
" Puas....apa sekarang kamu sudah puas Xuan Yi
Sampai kapan kamu akan terus menerus membuat masalah, sampai kapan Hah.....?" bentak kaisar pada Xuan Yi
Setelah pembubaran pesta, kini semua anggota keluarga kerajaan berkumpul
Hanya anggota inti saja lebih tepatnya
Dari kejadian ini, tak membuat satupun orang merasa senang
Walaupun istana dipenuhi perselisihan tapi hal yang terjadi tadi amatlah sangat memalukan
Apalagi terjadi di depan mata mereka tapi mereka tak mengetahui hal tersebut
Sungguh bodohnya.....
" Maafkan aku ayah...."
" Maaf mu itu tak berguna sama sekali, tak bisakah kamu membuat ayahmu ini tenang
Sekarang apa yang kamu bisa banggakan dari ketiga istrimu ini ha.....Apa ??" bentak kaisar pada Xuan Yi yang masih terdiam dan bersimpuh di depannya
" Kamu bilang mereka bertiga lebih baik daripada gadis kecilmu dulu, xiao lie
Sekarang katakan padaku, dari sisi mana mereka lebih baik darinya.... darimana
Kamu membuang permata berharga demi seonggok kotoran
Ayah sungguh malu.... sangat malu
Sekarang mau ditaruh dimana harga diri kerajaan kita.....ayah tanya, mau taruh dimana?"
" Ini semua diluar kendali ku ayah, maafkan aku" bantah Xuan Yi dengan lirih tapi masih cukup mampu di dengar oleh seluruh orang yang berkumpul disana
" Persetan dengan hal itu, itu sudah menunjukkan ketidakmampuan mu dalam memimpin
Memimpin keluarga kecilmu saja sudah gagal apalagi memimpin kerajaan ini
Jangan katakan padaku kalau kau buta dan tuli hingga tak bisa mendengar keluhan rakyat di luar sana.... disaat kau membuat kebijakan yang mencekik rakyat, disitu istrimu dengan pongahnya menghamburkan uang di depan rakyat
Apa kamu pikir itu tak akan menimbulkan perpecahan......?"
" Kita bicarakan masalah itu lain kali suamiku, sekarang ini bagaimana cara kita mengatasi masalah Yu Hua?" ucap permaisuri kepada suaminya
" Jangan tanya padaku, itu urusan Xuan Yi
Aku sudah lelah dengan semua perbuatannya"
__ADS_1
Permaisuri mengangguk dan mencoba mengerti, suaminya sudah cukup tertekan dengan masalah di Neverland saat ini
" Semua keputusan ada di tanganmu Xuan, tapi maaf ibu tak bisa menerima Yu Hua dan anaknya lagi di istana
Kalau kamu masih mau mempertahankannya kamu bisa mengirim Yu Hua keluar dari istana"
" Aku juga tak mau menerima Yu Hua lagi ibunda, setelah semua yang sudah ia lakukan itu sudah cukup untuk memutuskan tali pernikahan ini
Aku akan mengurus semuanya besok pagi, maaf sudah membuat ibunda kecewa"
" Tidak..... yang mulia putra mahkota maafkan aku, maafkan aku suamiku
Aku berjanji tak akan melakukan hal itu lagi sungguh maafkan aku
Bagaimana dengan nasib anak kita nanti, tolong ampuni aku suami ku" ucap Yu Hua sambil menangis meraung-raung
" Lepaskan.....anak siapa yang kau maksud
Kamu bisa meminta Bai Ju untuk bertanggung jawab, atau pilihlah salah satu prajurit yang sudah tidur denganmu
Kamu pikir aku masih mau menerima wanita yang sudah dicicipi puluhan bawahanku sendiri
Aku tidak sebodoh itu.....cepat pergi atau kamu akan menyesal" bentak Xuan Yi seraya mencoba melepaskan tangan Yu Hua yang memeluk erat kakinya
Karena sudah terlalu lelah dan jengkel Xuan Yi menyuruh prajurit yang berjaga untuk menyeret Yu hua keluar, walaupun diiringi perlawanan akhirnya Yu Hua menyerah dan meninggalkan ruangan
Sedangkan yang ditanya hanya menunduk terdiam, ia teramat malu dan sangat malu
