
Xuan Yi kembali ke aula tempat pesta dan menemui kaisar dan permaisuri yang sudah menunggunya
" Dimana Xiao lie ?" tanya permaisuri
Xuan Yi menghela napasnya dengan lesu sebelum menjawabnya" Sudah pulang"
" pelayan itu tetap kekeh dengan pendiriannya, bahkan asisten menteri perpajakan itu dengan lantang membelanya. Menurutmu bagaimana Xuan?" tanya Kaisar kepada Xuan Yi
" Aku tidak tau ayah, tapi yang pasti dia sedang marah saat ini. Bukankah itu menunjukkan bahwa pelayan itu bersalah, lagipula kalau memang yang pelayan katakan itu benar lalu untuk apa xiao lie mempermasalahkannya ?"
" Ya sudah kau biarkan xiao lie tenang terlebih dahulu, nanti kau bisa membicarakan masalah ini baik baik dengannya" saut permaisuri
" Tidak perlu, dua hari lagi aku akan pergi ke kediaman xiao lie. Ada yang ingin aku urus dengannya" ucap kaisar
Permaisuri dan Xuan Yi terdiam dan bertanya-tanya dalam hatinya, urusan seperti apa sampai sampai kaisar sendiri yang turun tangan untuk menyelesaikannya
Pagi hari di kediaman xiao lie suasananya tampak tenang, xiao lie berdiri di rumah pohon di samping kediamannya
Rintik rintik hujan di pagi hari menambah kesejukan suasana bukit
Suasana tenang seperti ini tak disia-siakan xiao lie, ia mulai menggambar sketsa untuk model gaun terbarunya
Mengingat betapa sibuknya ia beberapa hari ini sampai-sampai tak sempat lagi memperbarui koleksi tokonya
Beberapa saat kemudian Feng yan dan Meng yao datang menemuinya, mereka berdua membawa satu kotak sedang di tangannya masing-masing
Rumah pohon yang xiao lie buat cukup besar karena pohonnya sendiri adalah jenis pohon El yang ukurannya cukup besar dan untuk akses naiknya sendiri, xiao lie membuat tangga melingkar agar mempermudah ia menaikinya
Feng yan dan Meng Yao membuka kotak yang mereka bawa
Meng yao membawa camilan dan susu hangat kesukaan nonanya
Sedangkan Feng yan membawa kertas kertas berisi laporannya
" Makan camilan dulu nona, setelah itu saya ingin mendiskusikan masalah keuangan dengan nona" ucap Feng yan
Xiao lie menganggukkan kepalanya mengerti, ia kemudian mengambil kue sus coklat dan memakannya sekali gigitan
Meng Yao dan Feng yan menahan tawanya agar tak meledak saat melihat pipi gembul nonanya yang semakin menggembung karena kue sus
" Jiejie bisa menjelaskannya sambil aku makan" ucap Xiao lie sambil mencomot kuenya lagi
Feng yan pun mengangguk dan mulai membuka laporannya " Nona keuntungan kita bulan ini melaju pesat, uang upah uang modal dan uang untuk kebutuhan sehari-hari di kediaman sudah saya sisihkan. Dan sisanya sangatlah banyak nona, saya sudah menyimpannya di kamar nona"
__ADS_1
" Apa uang untuk pembangunan toko dan pembangunan desa gersang itu sudah kau atur jiejie?"
" Sudah nona, saya juga sudah menyisihkan upah mereka untuk satu bulan kedepan" jawab Feng yan
" Baguslah, mungkin aku bisa menggunakan uang itu untuk yang lainnya. Sangat tak nyaman menyimpan uang yang terlalu banyak"
Feng yan dan Meng yao menghela nafas pasrah mendengar ucapan tak masuk akal dari nonanya
Bagaimana tak menyimpan uang banyak kalau dia sendiri terus bekerja tanpa kenal lelah
" Oh ya jiejie, kemana perginya keempat Gege ku itu?
