
Xiao lie dan rombongannya sampai di tempat tujuan ketika hari sudah petang
Disana ia menempati salah satu rumah penduduk yang sudah disewa
Di tempat yang Xiao lie singgahi tak bisa disebut desa karena hanya ada beberapa keluarga saja yang meninggali tempat ini
Bahkan bisa dibilang tempatnya nyaris seperti di pedalaman hutan
Tapi Xiao lie senang akan hal itu, rencananya ia akan membangun tembok tinggi untuk pembatas wilayahnya
Selain untuk memberi keamanan untuk penduduk lokal Xiao lie ingin kelestarian tempat ini terjaga
" Gege karena disini ada beberapa keluarga pekerjakan saja mereka, tak perlu membawa orang luar
Takutnya mereka malah tak nyaman"
" Baiklah nona tapi bagaimana dengan tembok pembatas yang nona minta?" tanya Chang an
Xiao lie tersenyum manis kepada Chu yan dan Chang an dan kedua orang itu seketika merasakan kalau hidupnya akan terancam karena perintah tak masuk akal nonanya
" Kenapa wajah kalian seperti itu?" tanya xiao lie jengkel
" Wajah kami baik baik saja nona, kenapa memangnya?" jawab Chang an menormalkan ekspresi wajahnya begitu juga dengan Chu yan
Xiao lie mengangguk ngangguk saja kemudian menatap Feng ran
" Tulis surat dan minta orang rumah untuk mengirim bibit bibit yang sudah ku siapkan dan bahan bahan bangunan jiejie
Oh dan tambahkan juga pakaian hangat, dan apa lagi ya? menurut jiejie apa yang dibutuhkan penduduk sini?"
Feng ran berpikir sebentar sebelum menjawab pertanyaan xiao lie
" Buku dan alat tulis mungkin, melihat betapa terisolasinya tempat ini saya yakin anak anak disini tak mengenal baca tulis nona
Kalau masalah makanan dan lainnya saya rasa tak perlu karena tempat ini sudah menyediakan semuanya"
" Ya sudah tambah buku dan alat tulis jiejie, Oh ia suruh mereka kirim lilin lilin dan lampion yang banyak jiejie, penerangan disini masih sangat minim
Jujur saja aku takut hehehe...."
" Siap laksanakan nona, lalu siapa yang mengerjakan semuanya nona
Bukankah nona melarang orang luar masuk kesini?"
" Oh jiejie tenang saja, masalah penanaman itu jadi tanggung jawab Chu yan Gege
Biarkan para penduduk lelaki yang mencangkul dan menggali lahan setelah itu ajarkan penduduk perempuan untuk menanam
Dan untuk pembangunan tembok, biarkan Chang an Gege yang mengurusnya"
" Tunggu dulu nona, bolehkah saya protes?" potong Chang an
" Tentu Gege...."
__ADS_1
" Nona tidak lupa kan saya lulusan akademi dalam bidang apa? ayolah nona, apa kau tak tau aku jadi bahan ejekan Hao bersaudara" ucap Chang an memelas
" Apa Gege keberatan?"
" Tentu tidak nona, tapi ilmu saya bisa sia-sia kalau saya tak menggunakannya" ucap Chang an dengan nada memelas
Xiao lie dan Chu yan bergidik ngeri melihat wajah Chang an yang tampak konyol
Tapi tidak dengan Feng ran yang menatap Chang an dengan wajah kasihannya
" Gege bisa melukis di tembok buatan Gege nanti, bukankah ilmu Gege tak akan terbuang sia-sia kalau begitu?"saran Xiao lie yang membuat Chang an melongo dengan ekspresi tak percayanya
" Sudahlah saya tak akan protes lagi nona, saya sip laksanakan tugas nona
Tapi jangan lupa bonusnya, saya dalam rangka menabung ini....."
