
Xiao lie tak langsung pulang ke kediamannya, ia memutuskan menerima saran permaisuri untuk istirahat lebih lama di istana, apalagi malamnya akan diadakan pesta akhir tahun dan penghargaan untuk pemenang lomba perburuan tadi
Saat ini xiao lie tengah duduk sendirian di taman istana timur,Feng ran ia suruh kembali untuk mengambil gaun dan peralatannya untuk ke pesta nanti. Di istana timur milik putra mahkota, tak ada satupun pelayan wanita jadinya xiao lie amat sangat kebosanan apalagi kasim kasim milik putra mahkota terkesan menjaga jarak dengannya
Entah karena apa?
Xiao lie menyusuri koridor istana utama dengan santai sampai akhirnya ia berpapasan dengan gadis yang ia bantu tadi siang
" Salam nona xiao lie...." sapa Noe xiulin seraya membungkukkan kepalanya sedikit
Xiao mengangguk dan tersenyum tipis
" bagaimana keadaan tunanganmu?" tanya xiao lie
" Bai Ju baik baik saja, ayah saya sudah mengobatinya dan sekarang tangannya sudah bisa digerakkan"
" Baguslah, ku harap ia tak main drama lagi di depanku" ucap xiao lie lalu beranjak pergi melewati nie xiulin
Namun baru beberapa langkah nie xiulin menghentikan langkah kaki xiao lie
" Kenapa nona membantuku?"
Xiao menatap wajah nie xiulin dengan intens " Aku seorang gadis yang mandiri nona, prinsip hidupku sangat berbeda jauh dari kalian para bangsawan
Bagiku baik laki-laki maupun perempuan itu sama saja, jadi aku tak suka melihat lelaki merendahkan seorang perempuan aplikasi sampai kasar padanya"
" Saya tak punya kekuatan untuk melawannya nona, lagipula dia adalah tunangan saya dan saya mencintainya" jawab Nie xiulin dengan nada lirihnya
Xiao lie memutar bola matanya malas, seburuk apapun pasangannya kalau sudah terkena virus bucin semuanya akan percuma
" Kalau begitu jadilah kuat, dia boleh saja tak mencintaimu tapi jangan biarkan dia juga merendahkanmu" xiao lie kemudian pergi meninggalkan nie xiulin yang masih terdiam
Malam pun tiba Xiao lie bersiap dibantu Feng ran dan beberapa dayang yang Xuan Yi utus untuk membantunya
Mulanya para dayang yang membantu xiao lie terkejut sampai sampai tangannya gemetaran ketika membantu xiao lie
__ADS_1
Bagaimana tidak, mereka baru tau wajah Xiao lie tanpa cadar dan ternyata jauh dari perkiraan mereka
Xiao mengenakan hanfu putih polos dengan gradasi warna soft pink
Rambutnya hitam panjangnya ia ikat setengah dan diberi jepit mutiara mutiara kecil, lalu ia mengikatkan rantai rantai emas putih favoritnya pada ikat rambutnya yang polos
Dan untuk pemanisnya xiao lie memakai antik mutiara dan cincin giok biru lalu xiao lie memakai cadar putihnya
Setelah siap ia pergi dengan Xuan Yi menuju aula tempat pesta diselenggarakan
" Gege nanti aku tak ingin berlama-lama di dipesta"
" Tenang saja, aku sudah mengatur tempat dudukmu dengan Shan Shan" jawab Shan Shan
" Bukankah itu akan menambah buruk citraku?"
