Love In The Palace

Love In The Palace
Episode 65


__ADS_3

" Kalian sudah gila ya? Apa kalian mau mati?" bentak Cheng lan pada penjaga gerbang bukit xiao lie


Yah saat ini dirinya tengah menemani junjungannya untuk bertemu dengan pemilik bukit yang tak lain adalah xiao lie, nona kecilnya dulu


Tapi sekarang tak lagi, sebenarnya Cheng lan cukup kecewa dengan junjungannya tapi mau bagaimana lagi, semuanya diluar kendalinya


" Maafkan kami tuan, kami hanya menjalankan tugas


Lagipula nona sudah tak berada di kediaman sekarang" jawab salah satu penjaga


Cheng lan mengerutkan keningnya bingung, apa maksudnya dengan sudah tak ada?


" Apa maksudmu?"


" Maaf tuan kami tidak berkewajiban untuk menjawab pertanyaan tuan" saut penjaga yang lainnya


Kemudian hal tak terduga membuat Cheng lan, putra mahkota beserta rombongannya tercengang


Bagaimana tidak?


Penjaga penjaga itu berbalik pergi dan menutup gerbang masuk bukit


" Apa kita sudah diusir secara tak langsung?" tanya putra mahkota dengan wajah bodohnya


Cheng lan dan Gu Jun hanya bisa meringis dan menganggukkan kepalanya


" Hancurkan saja gerbang ini, berani beraninya mereka memperlakukan diriku seperti ini"


Cheng lan lagi lagi hanya bisa menghela nafas pasrah melihat kebodohan putra mahkota


" Maaf yang mulia, sekalipun kita mengerahkan seribu prajurit kita belum tentu bisa merobohkan gerbang ini"


" Kenapa ?"


" tembok pembatas dan gerbang ini dibuat dari baja berkualitas tinggi dari westland yang mulia


Dan yang saya dengar semuanya dibuat berlapis lapis


Jadi mustahil sekali untuk dihancurkan"


" Apa ada yang seperti itu?" tanya Xuan Yi yang masih belum percaya


" Ini buktinya ada yang mulia"


" Kenapa istana tak membuat yang seperti ini juga?" tanya Xuan Yi seraya menatap kagum gerbang yang menjulang tinggi di depannya


" Istana tak sekaya nona xiao lie yang mulia


Apa kita akan terus menunggu disini yang mulia?" tanya Cheng lan yang sudah jengah menjawab pertanyaan random dari junjungannya


" Tidak, kita kembali ke ibukota


Sun Jian tak mau menempati kediaman yang disediakan ibunda


Lagipula menurutku itu terlalu jauh dari istana


Cheng lan coba kau cari kediaman yang masih berada dalam kawasan ibukota"


" Sebelumnya mohon maaf yang mulia, saya hanya mengingatkan kalau keuangan anda sedang dibatasi oleh yang mulia permaisuri"


" Astaga aku melupakan itu, lalu aku harus bagaimana?

__ADS_1


Sun Jian terus menangis karena tak mau tinggal di tempat itu, lagipula kenapa ibunda memberikan kediaman yang sempit itu untuk istriku?" gerutu Xuan Yi


Cheng lan dan Gu Jun hanya bisa saling pandang


Mereka berdua tersenyum miris menatap putra mahkota, kediaman sempit katanya?


padahal permaisuri menyediakan tempat di distrik para bangsawan kelas menengah ke atas tinggal


Sungguh tak bisa dipercaya.....


Disisi lain Xiao lie dan rombongannya tengah menikmati perjalanan mereka


Xiao lie tak terlalu terburu-buru untuk sampai di westland


Dia ingin menikmati suasana perjalanan yang ada


Tapi kenikmatannya itu berubah menjadi kebingungan ketika ia bertemu dengan satu rombongan


Lebih tepatnya bukan bertemu tapi seperti di jemput


Dan tebak siapa rombongan itu?


