
Xiao lie pulang dengan Hao Mei dan rombongannya, Hao Mei sendiri tak ingin mengambil resiko diceramahi teman temannya karena membiarkan nonanya kabur lagi
Sesampainya di kediaman Xiao lie turun dari kuda dan langsung disambut dengan tatapan tajam dari jiejienya
" Hehehe, maaf jiejie aku hanya ingin bermain" ucap xiao sambil memegang tangan Feng yan
Diantara semuanya, Feng yan lah yang mudah khawatir
" Jangan diulangi lagi nona, kami khawatir
Kalau nona ingin jalan jalan bawalah salah satu dari kami" ucap Feng yan yang diangguki xiao lie dengan antusias
" Kalau begitu ayo masuk, kenapa kalian masih berdiri di sini?" tanya xiao lie bingung
" Di dalam ada putra mahkota nona, maaf kami tak bisa menghentikannya"
Xiao lie sedikit terkejut, tapi tak berlangsung lama
Ia sendiri tak mau lari dari masalah
" Kalau begitu aku masuk, kalian bisa mengerjakan tugas kalian lagi"
Xiao lie pun memasuki kediaman dan menunju ruang tamu, di depan pintu sudah ada Cheng lan dan gu jun yang berjaga
" Salam putra mahkota....."
Xuan Yi yang sedari tadi menunduk kini mendongakkan kepalanya mendengar suara lembut dari seseorang yang sedari tadi ia tunggu
" Kau dari mana lilie, kenapa orang-orang mu tak tau kau pergi kemana?" tanya Xuan Yi dengan tatapan penuh khawatir
" Hanya berjalan jalan saja, sayang tadi pergi bersama Hao Xiang Gege tapi kami berpisah di jalan" jawab Xiao lie dengan nada datarnya
Xuan Yi yang mendengar jawaban datar dari gadisnya meremas tangannya gugup
Jujur ia amat sangat ketakutan kalau-kalau gadisnya tak mau lagi bersamanya
" Aku minta maaf...."
Xiao lie tak bergeming, ia hanya berdehem untuk menjawab pertanyaan dari Xuan Yi
" Maafkan aku lilie...." ulang Xuan Yi dengan nada melasnya
Xiao lie sejenak menatap Xuan Yi yang tampak kacau
" Yang mulia ada perlu apa datang ke kediaman saya?"
__ADS_1
Pertanyaan dari gadisnya membuat Xuan Yi tambah kalut sampai tak sadar air matanya menetes
" Aku mohon maafkan aku, aku memang lemah tapi aku janji akan belajar lebih kuat lagi lilie
Jangan tinggalkan aku, aku mohon" Xuan Yi menggenggam tangan Xiao lie sambil menangis memohon padanya
Xiao lie yang tak tega pun menarik putra mahkota itu kedalam pelukannya
Xiao lie menepuk-nepuk punggung Xuan Yi berusaha menenangkan pria yang sedang kalut itu
Xuan Yi sendiri terkejut ketika gadisnya memeluk dirinya, rasa bahagia dan hangat menjalari hatinya saat merasakan pelukan gadisnya
Xuan Yi pun tanpa ragu membalas pelukan gadisnya, ia menaruh kepalanya ke pundak kecil gadisnya dan mencoba menghirup aroma tubuh gadisnya yang memabukkan
Setelah beberapa saat kemudian Xiao lie melepaskan pelukan mereka, ia mengusap pelan wajah Xuan Yi yang penuh air mata
Xiao lie menatap bola mata Xuan Yi dengan intens, mencoba mencari tahu isi pikiran dan hati lelaki di depannya
Sebenarnya Xiao lie sudah lama dan tak mau lagi melakukan hal ini karena itu cukup menguras energinya. Setelah menemukan jawaban yang ia cari, xiao dengan berani mengusap rambut hitam lebat Xuan Yi
Xuan Yi sempat menegang saat mendapat perlakuan manis dari gadisnya, tapi kemudian ia menikmati semuanya sampai akhirnya ucapan gadisnya kembali memukul telak dirinya
" Anda baik putra mahkota, sayapun tau perasaan anda kepada saya tak main-main. Tapi saya tak bisa hidup hanya bermodalkan kata-kata cinta saja
Pikirkan ucapan saya baik baik yang mulia"
Cheng lan dan Gu Jun yang melihat kepergian xiao lie bergegas masuk
" Apa terjadi sesuatu yang mulia?" tanya Cheng lan begitu melihat junjungannya berwajah pias
Xuan Yi menggelengkan kepalanya, dan mengajak kedua bawahannya pergi
Xiao lie yang tengah duduk di rumah pohon menatap kepergian putra mahkota dengan tatapan datar
Xiao lie menyukai pria itu tapi rasa sukanya belum berada dalam tahap ingin berkorban untuknya
Malam harinya xiao lie kembali melakukan kegiatan rutinnya yaitu berkumpul dengan jiejie dan gegenya
" Chang an Gege, sudah sampai di mana progres pembangunan toko?"
