Love In The Palace

Love In The Palace
Episode 40


__ADS_3

" Sepertinya saya harus pergi yang mulia, saya ingin melihat lihat indahnya hutan Neverland


Saya pamit yang mulia, tuan putri" xiao lie pergi setelah berpamitan dan membungkuk pada permaisuri dan putri Shan Shan


Untuk selir dan yang lainnya xiao lie tak perduli, ia tak menyukai mereka semua


Xiao lie pergi berjalan kaki ke sekitar tanah lapang deng Feng ran dan dua pengawalnya


Hutan Neverland adalah hutan pribadi milik istana, letaknya tepat di belakang istana Neverland


Hanya orang-orang yang memiliki izin yang bisa memasuki hutan ini, dengan begitu hutan Neverland tampak asri dan terjaga


Tak seperti kebanyakan hutan lainnya yang sudah banyak dijamah manusia


Ketenangan xiao lie lenyap ketika di depannya ada drama satu pria yang tengah direbutkan dua wanita


lelaki dan salah satu wanita itu tampak mengenakan pakaian layaknya bangsawan lainnya


Sementara satunya lagi seperti memakai seragam khas istana


Seketika fikiran xiao teringat akan asal usul dunia yang ia tinggali sekarang


Bahkan sudah setahun lebih, xiao lie pikir alur novel itu sudah hancur, tapi sepertinya itu bahkan belum dimulai sama sekali


Jika dilihat lihat mungkin mereka adalah tokoh penting dalam novel itu


" Jiejie siapa mereka ?" tanya xiao lie pada Feng ran


" Pasangan sensasional di Neverland nona" jawab Feng ran seraya terkekeh geli


Xiao lie mengerutkan keningnya bingung, kenapa Feng ran terlihat geli dan juga kedua pengawal dibelakangnya pun tampak menahan tawa


" Yang benar jiejie, aku tak tau mereka siapa dan juga kenapa pula harus bertengkar di tempat terbuka seperti ini"


" Lelaki itu tuan muda dari keluarga Bai nona, keluarga Bai adalah bangsawan kelas menengah di ibukota


Sedangkan perempuan cantik yang tampak marah marah itu adalah nona nie, putri dari pengurus biro kesehatan. Lalu perempuan yang menangis itu Sun jian, koki dari biro makanan"

__ADS_1


" Wah, apa mereka seterkenal itu sampai sampai jiejie mengenali mereka dengan detail?" tanya xiao lie seraya bertepuk tangan kecil


" Mereka terkenal karena sensasi mereka nona.


Tuan muda Bai itu adalah tunangan dari nona nie xiulin tapi ia menjalin kasih dengan Sun jian


Dan sudah menjadi makanan sehari-hari untuk warga ibukota melihat drama seperti yang nona lihat sekarang"


Xiao lie mengangguk mengerti " Sepertinya tuan muda Bai itu katarak jiejie, dilihat dari manapun nona muda nie itu gadis yang cantik yah walaupun sepertinya agak galak"


" Nona benar tapi katarak itu apa nona?" tanya Feng ran bingung


Xiao lie menggeplak keningnya pelan, ia lupa bahwa tak semua hal bisa ia katakan secara gamblang di sini


" Penyakit mata jiejie, itu bahasa kuno dari Eastland"


Feng ran mengangguk kemudian kembali menikmati tontonan gratis di depannya


Xiao lie pun ikut menikmati hiburan di depannya kapan lagi bisa menikmati drama gratis


Tapi kenyamanannya dihentikan oleh suara tamparan yang begitu keras


Xiao lie pun menghampiri ketiga orang itu, ia paling tak tahan jika melihat laki-laki yang kasar terhadap wanita, terlepas wanita itu salah atau tidaknya


Xiao lie menghampiri nie xiulin yang masih duduk di tanah karena kerasnya tamparan bai Ju


" Bangun, jangan merendahkan dirimu untuk lelaki tak bermoral seperti ini" ucap xiao dengan nada dinginnya


