
Plaakk.....
Tamparan keras Xuan Yi dapatkan begitu ia memasuki kediamannya
Sejenak ia terkejut dan ingin marah, tapi begitu mengetahui siapa pelakunya, ia hanya bisa menundukkan kepalanya saja
" Apakah ini ajaran yang sudah ibunda dan ayahmu ajarkan Xuan?" tanya Permaisuri dengan nada tingginya
Xuan Yi hanya bisa menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan ibundanya
" Jangan diam saja, angkat kepalamu dan jawab pertanyaan ibunda?" bentak permaisuri
Ia semakin meradang karena melihat putranya yang hanya diam saja
" Aku salah ibunda, maafkan aku...."
" Saat ini aku tak butuh maafmu Xuan, kau membuat ibumu ini kehilangan muka
Apa salah xiao lie sampai sampai kau memperlakukannya seperti itu?" tanya permaisuri dengan nada yang hampir berbisik di akhir kalimatnya
Emosinya seperti dipermainkan jika menghadapi sikap putranya yang sudah jauh berubah
Selama ini ia terlalu sibuk mengurusi urusan Harem istana sampai sampai ia mengesampingkan gosip yang beredar mengenai putranya
Ia pikir itu hanya sekedar gosip biasa untuk menjatuhkan putranya, tapi ternyata realitanya jauh dari apa yang ia bayangkan
Ternyata kenyataannya lebih parah ketimbang gosip yang sudah beredar
Ia merasa gagal mendidik putranya, memang benar memiliki lebih dari satu wanita adalah hak yang wajar bagi penguasa
Tapi hal itu juga tidak bisa dilakukan dengan semena-mena
Apalagi dari awal Xiao lie mau menerima pertunangan dengan putranya dengan syarat ia menjadi wanita satu satunya di hidup putranya
Sebenarnya kaisar tak sependapat dengan permintaan Xiao lie tapi karena dirinya memohon untuk mengabulkan, maka kaisar akhirnya luluh
Lagipula permaisuri yakin dengan kemampuan Xiao lie seorang, ia mampu menjadi pendukung terkuat untuk putranya
Tapi nyatanya putranya sama saja seperti lelaki kebanyakan yang tak tahan akan godaan wanita
" Apa kau lupa perjuangan dirimu untuk mendapatkan xiao lie?
Kalau kau lupa ibunda bisa mengingatkan mu"
" Xuan ingat ibunda, hanya saja aku merasa memiliki hak untuk menjadi dominan
Xiao lie terlalu tinggi untuk ku ajak berjalan bersama ibunda, dan aku sedikit tak suka akan hal itu"
" Jadi karena itu kau memilih wanita rendahan, agar kau bisa menjulang tinggi, begitu Xuan?" tanya permaisuri dengan nada sarkasnya lagi
" Sun Jian bukan wanita rendahan ibunda" ucap Xuan Yi dengan nada tingginya
Permaisuri Li mei mundur beberapa langkah karena terkejut, raut wajahnya mendadak sendu saat menatap putranya
" Bahkan sekarang kau berani meninggikan suaramu di depan ibunda" Permaisuri melangkah mundur lagi dan menggeleng tak percaya
__ADS_1
Air matanya pun tanpa ia minta mulai mengalir di pipinya
" Bukan .....bukan begitu ibunda....ibunda" Xuan Yi gelagapan dan mencoba mengejar ibunya
Tapi pengawal ibunya mengehentikan dirinya
Ia sungguh tak sengaja meninggikan suaranya
Di kejauhan dua orang lelaki dewasa mengamati drama ibu dan anak itu
Lelaki yang lebih muda terus melongo dan menggelengkan kepalanya tak percaya akan apa yang ia lihat
Sedang yang lebih tua hanya menatap ke depan dengan wajah datarnya
" Kakak pertama sungguh sudah berubah, bukan begitu kakak?" tanya lelaki yang lebih muda
Lelaki yang lebih dewasa yang tak lain adalah pangeran pertama hanya menganggukkan kepalanya menjawab ucapan sang adik, pangeran kedua
" Aku jadi kasihan dengan nona xiao lie, dia begitu cantik dan pintar tapi harus merasakan sakit hati karena ulah kakak pertama
Bahkan sekarang ia melarikan diri dari Neverland"
Pangeran pertama berdecak dan memutar bola matanya malas mendengar ucapan sang adik