" Tumben?" tanya Chu yan
Chang an yang ditanyai hanya bisa mengelus dadanya sabar, untung saja ia sudah berkawan cukup lama dengannya jadi ia paham dengan kata-katanya yang teramat sangat pelit
" Kita ini sudah melewati waktunya menikah, dan kamu juga tau betapa cerewetnya ibuku untuk menyuruhku cepat menikah
Jadi mulai sekarang aku akan menabung untuk melamar calon istriku"
Xiao lie memandang Feng ran yang menundukkan kepalanya, ia tau kalau jiejienya yang satu ini menyimpan rasa pada Chang an
Tapi ia tak mau ikut campur lebih dalam, biarlah Gege dan Jiejie nya menentukan pilihannya sendiri
" Memang Gege sudah memiliki calon?" pancing Xiao lie
Xiao lie dan Chu yan mendengus kesal, sia-sia mereka berdua dengan serius mendengarkan
" Gege, bukankah daerah ini dekat dengan perbatasan?
Lalu berbatasan dengan kekaisaran mana?"
" Kekaisaran Westland nona"
" Oh tempat tuan Kevin itu ya? ngomong ngomong orang itu memang sangat misterius sekali ya?" tanya xiao lie seraya menatap kedua gegenya
" Dari yang diceritakan Hao Mei sih memang begitu nona, tak banyak orang luar yang bisa keluar masuk kekaisaran Westland
Dan asal nona tau, hanya anda seorang yang bisa bekerjasama dengan pihak westland bahkan mendirikan beberapa usaha disana" jawab Chang an
Xiao lie terkejut mendengarnya, ia baru tau tentang semua ini karena selama ini Hao Mei yang mengurusi usahanya
" Aku jadi penasaran dengan Westland"
" Apa nona ingin pergi ke sana?" tanya Chang an lagi
" Setelah semuanya beres aku ingin menikmati hidup Gege, seperti berpetualang mungkin
Jujur saja beberapa kali bertemu dengan Tuan Kevin membuatku iri dengannya"
__ADS_1
" Apa yang nona irikan?"
Xiao lie berpikir sejenak mendengar pertanyaan terakhir yang keluar dari Chu yan
Benar.....apa yang ia irikan?
Dilihat dari sisi manapun sepertinya tuan Kevin dan dirinya sama
Sama-sama menanggung beban berat di pundaknya
" Tak ada Gege..... sudah larut, mari kita istirahat"
Keesokan paginya karena barang barang yang xiao lie perlukan belum datang, waktu senggangnya mereka gunakan untuk berkumpul dengan penduduk lokal
Mereka cukup ramah untuk ukuran penduduk yang terisolasi
Xiao lie dan yang lainnya menatap miris penduduk disini, melihat tubuh mereka yang hanya terbalut kain tipis tanpa jahitan apalagi cuaca yang cukup dingin karena di tengah hutan
Bagaimana mereka bisa bertahan
" Jiejie kira kira kapan kiriman akan sampai?"
" Sebelum tengah hari semuanya akan sampai nona"
Xiao lie pun mengangguk dan kembali bercengkrama dengan penduduk perempuan
Disana xiao lie mengatakan semua rencananya yang disambut antusias oleh mereka
Karena walaupun mereka jauh dari keramaian mereka juga tetap perlu uang untuk membeli kebutuhan yang tak bisa mereka dapatkan dari alam
Xiao lie juga mengatakan akan mengajari anak anak disini baca tulis
Dan kalau ada yang berhasil ia akan menjemputnya untuk disekolahkan di akademi
Di Neverland rakyat biasa boleh boleh saja menuntut ilmu di akademi tapi mereka harus membayar lebih
Tak seperti para bangsawan, semakin tinggi tingkatannya akademi akan memberikan fasilitas terbaiknya berikut dengan tidak adanya pembayaran
Sungguh tak adil bukan?
Tapi Xiao lie tak perduli akan hal itu membayar akademi tak akan membuatnya bangkrut
" Baru kali ini ada orang yang benar benar mau singgah di tempat kami nona" ucap salah satu penduduk
" Benarkah, bukankah ini dekat dengan perbatasan bibi, harusnya banyak orang yang lewat kan?" tanya xiao lie bingung
" Memang banyak nona, tapi hanya lewat saja" ucap penduduk lainnya
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
__ADS_1
See you next time 🥰🥰🥰