
" Kalian sudah gila ya? Apa kalian mau mati?" bentak Cheng lan pada penjaga gerbang bukit xiao lie
Yah saat ini dirinya tengah menemani junjungannya untuk bertemu dengan pemilik bukit yang tak lain adalah xiao lie, nona kecilnya dulu
Tapi sekarang tak lagi, sebenarnya Cheng lan cukup kecewa dengan junjungannya tapi mau bagaimana lagi, semuanya diluar kendalinya
" Maafkan kami tuan, kami hanya menjalankan tugas
Lagipula nona sudah tak berada di kediaman sekarang" jawab salah satu penjaga
Cheng lan mengerutkan keningnya bingung, apa maksudnya dengan sudah tak ada?
" Apa maksudmu?"
" Maaf tuan kami tidak berkewajiban untuk menjawab pertanyaan tuan" saut penjaga yang lainnya
Kemudian hal tak terduga membuat Cheng lan, putra mahkota beserta rombongannya tercengang
Bagaimana tidak?
Penjaga penjaga itu berbalik pergi dan menutup gerbang masuk bukit
" Apa kita sudah diusir secara tak langsung?" tanya putra mahkota dengan wajah bodohnya
Cheng lan dan Gu Jun hanya bisa meringis dan menganggukkan kepalanya
" Hancurkan saja gerbang ini, berani beraninya mereka memperlakukan diriku seperti ini"
Cheng lan lagi lagi hanya bisa menghela nafas pasrah melihat kebodohan putra mahkota
" Maaf yang mulia, sekalipun kita mengerahkan seribu prajurit kita belum tentu bisa merobohkan gerbang ini"
" Kenapa ?"
" tembok pembatas dan gerbang ini dibuat dari baja berkualitas tinggi dari westland yang mulia
Dan yang saya dengar semuanya dibuat berlapis lapis
Jadi mustahil sekali untuk dihancurkan"
" Apa ada yang seperti itu?" tanya Xuan Yi yang masih belum percaya
" Ini buktinya ada yang mulia"
" Kenapa istana tak membuat yang seperti ini juga?" tanya Xuan Yi seraya menatap kagum gerbang yang menjulang tinggi di depannya
" Istana tak sekaya nona xiao lie yang mulia
Apa kita akan terus menunggu disini yang mulia?" tanya Cheng lan yang sudah jengah menjawab pertanyaan random dari junjungannya
" Tidak, kita kembali ke ibukota
Sun Jian tak mau menempati kediaman yang disediakan ibunda
Lagipula menurutku itu terlalu jauh dari istana
Cheng lan coba kau cari kediaman yang masih berada dalam kawasan ibukota"
" Sebelumnya mohon maaf yang mulia, saya hanya mengingatkan kalau keuangan anda sedang dibatasi oleh yang mulia permaisuri"
" Astaga aku melupakan itu, lalu aku harus bagaimana?
__ADS_1
Sun Jian terus menangis karena tak mau tinggal di tempat itu, lagipula kenapa ibunda memberikan kediaman yang sempit itu untuk istriku?" gerutu Xuan Yi
Cheng lan dan Gu Jun hanya bisa saling pandang
Mereka berdua tersenyum miris menatap putra mahkota, kediaman sempit katanya?
padahal permaisuri menyediakan tempat di distrik para bangsawan kelas menengah ke atas tinggal
Sungguh tak bisa dipercaya.....
Disisi lain Xiao lie dan rombongannya tengah menikmati perjalanan mereka
Xiao lie tak terlalu terburu-buru untuk sampai di westland
Dia ingin menikmati suasana perjalanan yang ada
Tapi kenikmatannya itu berubah menjadi kebingungan ketika ia bertemu dengan satu rombongan
Lebih tepatnya bukan bertemu tapi seperti di jemput
Dan tebak siapa rombongan itu?