Entah dimana ia taruh otaknya itu, untung saja kemampuan fisiknya jauh di atas rata-rata, kalau tidak mungkin ia sudah menjadi sampah di istana
" Hentikan ocehanmu itu, nona xiao tak sesederhana yang kau pikirkan
Menurutku keterdiamannya ini lebih menakutkan"
Karena ia tau dan yakin kalau semua jawabannya itu selalu salah di mata kakaknya
****
Xiao lie menatap sekumpulan penduduk di depannya miris, kelaparan kedinginan dan menderita
Perbatasan hanya beberapa puluh kilo lagi dari tempatnya singgah
Tapi kenapa masih ada penduduk yang menderita
Ia pikir setelah laporannya beberapa waktu lalu, masalah ini sudah diatasi, tapi nyatanya nol besar
Sebenarnya apa yang dilakukan orang-orang istana itu, apa mereka buta dan tuli sampai sampai tak mengetahui keadaan penduduk
" Seberapapun baiknya pemimpin tapi hal seperti ini tak bisa terelakkan nona
Menjadi pemimpin tak bisa mengandalkan kebaikan saja, harus ada kekuatan dan ketegasan yang mengiringinya" saut Kevin yang tiba-tiba duduk di sampingnya
Xiao lie mengernyitkan dahinya melihat lelaki yang duduk di sampingnya
" Aku pikir tuan muda seperti mu tak pantas duduk seperti ini tuan"
" Tak ada yang salah dengan ini, memang kenapa?"
" Lihatlah kebelakang, pengikutmu sudah kalang kabut melihat junjungannya duduk lesehan di tanah" ucap xiao lie seraya melirik beberapa orang yang panik di belakangnya
__ADS_1
Sementara sang pelaku hanya mengedikkan bahunya tak perduli dan mengusir orang-orangnya
" Mengenai perkataan mu tadi cukup masuk akal, tapi akan lebih masuk akal lagi kalau disampaikan kepada pemimpin kekaisaran ini
Karena dialah yang bertanggungjawab atas kekacauan rakyat yang ia pimpin"
" Sepertinya ku salah paham....
Aku membicarakan dirimu, masalah kekaisaran ini bukan urusanku nona kecil"
" Aku?..... kenapa aku?"tanya xiao lie bingung
" Kau terlalu baik, bahkan orang yang menerima kebaikan mu sudah berbalik mengigit
Tapi kau tak melakukan apapun"
" Siapa bilang....?"
Xiao lie menatap lelaki di depannya dengan penuh arti
" Aku hanya membiarkan mereka waktu untuk menikmati hidup mereka sejenak, didalam kamus hidupku tak pernah berubah tuan
Berani menyentuh orangku, maka harus berani menanggung resikonya
Menggigit dan digigit adalah hukum alam tuan, tapi alangkah baiknya jikalau sang penggigit itu mengetahui mana yang bisa digigit dan tidak....
Mau makan sesuatu tuan?"
Kevin kembali ke alam sadarnya ketika gadis di depannya menawarkan makanan
Beberapa saat lalu ia terpaku melihat sisi lain dari gadis kecil di depannya ini
Benar kata Hao Mei, nonanya tak semanis penampilannya
Sungguh kasihan sekali orang yang berani menyinggung gadis kecil di depannya
Atau ia bisa memanggilnya monster kecil mulai sekarang?
" Hei kenapa malah melamun? mau makan tidak?" tanya xiao lie seraya menjentikkan jari di depan Kevin
" Bukankah makanan kita sudah habis karena kau bagikan kepada mereka?" sindir Kevin
Xiao lie hanya bisa meringis begitu meringis mendengar sindiran Kevin
Tapi mau bagaimana lagi, penduduk di depannya jauh lebih membutuhkan
Lagipula begitu melewati perbatasan rombongannya bisa kembali memenuhi kereta makanan mereka
" Masih ada bahan mentah di kereta, ayo kumasakkan sesuatu untukmu dan orang-orang kita" ajak xiao lie seraya menggandeng jemari Kevin
Kevin terpaku dengan wajah memerah, sentuhan kecil di jarinya sudah menggetarkan hatinya
Apalagi ketika mendengar xiao menyebutkan kata kita, walaupun Kevin tau arti kata itu berbeda dengan apa yang ia pikirkan
Tapi tak ayal hal itu membuat dirinya senang
__ADS_1
*****