
Xiao lie berdiri di depan gerbang masuk bukitnya Ia memandang hamparan padi yang menguning dan sebagian lagi adalah ladang
Tak terasa waktu satu tahun sudah berlalu
Semuanya tampak berubah 360 derajat
Bukitnya kini di kelilingi benteng pertahanan yang kokoh
Dan pemukiman yang xiao lie buat satu tahun lalu pun kini sudah terisi penuh oleh para pekerjanya
Usahanya pun semakin menjamur di setiap pelosok kekaisaran bahkan merambah ke kekaisaran lain
Kini namanya sedang banyak di perbincangkan namun tak banyak yang mengetahui sosok nona xiao lie yang sebenarnya
Xiao lie ingin hidup seperti layaknya orang biasa, Ia tak suka dikelilingi banyak penjilat
" Pertarungan akan segera dimulai....." batin xiao lie seraya tersenyum miring
Yah..... seperti yang sudah pernah Xiao lie asli katakan saat ia bangun di tubuh ini
Paman dan bibinya dari pihak ibu akan datang membawa putrinya yang licik dan lelaki yang akan menjadi tunangannya
Tapi itu takdir hidup xiao lie yang dulu
Xiao lie yang sekarang akan mengatur takdirnya sendiri. Tak akan ia biarkan orang asing menghancurkan hidupnya
" Kita akan kemana nona.....?" tanya Feng ran
Sekarang xiao lie hanya akan membawa Feng ran
Karena dari keempat pelayannya, hanya Feng ran yang cukup mahir beladiri
Sementara pelayan yang lainnya xiao lie tugaskan masing-masing
" Berkeliling saja jie jie.....ini kali pertama ku keluar bukit, aku ingin berkeliling saja" ucap Xiao lie
Kini pekerjaan xiao lie sudah menjadi lebih ringan, Ia hanya perlu mengawasi dan menuangkan ide-ide nya saja
Ke empat Gege dan Jie Jie nya yang akan mengatur semua untuknya
Penampilan xiao lie pun kini banyak berubah
berubah lebih baik tentunya
Bahkan Gege dan Jie Jie nya memaksanya memakai penutup wajah saat keluar dari bukit
Wajah Xiao lie kini tampak lebih menawan seiring bertambahnya usia
Tubuhnya pun kini sudah mulai membentuk layaknya seorang wanita dewasa padahal usianya baru menginjak enam belas tahun
" Nona mengenai paman dan bibi nona itu, apa nona yakin membelikan mereka rumah?" tanya Feng ran
" Tentu saja jie jie, lebih baik aku mengeluarkan sedikit uang daripada menerima mereka di kediaman
Jie Jie kan tau sendiri aku tak dekat dengan mereka, bahkan waktu ayah dan ibu meninggal pun mereka tak datang "
" nona benar, sangat aneh sekali melihat mereka tiba-tiba ingin tinggal disini setelah sekian lama menghilang"
__ADS_1
Feng ran dan Xiao lie menghentikan langkahnya saat mereka di hadang dua sampai tiga orang lelaki
Feng ran pun dengan sigap maju dan melindungi Xiao lie di belakangnya
" Siapa kalian.....?" tanya Feng ran dengan nada datarnya
" Turunkan pedangmu, aku hanya ingin menyapa gadis kecilku " ucap salah satu lelaki yang ternyata adalah Xuan Yi
Yah ..... mereka bertiga adalah Xuan Yi dan Cheng lan sedangkan satunya lagi adalah Gu Jun, dia adalah ajudan yang ayahnya berikan saat penobatan putra mahkotanya beberapa bulan yang lalu
Setahun belakangan ini Xuan Yi terus memata-matai gadis kecilnya
Dia sama sekali tak menemuinya karena tak ingin mengganggu pelatihan gadisnya
" Kau mengenalku.....?" tanya Xiao lie di balik penutup kepalanya
" Tentu saja, kau melupakanku gadis kecil....?"
" Aish..... jangan panggil aku gadis kecil, tahun depan aku sudah menginjak umur dewasa tau " ucap Xiao lie dengan nada merajuknya
" Baiklah baiklah, kau tak mengingatku lilie?"