Nie xiulin kemudian bangun dengan dibantu Feng ran


Sementara Bai Ju yang merasa terhina dengan kata-kata xiao lie pun meradang, tapi begitu lengannya dielus oleh tangan lembut kekasihnya amarahnya seketika menguap entah kemana


Xiao lie yang melihat adegan itu bergidik jijik, sepertinya para pemeran protagonis di depannya ini jauh dari ekspetasinya


" Hey daripada kau senyam-senyum tak jelas, lebih baik bawa tunanganmu ini pulang, dia terluka karena mu jadi kalau kau masih merasa seorang lelaki bertanggungjawab lah" sentak Xiao lie dengan nada sarkas


" Hey nona anda tidak boleh berbicara kasar seperti itu, tuan muda Bai Ju hanya membela yang benar

__ADS_1


Nona muda nie telah menganiaya saya" ucap seorang wanita yang memakai seragam istana yaitu Sun Jian


Xiao lie menatap Sun Jian dari atas sampai bawah lalu kembali lagi dari bawah sampai ke atas


" Tak ada yang luka tuh, malah nona ini yang sudah jelas terlihat lukanya" ucap xiao lie seraya menunjuk Nie xiulin yang berada di samping Feng ran


" Kau pelayan siapa, berani beraninya berbicara kasar terhadap ku yang seorang tuan muda?" tanya Bai Ju dengan nada sombongnya


Xiao lie melirik penampilannya sendiri, terlihat cantik dan barang yang ia pakai semuanya produksi dari tokonya sendiri yang tentu saja harganya tak main-main " Apa aku terlihat seperti pelayan Jiejie?" tanya xiao lie kepada Feng ran dengan wajah cemberut yang tertutup cadar


Feng ran menggelengkan kepalanya dengan wajah datar, dia emosi mendengar nonanya disebut pelayan


" Well....aku bukan seorang pelayan dan kalaupun aku memang seorang pelayan itu bukan urusanmu" ucap xiao lie acuh


" Maafkan Bai Ju nona, tolong masalah ini jangan diperpanjang lagi. Saya mohon" ucap Nie xiulin kepada Xiao lie dengan tatapan penuh permohonan


Nie xiulin melakukan itu karena ia pernah melihat Xiao lie tengah bercengkrama di koridor istana dengan putra mahkota, dari situ nie xiulin yakin kalau nona bercadar di depannya ini bukanlah orang yang bisa ia singgung seenaknya


Xiao lie tersenyum tipis mendengar isi pikiran Nie xiulin, dari tadi xiao lie fokus melihat bola mata nie xiulin yang tengah memandangnya


" Terlihat jahat tetapi yang sebenarnya adalah gadis pintar, hanya saja nasibnya kurang beruntung karena mencintai pria brengsek yang suka selingkuh" batin xiao lie


Untuk Bai Ju dan Sun Jian, Xiao lie tak perlu banyak mengeluarkan tenaganya guna melihat pikiran kedua orang itu, dari aura dan tingkah lakunya saja ia sudah tau kalau kedua orang di depannya ini tak sebaik yang orang kira


" Kenapa kau memohon padanya? harusnya kau menggunakan kekuasaan ayahmu itu untuk menghukum gadis sial ini" bentak Bai Ju kepada Nie xiulin seraya jari tangannya menunjuk nunjuk xiao lie


Xiao lie yang melihatnya pun memutar bola matanya malas, ia kemudian melirik Feng ran sebagai kode untuk meninggalkan tempat ini, tapi sebelum itu....


" Kau pikir kau bisa pergi seenaknya setelah bersikap kurang ajar padaku?" bentak Bai Ju kepada Xiao lie dan tangannya berusaha meraih cadar yang di kenakan xiao lie, tapi tentu saja xiao langsung sigap memegang pergelangan tangan kanan Bai Ju yang akan menarik cadarnya dan


Krekkk......


*****


Terimakasih sudah membaca ceritaku


Jangan lupa like vote dan comentnya guys

__ADS_1


see you next time 🥰🥰🥰


__ADS_2