" Baru satu per empat yang selesai nona, tapi kemarin saya menambah pegawai jadi mungkin bisa lebih cepat" jawab Chang an
" Baguslah, oh ya bagaimana dengan desa Salamander? apa mereka sudah menentukan keputusan?" tanya xiao lie seraya menatap Hao Xiang
Hao Xiang yang sedang asyik makan hampir tersedak karena pertanyaan tiba-tiba dari xiao lie
__ADS_1
Sedangkan yang bertanya hanya bisa menyengir tanpa dosa melihatnya terbatuk-batuk karena tersedak
" Kau jahat sekali nona, kepala desa itu sudah mengirim surat dan mereka setuju dengan usulan nona" jawab Hao Xiang dengan wajah cemberut
Xiao lie tersenyum senang " Feng yan jiejie atur orang untuk mengajar di desa Salamander dan juga bawa bahan makanan untuk warga desa, mereka tak seberuntung dengan desa desa lainnya
Aku sendiri menyesal karena tak membantu rakyat dengan sama rata"
" Nona sudah berusaha, itu bukan kewajiban nona
Lagipula itu salah para menteri bodoh itu yang tak bisa mengatur rakyatnya"
" Nah itu jiejie tau, karena para utusan kaisar itu bodoh jadi kita jangan bergantung dengan mereka
Selagi kita bisa membantu kenapa tidak"
" Nona kalau bicara suka benar hehehe" ucap Chang an sambil cengengesan
Di istana Neverland suasana tampak tegang, Xuan Yi dengan wajah datarnya mengikuti acara makan malam rutin di aula utama
Kaisar dan permaisuri saling lirik kebingungan melihat putranya yang tampak berbeda
Seusai makan malam, kaisar memerintahkan semua orang untuk pindah ke halaman belakang
Kaisar sengaja melakukan itu untuk bisa berkumpul bersama keluarganya, mengingat ia hampir tak mempunyai waktu luang
" Bagaimana kabar kalian.....?" tanya kaisar membuka suara
Semua anggota keluarga menjawab pertanyaan kaisar satu persatu hingga tibalah giliran Xuan Yi
Xuan Yi hanya menganggukkan kepalanya kepada kaisar lalu kembali terdiam lagi
" Aduh ..... kenapa dengan putra mahkota yang tampan ini, kenapa kau tampak suram. Apa ada yang mengganggumu?" tanya selir Rong yan dengan nada centilnya
Xuan Yi hanya melirik selir rong yan acuh dan kembali dengan dunianya sendiri
Karena merasa tak dianggap selir rong yan merasa kesal dan marah tapi ia menahan semuanya karena ada kaisar dan permaisuri di depannya
" Sudahlah, aku hanya ingin mengingatkan lomba perburuan diajukan menjadi lusa karena peramal mengatakan Minggu depan cuaca akan buruk
Kalian bersiap siaplah dan Xuan Yi, aku mengundang nona kecil Xiao lie jadi pastikan kebutuhannya terpenuhi. Hari itu kita sudah mengecewakannya" ucap kaisar
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
see you next time 🥰🥰🥰