Sepertinya beberapa hari ini aku tak melihatnya"
" Tuan Chang an memutuskan menginap di luar untuk menghemat waktu dan tenaganya
Tuan Chu yan sedang sibuk dengan perkebunan karena banyaknya pesanan yang membludak
Tuan Hao Xiang mengurus penggalian sungai dan budak budak yang nona minta waktu itu
Sedangkan tuan Hao Mei sedang bertempur di ruang kerjanya karena harus menyelesaikan semua tugas seorang diri
" Sepertinya aku membuat kalian kerepotan" ucap xiao lie meringis tak enak hati
Meng yao dan Feng yan kompak menggelengkan kepalanya bersamaan " Tidak nona, kami justru sangat beruntung karena bisa bekerja di samping nona"
Seketika Feng yan dan Meng Yao menyesal berbicara manis kepada nonanya, karena mereka semua tau kalau sebentar lagi nonanya akan memberikan sederet perintah untuknya
" Feng yan jiejie kau bantu Hao Gege menyelesaikan laporannya, untuk Meng yao jiejie kau bisa pergi ke perkebunan membantu Chu yan Gege dia pasti sedang kerepotan sekarang dan nanti tolong beritahu Leah jiejie untuk pergi menemui Chang an Gege untuk membantunya"
Sederet perintah yang xiao lie berikan hanya dibalas anggukan pasrah keduanya dan mereka pun pergi meninggalkan Xiao lie untuk melaksanakan tugas
Kalau ada yang bertanya kenapa Feng ran tak ikut ditugaskan? jawabnya adalah, Feng ran bertugas untuk menjaga xiao lie dimanapun dan kapanpun
Setelah hari beranjak siang, xiao lie turun dari rumah pohonnya dan menghampiri Feng ran yang tengah berdiri menunggunya.
Xiao lie pun mengajak Feng ran untuk makan siang bersama
" Jiejie ayo kita keluar, aku butuh udara segar"
Feng ran mengerutkan keningnya tak mengerti
" Bukankah udara di bukit ini sangat segar nona?"
__ADS_1
Xiao lie menggeplak keningnya pelan karena Feng ran adalah tipe orang yang cuek dan tak peka sama sekali
" Maksudku jalan jalan jiejie, aku butuh hiburan
Otakku rasanya sudah mau pecah karena terlalu banyak berpikir"
" Baiklah tapi jangan jauh-jauh nona, sekarang sedang musim hujan takutnya nanti kita kehujanan"
" Pakai kereta kuda saja, aku sedang lelah dan ingin menikmati pemandangan saja kok" jawab xiao lie dan dibalas anggukan antusias dari Feng ran
Pasalnya xiao lie paling malas dan anti untuk menaiki kereta kuda karena jalannya terlalu lambat
Begitu menaiki kereta kuda Feng ran langsung menyiapkan kebutuhan nonanya
Seperti camilan bantal dan selimut agar nonanya nyaman di dalam kereta
Tapi yang terjadi malah sebaliknya, nonanya memeluk bantal itu erat dan merebahkan tubuh di pangkuannya
Feng ran sempat menegang sejenak, tetapi ia langsung mengerti kalau nonanya sedang lelah
Karena biasanya ia akan bermanja dengan Feng Yan, tapi berhubung Feng yan tak ada ia jadi melampiaskannya pada dirinya
Feng ran mengelus kepala nonanya dengan sayang, walaupun perbedaan status yang sangat jauh
Nonanya memperlakukan dirinya dan teman temannya yang lain dengan baik seperti keluarganya sendiri
Bahkan keluarganya sendiri belum tentu bersikap baik padanya, buktinya mereka menjualnya kepada serikat budak saat masih kecil
Untung saja nyonya besar Xiao menolongnya
" Jiejie aku ingin jalan jalan di ibukota, bangunkan aku kalau sudah sampai ya" pinta xiao lie dengan mata yang sudah terpejam
Feng ran menganggukkan kepalanya mengerti
" Tidurlah nona...." ucap Feng ran seraya menarik selimut bulu untuk menutupi tubuh mungil nonanya
Kemudian ia mengelus lembut rambut panjang nonanya agar cepat tertidur
Dan tak lama kemudian terdengar dengkuran halus dari bibir Xiao lie yang menandakan bahwa gadis kecil itu sudah terlelap
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
See you next time 🥰🥰🥰