" Siapa lilie.....?" tanya xiao lie bingung
" Kau.... Xiao lie, mulai sekarang aku akan memanggil mu lilie dan hanya aku yang boleh memanggilmu seperti itu " Tekan Xuan Yi
" sudahlah, ada perlu apa kau menemui ku?"
" Hanya ingin melihatmu saja...."
Xiao lie menggaruk tengkuknya yang tak gatal mendengar jawaban dari pria di depannya yang sama sekali tak menjawab kebingungannya
" Tak apa seingat ku kita hanya bertemu di hutan Phoenix waktu itu saja, dan sebenarnya untuk apa kau mencari ku?"
" Apa kau ingin jawaban yang jujur?"
" Tentu saja " jawab Xiao lie yakin
" Aku ingin memilikimu jadi mulai sekarang aku akan terus berada di sekeliling mu gadis kecil"
Xiao lie menatap pria di depannya dengan rumit" Aku bahkan tak tau namamu tuan......"
" Xuan Yi......namaku Xuan Yi" jawab Xuan seraya menarik tangan Xiao lie untuk menjabat tangannya
" Putra mahkota ?" tebak Xiao lie
Karena di kekaisaran ini hanyalah keturunan kaisar dan permaisuri yang bisa mendapatkan marga Xuan
" Ya kau benar, tapi tenang saja
Aku tak akan menggunakan kekuasaan ku untuk mengikatmu lilie . Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku dengan caraku sendiri"
Xiao lie tersenyum puas di balik penutup kepalanya" Baguslah, selamat berjuang"
Feng ran sendiri memandang cengo nona mudanya. Bagaimana bisa ia bersikap santai dan malah menyemangati pria yang ingin mengejarnya
Apalagi pria ini bukanlah orang biasa
__ADS_1
" Kau mau pergi kemana lilie.....?"
" Tidak tau, aku tak pernah keluar bukit
Jadi aku tak tau harus kemana" ucap xiao lie dengan nada lesunya
" Kita ke pusat kota saja, hari ini sepertinya ada festival makanan"
Xiao lie mengangguk antusias mendengar ajakan dari Xuan Yi
Dan akhirnya hari itu ia habiskan bersama Xuan Yi berdua saja
Karena di perjalanan tadi mereka berpisah
" Nona tampak senang hari ini ?" tanya Feng ran dengan nada jahilnya
" Tentu saja, kupikir putra mahkota sama seperti yang di rumorkan, tapi kenyataannya sangat berbeda jauh"
" Sebenarnya rumor itu tak sepenuhnya salah nona" ucap Feng yan yang ikut nimbrung di obrolan xiao lie
" Maksud jie jie apa?" tanya xiao lie tak mengerti
" putra mahkota memang bersikap dingin kepada semua orang"
" Tidak jie jie, dia orang yang hangat dan perhatian. Tanyakan saja pada Feng ran jie jie kalau tak percaya"
Feng ran berdehem sejenak sebelum menjawab pertanyaan dari nona nya
" itu karena putra mahkota menyukai anda nona, sepertinya dia benar benar menyukai nona, dia sudah mengawasi nona dari tahun lalu"
Xiao lie tersipu dan salah tingkah mengingat kebersamaannya dengan putra mahkota tadi
Kalaupun putra mahkota benar benar menyukainya, ia sama sekali tak keberatan untuk mencoba membuka hati
" Apa nona juga menyukai putra mahkota?" tanya Feng yan
" Belum jie jie, tapi sejujurnya aku sedikit keberatan dengan statusnya" jawab xiao lie lesu
" Kenapa keberatan nona ?"
" Aku tak mau berbagi suami" jawab xiao lie ketus. Feng yan dan Feng ran sontak menyemburkan tawanya
Sedangkan yang di tertawakan cemberut dan mendumel tak jelas
" Apa yang kalian tertawakan?" teriak Xiao lie
" Maaf nona, hanya saja kami merasa aneh saat nona mengatakan tidak ingin berbagi suami disaat umur nona sendiri belum menginjak usia dewasa" ucap Feng yan setelah menghentikan tawanya
Xiao lie menggaruk pipinya dan tersenyum malu-malu
Dia sendiri juga tak tau kenapa bisa berpikir sampai sejauh itu
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
__ADS_1
See you next time 🥰🥰🥰