" Aku akan melindungimu lilie" ucap Xuan Yi seraya menatap xiao lie penuh keyakinan
Sementara Xiao lie menatap Xuan Yi penuh keraguan, pasalnya ia mengerti betul kaisar sekalipun tak bisa mengendalikan seluruh dunia untuk dirinya sendiri
Ada yang kagum, ada yang benci, ada yang marah dan lain sebagainya
Tapi yang lebih mendominasi adalah tatapan amarah dari nona nona bangsawan begitu melihat Xiao lie duduk dekat putri Shan Shan
Putri Shan Shan walaupun memiliki pribadi yang ceria tetapi ia sangat susah di dekati
Xiao lie menikmati pesta yang berlangsung cukup meriah, acara demi acara ia ikuti dengan baik, Xuan Yi dan Shan Shan terus menemaninya bahkan tak membiarkan siapapun mendekatinya
Tiba saat perjamuan makan, xiao lie melihat segerombolan wanita berseragam yang memasuki aula, tapi yang membuat xiao lie tertarik adalah keberadaan Sun Jian, orang yang ia temui tadi siang
Dan bisa Xiao lie lihat ketiga orang tokoh utama novel itu saling pandang dengan pandangan yang berbeda-beda
Xiao lie menatap hidangan yang disajikan oleh Sun Jian dimejanya, menurut pengakuan darinya, hidangan ini hasil dari kreativitas nya di dapur
Tapi Xiao lie tahu betul kalau di depannya adalah salah satu menu andalan di restorannya yang berada di Eastland
__ADS_1
Ramen adalah olahan mie tipis yang dipadukan dengan kuah dari berbagai kaldu sesuai selera, lalu diatasnya diberi Nori telur udang atau lauk lainnya sesuai selera. Makanan ini menjadi salah satu makanan terfavorit disana
Xiao lie dapat melihat Sun Jian mendapatkan pujian dari permainan dan putra mahkota serta putri Shan Shan menikmati makanannya dengan lahap
Sementara Xiao lie sama sekali tak menyentuh makanannya sama sekali dan itu disadari oleh Xuan Yi
" Kenapa tak makan lilie? ini sangat enak" ucap Xuan Yi
Xiao lie tak menjawab ucapan Xuan Yi ia fokus melihat Sun Jian yang tersenyum sombong menatapnya, ia pikir bisa mengalahkan xiao lie dengan hal sepele seperti ini
" Jalan Tokugawa kabupaten Shina kekaisaran Eastland, nama restorannya Rairaken. Itu restoran ku di Eastland, menjual beberapa makanan berat dan ramen adalah salah satunya. Aku paling tidak suka dengan seseorang yang merebut hasil kerja keras orang lainnya, entah nona Sun Jian dapat dari mana resep masakan saya? Nona ingin memberi tahu saya langsung atau saya yang menyelidikinya sendiri? ucap Xiao lie dengan santainya, Tapi karena suasana pesta sedang hening jadinya suaranya langsung didengar dengan baik oleh seluruh orang yang ada di pesta
Melihat suasana yang tak kondusif dan seakan akan memojokkannya, Sun Jian segera berlutut di depan kaisar dan permaisuri
" Ampun yang mulia, saya tidak tau kenapa nona Xiao lie bisa berkata seperti itu. Saya benar-benar membuat makanan ini dari ide saya sendiri yang mulia, saya mana punya waktu dan uang untuk pergi ke Eastland"
" Kau benar nona Sun, mana mungkin orang sepertimu akan pergi seorang diri ke Eastland. Berarti ada tikus yang sedang bermain-main di rumahku.
Saya permisi yang mulia, saya harus pergi ada yang harus saya kerjakan"
Xiao lie pergi tanpa menoleh ataupun menunggu persetujuan kaisar dan permaisuri
Bahkan ia tak berpamitan dengan putra mahkota
" Lilie kau mau kemana, mungkin pelayan itu tak sengaja membuat makanan yang sama dengan makanan di restoran mu. Tak perlu diperpanjang lagi" ucap Xuan Yi menghentikan xiao lie yang sudah siap di atas kudanya
Xiao lie memutar bola matanya malas, lagi lagi putra mahkota satu ini bersikap labil
" Tak mungkin, maaf yang mulia ini urusan pribadi saya jadi saya mohon yang mulia untuk tidak ikut campur"
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
__ADS_1
See you next time 🥰🥰🥰