Yap..... rombongan tuan Kevin


Entah ada angin darimana tiba-tiba rombongan tuan Kevin dengan baik hatinya berniat menjemput rombongannya


Padahal dia tak terlalu akrab dengannya


Dan saat ditanya pun tuan Kevin itu hanya diam saja malah bawahannya yang menjawab


" Tuan tuan sebenarnya tak perlu repot-repot menjemput kami, lagipula kami masih ingin menikmati perjalanan dan tak terburu-buru memasuki westland" ucap xiao lie kepada pemuda tampan di depannya, Kevin xu


Tapi jangan salah, walaupun berwajah indah pesona tubuhnya tak bisa diragukan lagi


Bahkan xiao lie sudah menjadi the real anak kecil jikalau berdiri berhadapan dengannya


Untung saja saat ini mereka semua tengah duduk berhadapan di atas karpet yang dibentangkan


Yah..... saat ini mereka tengah beristirahat untuk mengisi tenaga terlebih dahulu


Sebenarnya hari belum beranjak siang dan rombongannya belum terlalu lelah, tapi ketika melewati padang rumput yang yang luas xiao lie ingin memanjakan matanya sejenak


Jadilah seperti ini, dan yang lebih bagusnya lagi adalah entah kenapa para pelayannya menggelar karpetnya agak berjauhan dari yang lainnya


Kan ia jadi bingung harus membicarakan apa dengan lawan bicaranya saat ini....


" Kau tak nyaman denganku?" tanya Kevin tiba-tiba


" Ah....apa? tentu saja nyaman tuan" jawab Xiao lie dengan sedikit gugup


" Aku mendengar berita tentangmu dari Hao Mei, apa kau akan diam saja?"


" Tentu tidak tuan, seperti yang anda lihat


Saya begitu menghormati dan menjaga orang orang di sekeliling saya, tentu saja saya tak terima ada orang yang dengan seenak hatinya menyakiti mereka"


" Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Kevin seraya menatap xiao lie tepat pada bola matanya


Entah kenapa ia selalu ingin menatap mata biru itu, terlihat indah dan seperti menyedot dirinya untuk menyelaminya


Xiao lie sendiri sudah memerah karena ditatap sebegitu intens oleh orang yang baru dikenalnya

__ADS_1


Apalagi jarak wajah mereka cukup dekat


Dan jangan lupakan puluhan orang yang diam diam tengah memperhatikan mereka berdua


Astaga.....ia rasanya ingin menenggelamkan diri saking malunya


Ehemm.....


Suara deheman dari Chang an menyadarkan Xiao lie dan Kevin dari pikirannya masing-masing


Dan dengan canggungnya mereka berdua memalingkan wajahnya ke arah lain


Chang an sendiri mendengus geli dan sesekali menatap tajam pemuda yang duduk di depan nonanya itu


Walaupun Hao Mei sudah mengingatkannya untuk bersikap baik padanya, Chang an tak mau dan tak perduli


Lebih baik ia berantisipasi terlebih dahulu daripada melihat nonanya terluka lagi


Hal itu adalah hal yang paling ingin ia hilangkan dalam hidup nonanya


Feng ran yang duduk di samping Chang an hanya bisa mengelus lengan kekasihnya


Yah kekasih..... mereka berdua telah menjalin hubungan atas paksaan dari nonanya


Sebenarnya walaupun tak dipaksa mereka juga akan tetap menjalin hubungan, hanya saja tak tau kapan


" Sepertinya tuan Kevin lelaki baik...."


Chang an menatap Feng ran dengan raut wajah tak sukanya saat mendengar kekasihnya itu memuji lelaki lain


" Hey.... aku hanya melihatnya dari sudut pandang ku saja, lagipula aku mencintaimu dan tak akan melirik lelaki lain


Apalagi dengan kondisi ku yang seperti ini"


" Sudah hentikan Feng ran, aku tak menyukai dirimu yang selalu merendahkan kondisi mu sendiri


Bagiku kau gadis yang paling sempurna dan akan selalu seperti itu sampai kapanpun"


Feng ran mengangguk dan memeluk Chang an dengan wajahnya yang memerah


Sekian lama bekerja dengannya dan akhirnya menjadi sepasang kekasih, Feng ran masih belum percaya seorang Chang an yang dikenal kekonyolannya bisa mengucapkan kata-kata yang menyentuh hati....


" Kenapa wajahmu memerah?"


" Jangan ditanya....aku malu......" rengek Feng ran


Chang an pun tertawa geli dan mendekap kekasihnya dengan sayang ...


*****


Hello guys...... tetap dukung dan ikutin cerita ini yah


Sorry sorry too say.... jarang update


Kesibukan bulan ramadhan cukup menguras waktu dan tenaga


Ini aja aku sempet sempetin update cerita walaupun mata yang sudah merem melek


So..... jangan lupa like vote dan comentnya, hadiahnya juga otte...


See you next time 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2