
Setelah usainya pesta penyambutan, kini xiao lie disibukkan dengan kegiatan pribadinya
Dia hanya dijadwalkan dua kali dalam seminggu untuk mengunjungi istana, tetapi kalau putra mahkota ada kunjungan atau acara di luar istana Xiao lie diwajibkan untuk mengikutinya
Banyak yang berubah seusai pesta penyambutan, kini xiao lie sering bepergian untuk memantau semua usahanya sendiri
Dia juga tak memakai cadarnya lagi dengan alasan pribadi tentu saja
Saat ini xiao lie tengah memandangi sekumpulan orang yang tengah bahu membahu membangun rumah, ia duduk di bawah pohon besar ditemani Feng ran dan juga Hao Xiang selaku penanggung jawab kamp pelatihan miliknya
Rencananya xiao lie tetap akan menerima budak ataupun orang yang datang padanya selagi orang itu lelaki dan tentunya masih kuat untuk bertarung
Walaupun saat ini dia dalam keadaan yang baik baik saja tapi tak ada yang bisa menjamin kedepannya
Untung saja dengan adanya perjodohan ini pihak istana dan bangsawan tak mempertanyakan dan mengurusi lagi semua yang tengah ia lakukan
" Kapan pembangunan ini selesai Gege, lalu bagaimana dengan aliran sungainya?"
" Pembangunan mungkin akan selesai sekitar dua bulan lagi nona dan mungkin rumah rumah yang kita bangun lebih banyak dari orang orang yang akan menempatinya
Lalu untuk perairan sungainya semuanya sudah beres nona, para pekerja saat ini sedang membuat tembok pembatas sungai seperti yang anda pinta waktu itu" jawab Hao Xiang
" Tak apa Gege aku berencana menerima budak lelaki ataupun pria pengangguran yang mau menjadi pengawal. Lebih baik sekarang Gege cari beberapa pelatih untuk mereka
Dan lagi cari koki lelaki dan pekerja yang bisa di dapur untuk memasak, tak mungkin juga orang orang dari restoran yang terus memasok makanan kesini
Selain jaraknya yang lumayan jauh, akan mengakibatkan pemborosan waktu dan tenaga juga"
" Nona benar, saya kemarin baru saja kepikiran akan hal itu. Saya takutnya terjadi sesuatu dengan pekerja restoran yang kebanyakan wanita
Dan juga mereka sepertinya kewalahan karena harus bekerja dua kali lipat
Saya akan pergi sekarang nona" Hao Xiang pun pamit pergi untuk melaksanakan tugas dari nonanya
Sementara Xiao lie sedang berpikir tentang bagaimana menghabiskan waktunya saat ini
Tak mungkin juga ia terus menatap sekumpulan pria yang sedang bekerja
Beberapa saat kemudian Xiao lie mengingat tentang desa Salamander, ia penasaran dengan perkembangan mereka " Jiejie ayo kita pergi"
Feng ran mengangguk dan kemudian membereskan barang bawaan mereka
" Kita kemana nona ?"tanya Feng ran
" Desa Salamander...."
__ADS_1
Sesampainya di desa Salamander pemandangan yang xiao lie lihat sangatlah berbeda jauh dengan sewaktu ia datang pertama kali dulu
Kalau dulu di sepanjang jalan ada pengemis maupun gelandangan kini yang ada hanyalah pot pot bunga dan pohon kecil yang menghiasi jalan
Xiao lie juga melihat sekumpulan orang tengah mengerjakan sesuatu di teras depan rumahnya masing-masing
Tak menyia-nyiakan waktunya Xiao lie langsung bergegas menuju kedai paman dan bibi Chumu
Begitu memasuki kedai Xiao lie langsung bisa mencium aroma roti yang sangat harum
Bibi Chu yang melihat kedatangan Xiao lie langsung antusias menyambutnya
" Astaga nona datang, mari duduk nona mari
Saya akan memanggil suami saya terlebih dahulu"
Ucap bibi Chu seraya mempersilahkan Xiao lie dan Feng ran untuk duduk lalu kemudian bergegas lari kebelakang untuk memanggil suaminya
Tak lama kemudian pasangan suami-istri itu datang dengan nafas ngos-ngosan nya
" Maafkan kami tak menyambut anda dengan layak nona" ucap paman Chu begitu berdiri di hadapan xiao lie lalu membungkukkan badannya
" Jangan begitu paman aku hanya ingin bertanya tentang kabar penduduk desa saja, bagaimana dengan mereka? Apa mereka menerima pelajaran dengan baik?"