" Tapi kita harus menyelesaikannya saat ini, berhubung yang mulia kaisar sudah lelah dan enggan berbicara jadi aku yang akan mewakilinya" ucap permaisuri seraya menarik nafasnya berat
" Kenapa..... kenapa kamu baru mengatakan disaat kami semua sudah berbahagia
Apakah kamu sengaja melakukannya?" tanya permaisuri kepada Sun Jian
" Ampun yang mulia, hamba juga baru mengetahui masalah ini
Itupun secara tak sengaja, awalnya Bai Ju meminta saya untuk membantunya menutupi masalah ini tapi ternyata hal tak terduga terjadi
Putri yu Hua bertindak tak normal dan melenceng jadi walaupun saya tak berbicara, seluruh orang di istana ini juga sudah tau yang mulia" bantah Sun Jian
Permaisuri tersenyum sinis mendengar pembelaan dari istri ketiga putranya
Dia tau betul kalau setiap ucapan yang keluar dari mulut wanita itu hanyalah kebohongan semata
" Anggap saja aku percaya akan ucapanmu itu dan untuk mu Xuan Yi banyak hal yang sudah ibu pendam dan ingin ibu sampaikan padamu
Entah kamu mau mendengarnya atau tidak?"
__ADS_1
" Katakan saja ibunda....."
" Ibu tau wanita tak pantas mengatakan hal ini di hadapan kalian para lelaki yang berkuasa
Tapi ibu rasa ibu harus mengatakannya, kebijakan yang kalian ambil saat ini merugikan rakyat amat sangat merugikan
Terutama tentang masalah pajak....."
" Apa ibu ingin protes karena aku menindas bisnis keluarga xiao lie?" tanya Xuan Yi
" yah....kamu tentu tau dia bukan gadis yang bisa kamu remehkan dan tindak sesuka hatimu Xuan
Diamnya gadis itu saat ini entah mengapa membuat ibu takut dan kepikiran
Dia bukanlah seseorang yang akan diam saja disaat ada yang mengusik orang-orangnya"
" Jadi ibu mau aku harus bagaimana, aku melakukan itu karena sumber pemasukan istana yang berkurang" bantah Xuan Yi
" Kalau begitu perbaiki, ibu hanya memberi saran itu juga kalau kau mau mendengarkan nya
Bulan depan adalah jadwal aliansi antar kekaisaran, dan saat itu giliran kekaisaran kita yang menjadi tuan rumah
Ibu harap semua masalah dan citra buruk Neverland bisa cepat kau selesaikan"
" Ayah sependapat dengan ibumu, cepat selesaikan semuanya...." ucap kaisar menengahi lalu pergi bersama permaisuri
*****
" Hahaha.....hahaha...ya ampun perutku sakit hahahaha"
" sudah nona hentikan, nanti tenggorokan nona sakit....." ucap Chang an tapi tak dihiraukan oleh Xiao lie yang masih asyik dengan tawanya
Tadi setelah ia selesai mengurus tugas yang diberikan nonanya, ia menerima surat dari kawannya di Neverland
Sebenarnya itu surat berisi kabar buruk yang beberapa hari lalu terjadi, tapi untuk rakyat dan terkhusus untuk nonanya itu adalah kabar yang begitu menggembirakan hati
" Astaga ge..... rasanya aku ingin sekali melihat wajah putra mahkota saat ini
Pasti sangat menggemaskan sekali hahaha" ucap Xiao lie dilanjutkan dengan tawanya lagi"
" Ya kau benar nona..... bahkan tadi kawanku malah mensyukurkan apa yang sedang dialami putra mahkota saat ini
Karma dari Tuhan katanya....." saut Feng ran
" Kau benar jiejie, mereka terlalu terlena sampai melupakan karma yang bisa mereka dapatkan dari apa yang mereka perbuat
Astaga..... bahkan aku belum bertindak apa-apa, sepertinya Tuhan merestui apa yang ingin kulakukan" ucap xiao lie yang diangguki oleh kedua orang yang juga ikut menerawang ke depan
__ADS_1
*****