Yap..... rombongan tuan Kevin
Entah ada angin darimana tiba-tiba rombongan tuan Kevin dengan baik hatinya berniat menjemput rombongannya
Padahal dia tak terlalu akrab dengannya
Dan saat ditanya pun tuan Kevin itu hanya diam saja malah bawahannya yang menjawab
" Tuan tuan sebenarnya tak perlu repot-repot menjemput kami, lagipula kami masih ingin menikmati perjalanan dan tak terburu-buru memasuki westland" ucap xiao lie kepada pemuda tampan di depannya, Kevin xu
Tapi jangan salah, walaupun berwajah indah pesona tubuhnya tak bisa diragukan lagi
Bahkan xiao lie sudah menjadi the real anak kecil jikalau berdiri berhadapan dengannya
Untung saja saat ini mereka semua tengah duduk berhadapan di atas karpet yang dibentangkan
Yah..... saat ini mereka tengah beristirahat untuk mengisi tenaga terlebih dahulu
Sebenarnya hari belum beranjak siang dan rombongannya belum terlalu lelah, tapi ketika melewati padang rumput yang yang luas xiao lie ingin memanjakan matanya sejenak
Jadilah seperti ini, dan yang lebih bagusnya lagi adalah entah kenapa para pelayannya menggelar karpetnya agak berjauhan dari yang lainnya
Kan ia jadi bingung harus membicarakan apa dengan lawan bicaranya saat ini....
" Kau tak nyaman denganku?" tanya Kevin tiba-tiba
" Ah....apa? tentu saja nyaman tuan" jawab Xiao lie dengan sedikit gugup
" Aku mendengar berita tentangmu dari Hao Mei, apa kau akan diam saja?"
" Tentu tidak tuan, seperti yang anda lihat
Saya begitu menghormati dan menjaga orang orang di sekeliling saya, tentu saja saya tak terima ada orang yang dengan seenak hatinya menyakiti mereka"
" Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Kevin seraya menatap xiao lie tepat pada bola matanya
Entah kenapa ia selalu ingin menatap mata biru itu, terlihat indah dan seperti menyedot dirinya untuk menyelaminya
Xiao lie sendiri sudah memerah karena ditatap sebegitu intens oleh orang yang baru dikenalnya
__ADS_1
Apalagi jarak wajah mereka cukup dekat
Dan jangan lupakan puluhan orang yang diam diam tengah memperhatikan mereka berdua
Astaga.....ia rasanya ingin menenggelamkan diri saking malunya
Ehemm.....
Suara deheman dari Chang an menyadarkan Xiao lie dan Kevin dari pikirannya masing-masing
Dan dengan canggungnya mereka berdua memalingkan wajahnya ke arah lain
Chang an sendiri mendengus geli dan sesekali menatap tajam pemuda yang duduk di depan nonanya itu
Walaupun Hao Mei sudah mengingatkannya untuk bersikap baik padanya, Chang an tak mau dan tak perduli
Lebih baik ia berantisipasi terlebih dahulu daripada melihat nonanya terluka lagi
Hal itu adalah hal yang paling ingin ia hilangkan dalam hidup nonanya
Feng ran yang duduk di samping Chang an hanya bisa mengelus lengan kekasihnya
Yah kekasih..... mereka berdua telah menjalin hubungan atas paksaan dari nonanya
Sebenarnya walaupun tak dipaksa mereka juga akan tetap menjalin hubungan, hanya saja tak tau kapan
" Sepertinya tuan Kevin lelaki baik...."
Chang an menatap Feng ran dengan raut wajah tak sukanya saat mendengar kekasihnya itu memuji lelaki lain
" Hey.... aku hanya melihatnya dari sudut pandang ku saja, lagipula aku mencintaimu dan tak akan melirik lelaki lain
Apalagi dengan kondisi ku yang seperti ini"
" Sudah hentikan Feng ran, aku tak menyukai dirimu yang selalu merendahkan kondisi mu sendiri
Bagiku kau gadis yang paling sempurna dan akan selalu seperti itu sampai kapanpun"
Feng ran mengangguk dan memeluk Chang an dengan wajahnya yang memerah
Sekian lama bekerja dengannya dan akhirnya menjadi sepasang kekasih, Feng ran masih belum percaya seorang Chang an yang dikenal kekonyolannya bisa mengucapkan kata-kata yang menyentuh hati....
" Kenapa wajahmu memerah?"
" Jangan ditanya....aku malu......" rengek Feng ran
Chang an pun tertawa geli dan mendekap kekasihnya dengan sayang ...
*****
Hello guys...... tetap dukung dan ikutin cerita ini yah
Sorry sorry too say.... jarang update
Kesibukan bulan ramadhan cukup menguras waktu dan tenaga
Ini aja aku sempet sempetin update cerita walaupun mata yang sudah merem melek
So..... jangan lupa like vote dan comentnya, hadiahnya juga otte...
See you next time 🥰🥰🥰
__ADS_1