
" Masih berani untuk melanjutkannya xiao lie?" tanya Kevin
" Tentu saja siapa takut" tantang xiao lie yang membuat Kevin lagi-lagi terkekeh geli
Mereka berdua pun memasuki lorong yang terbuka itu dengan tangan yang bergandengan tangan
Ngomong-ngomong sepanjang lorong, obor obor sudah menyala dengan sendirinya
Entah bagaimana caranya, saat xiao lie bertanya pun Kevin hanya menjawabnya dengan senyuman
Cukup lama mereka berdua menjelajahi lorong itu sampai akhirnya mereka bertemu anak tangga yang menurun, dengan hati-hati Kevin pun menuntun xiao lie untuk menuruni anak tangga yang cukup panjang itu
Sampai pada ujung anak tangga pun perjalanan mereka belumlah menemukan hasil, mereka berdua malah disuguhkan dengan jembatan gantung yang cukup panjang
Namun di bawah jembatan itu ada sungai yang sangat deras alirannya
Entah darimana sungai itu berasal
" Lie.....mau kembali? sepertinya ini sangat berbahaya" ucap Kevin
Ia tak takut meneruskan perjalanannya, tapi ia takut kalau sampai ada apa-apa dengan gadisnya
" Aku berani tuan, lagipula sebentar lagi sepertinya akan sampai
Diujung sana ada ruangan yang sangat terang, ayo kita lanjutkan"
" Baiklah kalau begitu hati-hati, pegang tanganku erat-erat lie" balas Kevin seraya menggenggam erat tangan Xiao lie dan dengan perlahan meniti jembatan gantung itu
Sesampainya di ujung jembatan, benar saja ada sebuah ruangan yang cukup besar dan bercahaya
Cahaya itu berasal dari batu-batuan berkilau yang mengelilingi ruangan
" Batu apa ini? jika dilihat sekilas ini seperti permata tapi ternyata jelas sangat berbeda " gumam xiao lie, tangannya meraba-raba ke sekeliling batu-batuan itu
Jangan lupakan jika dirinya adalah seorang gadis yang mata duitan, semua yang ada di depannya bisa saja menjadi sebuah uang
" Ini memang permata lie, lebih tepatnya permata dari klan naga
Dan juga jangan melihat sesuatu yang berkilau saja, coba lihat di depan sana ada apa?"
" Ada apa? batu besar itu yang kau maksud tuan?" tanya xiao lie heran, pasalnya yang ditunjuk kevin adalah seonggok batu besar yang berdiri di tengah ruangan
Tanpa menjawab pertanyaan xiao lie, Kevin bergerak mendekati batu itu dan ia mengamatinya dengan seksama
Lalu tangannya menyentuh atas batu itu dan......
__ADS_1
Srett
Srett
Srett
Batu-batuan permata yang menempel di dinding ruangan itu bergerak dan berkumpul menjadi anak panah yang siap meluncur
Namun ratusan anak panah itu tak lantas langsung meluncur seakan menunggu sesuatu
" Tuan Kevin, apa yang anda lakukan?" pekik xiao lie
" Sepertinya aku salah strategi, lie coba kesini"
Xiao lie pun menghampiri kevin dengan perasaan yang masih was-was
Takut-takut kalau anak panah itu tiba-tiba meluncur kalau ia salah gerak atau apa
" Coba pegang batu ini lie" pinta Kevin setelah xiao lie berdiri di belakangnya
" Jangan mengada-ada ya, aku belum mau mati, aku masih mau menikah punya anak dan menikmati uang-uang ku" ucap xiao lie terang-terangan, mana mau ia menjadi bahan percobaan
" Astaga, aku yakin batu ini akan bisa terbuka karena sentuhan mu lie
Sungguh, aku berjanji akan melindungi mu kalau hal yang tak diinginkan terjadi "
Dengan perasaan takut-takut, xiao lie menyentuh batu besar itu
