kita bisa berusaha mencari peluang sekecil apapun itu"
" Kau benar, ngomong ngomong soal peluang....
Bukankah pangeran kedua berada di kamp pelatihan milik nona?" tanya Hao Mei
Ia teringat dengan kedua pangeran itu begitu mendengar kata kata peluang
Mengingat nonanya memberikan kesempatan kepada kedua pangeran yang notabennya adalah anggota keluarga istana, ia yakin nonanya pasti memiliki rencana tersendiri
" Emmm..... pangeran kedua berada dalam pengawasan tuan Hao Xiang
__ADS_1
Kalau pangeran pertama mengikuti tuan Chu yan" jawab Feng yan
Hao Mei menatap Feng yan bingung
" Kenapa mengikuti Chu yan? apa...... astaga....." Hao Mei melotot terkejut begitu mengerti sesuatu
Selain seorang sarjana, Chu yan adalah lelaki yang cukup ia dan teman-temannya segani
Selain sikap dan pembawaannya yang dingin dan dewasa, ia juga seseorang yang mengerikan di saat saat tertentu
Empat lelaki di samping nonanya bukanlah sarjana abal abal
Walaupun dari kalangan rendahan, ia dan teman-temannya memiliki keunggulan masing-masing
Kalau dirinya memiliki keunggulan dalam bidang koneksi..... koneksinya tak terbatas, apalagi ditambah dengan otaknya yang encer
Semuanya dapat ia kendalikan
Hao Xiang.....lelaki humoris dan konyol disaat saat tertentu, di balik sikap dan wajah humorisnya
Kekuatan fisiknya tak bisa di remehkan, bahkan nonanya tak segan segan mempercayakan kamp pelatihan yang baru ia bangun untuk saudaranya itu latih
Chang an...... lelaki humoris pecicilan dan konyol
Melihat sikap dan tingkah lakunya, orang gila pun tak akan mengakui kalau dirinya adalah seniman hebat
Tapi selain itu, ia juga memiliki bakat alami yang bisa menarik minat orang
Dan terakhir Chu yan......lelaki dingin yang terlihat misterius
Tapi sebenarnya tak terlalu misterius juga sih, karena pada dasarnya semua orang di kediaman nonanya ini sudah tau sikap Chu yan
Kalau ketiga kaki tangan nonanya langsung berhadapan dengan konsumen
Berbeda dengan Chu yan, ia selalu memakai tangan kedua dan ketiganya
Chu yan juga merupakan sumber informasi dan bertugas untuk mencari informasi apapun di dalam kekaisaran maupun luar
" Yang kau pikirkan benar tuan, kalau bisa saya bilang
Nona akan merugi besar, tapi ini mungkin adalah salah satu rencananya
Kalau tuan ingin tau lebih jelasnya, lebih baik tuan tanyakan sendiri pada nona"
" Kau benar, terimakasih sudah memberiku solusi terbaik..... kalau begitu aku kembali ke ruang kerja dulu" ucap Hao Mei yang diangguki langsung oleh Feng yan
Mereka pun berpisah dan mengerjakan tugas masing-masing
Di istana Neverland, ketegangan terjadi di ruang makan
Ruangan yang dulunya terisi oleh kehangatan keluarga tanpa embel-embel status itu kini tengah berubah menjadi medan perang
Pelakunya tentu saja putra mahkota dan dua pangeran dari selir kedua
__ADS_1
Para pangeran itu sama sekali tak setuju dengan keputusan yang diambil oleh putra mahkota
Tapi sayangnya kaisar sendiri malah menyetujui dan mendukung ke kebijakannya
Dari sini orang bisa langsung menilai darimana sifat plin-plan putra mahkota itu berasal
Yah ..... tentu saja dari ayahnya sendiri, kaisar Xuan ge
Sebenarnya permaisuri juga tak setuju dan ikut menentang kebijakan terbaru itu
Tapi apalah daya seorang wanita, dia hanya bisa berkata kata tanpa melakukan apa-apa
Mengingat betapa baiknya nona xiao lie pada keluarga nya membuat kedua pangeran itu merasa bersalah
Apalagi mereka berdua mendapatkan ilmu dan pelajaran yang tak bisa mereka dapatkan dari istana
Dan itu sangatlah berharga bagi mereka
Semoga saja suatu saat nanti mereka dapat membalas kebaikan gadis cantik itu
" Tak bisakah kita makan dengan santai dan tenang?" ucap kaisar
Ia jengah melihat anggota keluarganya saling tatap dengan tatapan membunuhnya
" Kau yang membuat keadaan menjadi seperti ini yang mulia" jawab permaisuri dengan nada dinginnya
Kaisar sedikit tersentak mendengar suara itu, berpuluh puluh tahun wanita yang menyandang status permaisuri itu menemaninya
Tapi baru kali ini ia mendengar jawaban yang membuatnya bergetar
" Emmmmm"
Mendengar jawaban singkat dari suaminya, permaisuri hanya bisa memalingkan wajahnya kecewa
Kecewa karena tak bisa menghentikan kedzaliman keluarganya, kecewa karena suaminya membela putranya yang tengah tersesat
Dan lebih kecewa lagi dengan putranya yang sudah tersesat terlalu jauh
" Bisakah saya kembali ke kamar, saya sedikit tak enak badan yang mulia ......maaf, saya permisi terlebih dahulu" permaisuri pun pergi sebelum mendengar persetujuan dari kaisar
Ia sudah terlanjur kecewa dengan suaminya
Kaisar dan anggota keluarga yang ditinggalkan permaisuri hanya bisa menundukkan kepalanya
Apalagi kaisar, ia yang pada dasarnya bucin dengan istrinya itu ingin menangis sekarang
Istrinya marah dan itu karena perbuatannya sendiri...
****
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMENNYA GUYS....
see you next time 🥰🥰🥰🥰
__ADS_1