Love In The Palace

Love In The Palace
Episode 55


__ADS_3

" Karena putra mahkota sudah datang kita mulai rapatnya" ucap kaisar seraya memandang putranya sinis


Xuan Yi hanya bisa diam karena ia tau kalau ia bersalah, harusnya sebagai putra mahkota ia datang terlebih dahulu sebelum kaisar


" Sepertinya aku harus menerima ceramahnya lagi selesai rapat" batin Xuan Yi


Fokus Xuan Yi dan semua orang kini tertuju kepada Mentri keuangan yang maju, ia kemudian berlutut dan memulai keluhannya


" Yang mulia jumlah pemasukan kita terus menurun sementara pengeluaran dua kali lipat lebih besar dari pemasukan"


" Bukankah panen kita beberapa bulan lalu sangat bagus, harusnya pemasukan kita juga baik baik saja atau paling tidak stabil" saut putra mahkota


Mentri perdagangan pun ikut maju dan berlutut sebelum ia dipanggil


" Ampun yang mulia, hasil panen memang bagus tapi seperti yang mulia tau sendiri nona xiao lie menghentikan kerja sama dengan istana jadinya saya terpaksa menjual hasil panen keluar Neverland


Tapi sayangnya harga yang mereka patok tak sebagus harga dari nona xiao lie yang mulia


Dan juga karena jarak yang jauh, pengirimannya membutuhkan biaya yang lebih"


" Bagaimana kalau yang mulia putra mahkota menyuruh nona xiao lie untuk bekerja sama dengan istana lagi, bagaimanapun juga nona xiao lie calon putri mahkota kekaisaran Neverland" bujuk perdana menteri


Sebelum Xuan Yi akan menjawab kaisar terlebih dahulu menyela


" Tidak bisa, itu adalah usaha pribadinya tanpa campur tangan politik istana


Dia tak akan mau dan aku sendiri tak mengijinkannya"


Semua Mentri pun terdiam begitu kaisar berbicara, tapi dalam hati mereka tak menerima keputusan itu


Xuan Yi yang menyadari situasi mencoba mencari alternatif lainnya


" Bagaimana kalau pajak masyarakat dinaikkan untuk menutupi kekurangan pemasukan istana"


" Tidak bisa, bukankah pajak tahun ini sudah naik lima kali lipat dari tahun kemarin?" tanya Kaisar seraya menatap menteri perpajakan


" Benar yang mulia" jawab mentri perpajakan seraya berdiri dari tempat duduknya


" Apa? kenapa banyak sekali ayahanda? bukankah itu akan menyulitkan rakyat kecil?" saut putra mahkota


" Nyatanya para rakyat kecil itu tak kesulitan sama sekali membayarnya putra mahkota, malah para bangsawan yang terus mengundur ngundur pembayaran" saut pangeran pertama Ling Mao


Pangeran pertama adalah putra dari selir Ling, selir kedua raja.


Selir Ling memiliki dua putra yaitu Ling Mao dan Ling yusik


Dari kedua putra selir Ling, putra pertamanya lah yang lebih aktif di dunia politik

__ADS_1


Sedangkan putra keduanya lebih memilih kemiliteran


Kelak kalau umur mereka berdua sudah memenuhi syarat, sesuai dengan hukum kekaisaran keduanya akan diberikan wilayah masing-masing agar tak memicu pemberontakan


" Sepertinya yang mulia putra mahkota terlalu sibuk ya sampai tak mengetahui masalah ini?" sindir pangeran Ling


Sementara putra mahkota yang disindir mukanya merah padam, ia merasa tersinggung karena memang benar ia telah lalai melaksanakan tugasnya beberapa minggu ini


" Masalah putra mahkota melalaikan tugas aku akan menegurnya secara pribadi, sekarang kita lanjutkan pembahasan untuk keluar dari situasi ini" titah kaisar


" Apa mungkin sang pencipta marah karena kita melalaikan tradisi dari jaman leluhur kita yang mulia?" ucap perdana menteri


" Apa maksudmu?" tanya Kaisar


Ia sebenarnya mengerti tapi ia ingin memperjelas semuanya


" Dari jaman dulu saat diangkatnya putra mahkota disampingnya sudah harus ada seorang putri mahkota yang mulia, dan juga Bukankah seharusnya yang mulia putra mahkota sudah memiliki calon penerus?