Beberapa detik ia menyentuh tak ada yang terjadi namun di detik selanjutnya ada pergerakan dari batu-batuan permata yang membentuk anak panah tadi
Baru saja Kevin akan bereaksi, ternyata batu-batuan itu kembali menempel ke dinding ruangan seperti semula
Dan batu yang xiao lie pegang kini bergetar dan terbelah menjadi dua
" Tuan kevin......ini, ini apa?" tanya xiao lie kaget
Bagaimana tak kaget, saat batu itu terbelah ternyata didalamnya ada setumpuk kertas kertas yang tampak sangat kuno
Namun bukan hal itu yang membuatnya terkejut melainkan sesuatu yang di atas kertas itu
" Sepertinya ini untuk kita berdua" ucap Kevin setelah beberapa lama terdiam
Kevin kemudian mengambil dua buah kalung dengan liontin setengah hati berwarna merah pekat
Dan liontin itu ia yakini berasal dari jantung sang naga, entah untuk apa dan bagaimana dia melakukannya
__ADS_1
Apalagi kalung itu berada di atas sebuah sketsa wajah ia dan xiao lie
Hal itu tentu saja membuat ia dan xiao lie terkejut, tapi yang pasti ia yakin ini suatu pertanda bahwa gadis disampingnya ini adalah benar benar pasangan sejatinya
" Tuan, ini..... bagaimana ini bisa terjadi? apa tuan sebelumnya benar-benar tak pernah datang kesini?" tanya xiao lie yang masih tak percaya dengan apa yang ia lihat
" Aku tak pernah datang kesini lie, lebih tepatnya aku tak bisa membukanya
Bukankah tadi kamu lihat sendiri batu ini bisa terbelah setelah kau sentuh bukan aku, dan juga pintu masuk pagoda ini saja harus kita berdua yang menyentuhnya
Aku tau ini semua diluar nalar mu lie, tapi percaya atau tidak ini benar benar terjadi dan ada" jelas Kevin
" Ya aku akan mencoba untuk mengerti, lalu sekarang apa yang harus kita lakukan?"
" Pakai dulu kalungnya, lalu kita bawa keluar kertas-kertas ini
Kurasa sepertinya tempat ini tak akan bertahan lebih lama lagi "
" Ha.....oh, baiklah "
Walaupun masih kebingungan xiao lie tetap bergerak cepat membantu Kevin membawa kertas kertas kuno itu keluar
Baru saja beberapa langkah mereka keluar dari pintu, tanah kembali bergetar
Dan secara perlahan pagoda yang mereka masuki tadi runtuh
Segera Kevin membawa xiao lie menaiki rakit dan kembali ke seberang sungai
Sesampainya di seberang sungai mereka berdua terdiam menatap bangunan besar yang mereka masuki tadi secara perlahan rata dengan tanah
Dan tak lama dari itu semuanya hilang tertelan oleh aliran sungai besar
" Sungguh tak bisa dipercaya tapi semuanya sangat menakjubkan, terimakasih tuan sudah mengajak saya ikut melakukan petualangan yang menakjubkan ini"
" Ya terimakasih juga untukmu lie, tapi sebelum kita pulang aku ingin mempertegas sesuatu terlebih dulu"
" Apa itu.....?" tanya Xiao lie
" Kalung yang kita pakai saat ini, ini bukan kalung biasa
Dan juga dengan apa yang kamu lihat di dalam tadi, aku yakin sedikitnya kamu pasti mengerti apa maksud dari ini semua lie"
" Tak usah berbelit-belit tuan, maksud tuan saya dan tuan ditakdirkan bersama begitu?" tanya xiao lie blak-blakan
" Emmm ya begitu" jawab Kevin, ia sudah gugup setengah mati tapi gadis di depannya malah terlihat santai-santai saja
__ADS_1
Bahkan ia yakin wajahnya saat ini pasti sudah memerah karena malu