
Xuan Yi yang awalnya melamun langsung tersentak saat ayahnya mengucapkan nama xiao lie
Matanya langsung berbinar cerah karena akan bisa bertemu dengan gadisnya lagi, jujur saja ia muram karena tak tau harus dengan alasan apa agar bisa bertemu dan mendekati gadisnya lagi
" Ayahanda kenapa kita mengundang gadis itu, bukankah dia bukan bangsawan. Lomba perburuan hanya diperuntukkan untuk bangsawan" ucap Rong yiping putri pertama Rong yan
Selir Rong yan memiliki dua putri yang pertama Rong yiping dan kedua Rong Haeyin
" Bukan ranahmu untuk mengkritik keputusanku putri Yiping" ucap kaisar dingin
Kaisar menatap putra dan putri dari selirnya yang menunjukkan raut wajah keberatan, ia pun menghela nafas lelah
" Nona xiao lie memutuskan kerja sama dengan bangsawan dan istana. Kalian pikir apakah kita tak merugi? sekalipun dia rakyat jelata tapi dia adalah pion penting Neverland
Apalagi nona xiao lie mulai melebarkan sayapnya ke kekaisaran lain, akan sangat berbahaya kalau kalian menyinggungnya"
Semuanya terdiam mendengar penuturan dari kaisar, mereka tak memikirkan sampai sejauh itu
Sementara Xuan Yi menatap ayahnya penuh tanda tanya besar " Apa xiao lie hanya sebatas itu di mata ayah?"
" Maksudmu apa putraku?"
" Ayah menerima Xiao lie dengan tangan terbuka karena kekuasaannya saja?"
" Ayah merestui hubungan kalian dengan tulus nak, tapi sadarilah bahwa kau seorang putra mahkota, kau membutuhkan lebih dari kekuasaan saja"
Xuan Yi menggeleng tak percaya, ia pikir ayahnya sejalan dengan pemikirannya, ternyata tidak
" Kau sendiri yang bilang akan bahaya jika menyinggungnya ayah, apa kau pikir orang secerdas xiao lie tak mengerti kalau dirinya dimanfaatkan.
Aku kecewa padamu...."
Xuan Yi pergi meninggalkan keluarganya dengan wajah memerah karena amarahnya
Kalau seperti ini bagaimana caranya ia bisa memiliki xiao lie
Permaisuri dan putri Shan Shan juga menatap kaisar penuh kekecewaan, bagi mereka berdua Xiao lie adalah pribadi yang murni dan baik hati
Dalam hati terdalam permaisuri ia mengharapkan xiao lie hidup bebas dan bahagia, tapi disisi lain ia ingin putranya yang menjadi sumber kebahagiaan gadis kecil itu
*****
" Nona ada undangan dari istana?" ucap Feng ran begitu memasuki ruang kerja Xiao lie
__ADS_1
" Undangan apa jiejie, bacakan" xiao lie berbicara tanpa mengalihkan pandangannya dari lembaran kertas yang sedang ia kerjakan
" Lomba perburuan istana, malamnya juga akan diadakan pesta. Apa nona akan hadir?"
" Tidak jiejie, diriku terlalu berharga untuk kembali di injak-injak mereka"
Feng ran mengangguk mengerti ia kemudian duduk di depan xiao lie untuk membantu pekerjaan gadis itu
Saat ini xiao lie tengah disibukkan dengan laporan mingguan dari semua tokonya
Di depannya juga ada Feng yan yang tengah sibuk menghitung uang upah para pekerja xiao lie dibantu Leah, sedangkan Meng yao xiao lie tugaskan untuk mengawasi uji coba produk terbarunya
Kalau bertanya tentang para gegenya, mereka semua sudah berpencar dan sibuk dengan urusannya masing-masing
Walaupun xiao lie sudah mempunyai orang kepercayaan di setiap tokonya, ia tak semerta merta membebaskan mereka begitu sana
Xiao lie tetap mengutus gegenya untuk memeriksa setiap seminggu sekali untuk daerah sekitar ibukota dan dua sampai tiga bulan sekali untuk daerah yang jauh. Kalau di luar kekaisaran xiao lie sudah mempercayakannya kepada beberapa sarjana yang Hao Mei rekomendasikan
Setelah waktu menjelang makan siang, pekerjaan xiao lie dan Feng yan selesai bersamaan
" Aku bosan jiejie, bagaimana kalau kita jalan jalan?"