Saya hanya ingin mengingatkan yang mulia, sesuai tradisi dari leluhur kalau calon penerus tahta harus memiliki istri lebih dari satu agar dapat memiliki banyak penerus" jelas perdana menteri


" Apa kau tau apa yang baru saja kau katakan perdana menteri?" tanya Kaisar dengan nada dinginnya


Perdana menteri langsung bersujud ketika mendengar suara dingin kaisar


" Ampuni hamba yang mulia, hamba hanya sekedar mengingatkan. Hamba takut kalau semua kekacauan yang terjadi di Neverland karena kita melalaikan tradisi yang mulia"


Kaisar bimbang, ia kemudian menatap putranya yang tampak terdiam


Saat ini kaisar tengah duduk berhadapan dengan putranya " bagaimana menurutmu?" ucap kaisar membuka pembicaraan


" Aku rasa para menteri ada benarnya ayah" ucap Xuan Yi lirih


Kaisar terkekeh sinis menatap putranya


" Kalau akhirnya kau berpikir seperti ini lalu kenapa kau mau mengikat xiao lie?


Kau tentu tau apa resikonya jika melakukan ini putraku?"


" Lalu aku harus bagaimana ayah?" tanya Xuan Yi seraya mengusap wajahnya frustasi


" Kamu hanya bisa memilih putraku"


" Bagaimana kalau aku tak mau memilih, seberapa besar kekuasaannya tapi dia masih di bawah kepemimpinan Neverland ayah


Kalau dia tak mau aku akan membuatnya mau" tekad Xuan Yi


" Lakukan kalau kau mampu" ucap kaisar dengan nada mengejek kemudian pergi meninggalkan putranya sendirian

__ADS_1


Xuan Yi yang merasa pusing dan stres memilih berjalan jalan keliling istana


Tapi tanpa sadar kakinya malah melangkah menuju biro makanan, disana ia melihat gadis yang beberapa minggu ini memberikan kenyamanan untuknya


Entah kenapa Xuan Yi bisa tertarik dengan gadis itu padahal dia tak sebanding dengan gadisnya tapi entahlah.....


Xuan Yi memang mencintai Xiao lie tapi ia juga ingin memiliki Sun Jian


Tak masalah bukan kalau aku memiliki keduanya


" Xuan Yi....." teriak Sun Jian begitu melihat Xuan Yi tengah memperhatikannya dari luar ruangan


Teman teman Sun Jian sontak melototkan matanya mendengar teriakannya yang sangat tak pantas


Seberapapun dekatnya dia dengan putra mahkota tak sepantasnya ia memanggilnya seperti itu apalagi di kawasan istana


Tapi yang dibicarakan tak perduli dan berlari menghampiri putra mahkota


Putra mahkota yang melihat Sun Jian menghampirinya kemudian menggenggam tangan gadis itu lalu membawanya pergi


Xuan Yi merasa nyaman dengan Sun Jian, dia merasa seperti dibutuhkan saat bersamanya


Perjalanan mereka terhenti ketika mereka berpapasan dengan permaisuri Li Mei


Xuan Yi dan Sun Jian sontak membungkukkan badannya memberi hormat


Tapi permaisuri tak mengeluarkan sepatah katapun, ia menatap datar kearah putranya dan gadis pelayan yang tengah bergandengan tangan di depannya


Tanpa aba-aba permaisuri langsung menampar gadis pelayan itu sekencang-kencangnya


Xuan Yi yang melihat Sun Jian ditampar ibundanya langsung berusaha untuk membantunya


Tapi sebelum itu suara ibundanya menghentikan Xuan Yi


" Kalau kau masih menghormati ku jangan pernah mendekatinya" ancam permaisuri seraya menatap putranya tajam


" Tapi aku mencintainya ibu" teriak Xuan Yi


Permaisuri tak terkejut sama sekali, ia tetap menatap putranya tajam


Karena ia tau putranya sedang tak mengenali perasaannya sendiri


Dia hanya terlalu nyaman saat ada seseorang yang mengisi kekosongan di hatinya


*****


Terimakasih sudah membaca ceritaku

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan comentnya guys


See you next time 🥰🥰🥰


__ADS_2