" Terimakasih sebelumnya karena begitu perhatian kepada kami yang bukan siapa siapa ini nona
Warga desa kami menerima pembelajaran utusan nona dengan baik, mereka memilih belajar apa yang mereka minati nona
Tapi ada beberapa orang yang tak tertarik dan bisa mengikuti pelajaran jadinya utusan nona membawa mereka untuk bekerja di salah satu tempat non"
" Baguslah semoga setelah ini perekonomian penduduk desa menjadi lebih baik"
" Tentu nona, dan mengenai model yang nona berikan beberapa waktu lalu
Saya sudah membicarakan hal ini kepada para warga, mereka meminta waktu beberapa bulan lagi untuk membayarnya
Emmmm itu nona, mereka masih harus mencukupi kebutuhan mereka terlebih dahulu
Apalagi kebanyakan mereka tak mempunyai rumah jadinya mereka harus membangun tempat tinggal" ucap paman Chu
Paman Chu berupaya untuk mengatur bahasanya agar tak menyinggung xiao lie, bagaimana pun juga hidupnya dan para warga disini bergantung pada gadis itu
" Apa yang kau bicarakan paman, tak usah memikirkan modal itu. Aku memberikannya dengan cuma-cuma
Aku hanya berharap kau dan wargamu hidup dengan baik, itu saja sudah cukup"
__ADS_1
Paman dan bibi Chu saling pandang, mereka tak percaya akan apa yang mereka dengar barusan
" Nona serius....?" tanya bibi Chu
" Tentu saja bibi, aku lihat kau sekarang juga membuat stok roti yang cukup banyak" ucap Xiao lie seraya melirik tumpukan roti di lemari penyimpanan
Bibi Chu tersenyum lebar sembari menatap roti rotinya
" Itu semua berkat nona, karena warga mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang cukup tinggi, mereka jadi bisa dengan mudah berbelanja kebutuhan mereka nona termasuk roti saya yang kata mereka mahal dulu
Tapi asal nona tau, mereka sekarang bahkan membawa roti dobel untuk di makan sendiri"
Paman Chu memukul lengan istrinya yang berbicara panjang lebar dan tertawa terbahak-bahak di depan xiao lie" Kau ini, yang sopan dengan nona xiao lie"
Gertak paman Chu
" Tak apa paman, nona saya bukan seperti yang paman pikirkan. Nona bahkan mau tidur dan makan dengan pelayan seperti saya ini
Apalagi cuman berbicara dan bercanda dengan bibi"
Ucap Feng ran menengahi paman dan bibi Chu yang sepertinya akan berdebat karena masalah sepele
Sementara Xiao lie kini malah asyik dengan roti hangat dan susu murni yang bibi Chu sajikan untuknya
Bahkan sepiring roti yang disajikan oleh bibi Chu untuk mereka berdua kini ludes di perut rata nonanya
Feng ran sampai heran entah kemana perginya makanan yang nonanya makan
Bahkan perutnya saja tetap rata tak ada lekukan sedikitpun
Bibi Chu yang melihat Feng ran memandangi nonanya yang sudah memakan sepiring roti yang ia sajikan terkekeh geli
Ia sebenarnya juga terkejut melihat nafsu makan gadis secantik xiao lie yang sungguh luar biasa
" Mari silahkan dimakan nona Feng ran, ini masih hangat" ucap Bibi Chu seraya menyajikan satu keranjang kecil penuh berisi roti buatannya
Dan lagi lagi Xiao lie dengan antusiasnya menyambar roti dari depan Feng ran dan mulai memakannya
Ketiga orang di depannya hanya bisa geleng-geleng kepala, tapi mereka tetap senang apalagi melihat pipi Xiao lie yang menggembung karena mengunyah makanan
Sungguh imut sekali Tuhan......
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
See you next time 🥰🥰🥰