Feng ran dan Feng yan saling pandang, sebenarnya mereka keberatan tetapi karena melihat wajah antusias nonanya mereka jadi tak tega
Xiao lie mengerutkan dahinya berpikir, ia sebenarnya juga bingung ingin kemana, Tapi ia sungguh sangat amat merasa jenuh saat ini
" Aku tak tau jiejie....."
" Bagaimana kalau ke pasar saja, kebetulan hari ini ada festival makanan" ucap Leah mengusulkan
Xiao lie pun mengangguk semangat dan menatap Feng ran dan Feng yan dengan tatapan penuh permohonan dan terpaksa dia angguki oleh kedua wanita itu
" Kalau begitu ayo berangkat" xiao lie berdiri dan akan berlari keluar ruangan tetapi tangannya langsung ditarik oleh Feng yan
" Nona pergi dengan Feng ran saja, saya dan Leah harus membagikan upah para pekerja"
Xiao lie cemberut mendengarnya, padahal ia ingin jalan jalan bersama keempat jiejienya
" Kami bisa pergi besok nona, para pekerja mungkin sedang menunggu upahnya, nona tentu saja tak akan tega mengecewakan mereka kan?" ucap Leah berusaha membujuk nonanya dan akhirnya bujukannya berhasil, xiao menganggukkan kepalanya walaupun dengan lesu
" Sebelum itu nona bersih bersih dulu lalu ganti baju, ayo biar saya temani" Feng yan menarik Xiao lie untuk kembali ke kamar gadis itu
Setelah membersihkan tubuhnya, xiao lie menghampiri Feng yan yang sudah duduk di kursi dengan beberapa gaun yang ada di sampingnya
__ADS_1
" Astaga jiejie, aku hanya pergi ke pasar kenapa kau memilih pakaian sebanyak itu?"
" Walaupun hanya ke pasar nona harus tetap terlihat cantik, ayo nona ingin memakai yang mana?"
Xiao lie pun melihat lima potong pakaian yang sudah Feng yan bentangkan di tempat tidur
Pilihannya jatuh pada hanfu biru langit polos dengan gradasi putih
Rambutnya ia ikat setengah dengan pita biru
Saat Feng yan akan memakaikan perhiasan yang lainnya xiao lie segera menghentikan
" cukup jiejie, aku tak mau memakai apapun, cukup anting anting ini saja" ucap xiao lie seraya menunjuk telinganya yang memakai anting panjang berbandul kupu kupu kecil
Feng yan pun mengangguk setuju, dia juga tak mau nonanya bertambah cantik karena riasan lagi
Tanpa riasan apapun saja nonanya sudah sangat merisaukan
Setelah siap dengan penampilannya xiao lie keluar kamar dengan pedang kecil di tangannya dan tudung topi berwarna putih
Xiao lie pergi hanya dengan Feng ran dan dua pengawal pribadi milik Feng ran
Sebenarnya walaupun pergi sendiri, xiao lie bisa dikatakan lebih dari mampu untuk melindungi dirinya sendiri. Hanya saja para jiejie dan gegenya itu suka khawatir berlebihan
Pasar tempat festival makanan berada di desa Taiju, desa yang berbatasan dengan desa Taji
Perjalanan menuju kesana hanya memerlukan waktu sekitar tiga puluh menit jika menggunakan kuda
Xiao lie dan rombongannya memacu kudanya sedikit cepat agar memiliki waktu bermain cukup banyak disana
Sesampainya di gerbang desa Taiju Xiao lie langsung disuguhkan dengan keramaian pasar
Penjual makanan yang berdempetan dari sisi kiri dan kanan jalan dan juga orang orang yang berkerumun dan mengantri untuk mendapatkan makanan yang mereka inginkan
Xiao lie berbinar senang melihatnya rasanya seperti melihat pasar tradisional di dunianya dulu
" Ayo jiejie kita berburu makanan....."
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
__ADS_1
See you next time 🥰🥰🥰