Love In The Palace

Love In The Palace
Episode 34


__ADS_3

" Bangun dulu paman bibi, jangan seperti ini


Kalian berdua orangtua, tak sepantasnya bersujud kepadaku"


" Nona benar benar baik, sama seperti yang kedua anak kami ceritakan" ucap paman pemilik kedai


Xiao lie tersenyum menanggapinya


" Siapa nama paman dan bibi?"


" Nona bisa memanggil kami paman dan bibi Chu saja" ucap bibi pemilik kedai dengan senyum sumringah tapi langsung berhenti karena tepukan dari suaminya


" Tidak sopan, dia itu nona muda xiao lie" bisik paman Chu


Xiao menggelengkan kepalanya dan menyentuh kedua tangan paruh baya itu


" Tidak perlu sekaku itu paman bibi, kalian bisa memanggilku xiao lie dan aku akan memanggil kalian paman dan bibi Chu


Tapi sebelumnya maaf, aku tak mengenal putra kalian


Putra kalian bekerja di bidang mana?" tanya xiao lie


" Putra kami bekerja di restoran nona, mereka menjadi tukang bersih-bersih disana, tapi upah yang nona berikan sungguh terlalu berlebih sampai sampai kami bisa hidup dengan lebih baik ketimbang warga desa lainnya" jawab paman Chu


" Oh ya paman, aku kesini karena ingin meminta izin untuk membuat aliran sungai ke hutan dan desa gersang di sebelah desa ini


Kebetulan aku baru membeli lahan itu" ucap xiao lie menjelaskan maksud kedatangannya


" Kenapa nona membelinya, disana tak ada mata air sama sekali nona, nona bisa rugi nanti"


Bibi Chu mencoba menjelaskan keadaan hutan dan desa yang xiao lie beli namun xiao lie menanggapinya dengan senyuman


" Maka dari itu aku membuka aliran sungai untuk mengaliri wilayah itu bibi


Selain bisa menjadi sumber air untuk wilayahku, desa Salamander akan terhindar dari banjir di musim hujan mendatang karena aliran sungai dibagi menjadi dua


Bagaimana menurut paman?"


Paman dan bibi Chu mengangguk mengerti, dalam hatinya berdoa semoga saja yang Xiao lie katakan benar benar terjadi


" Lakukan apa yang nona mau, tapi maaf kami tidak bisa membantu. Seperti yang nona lihat, desa ini hanya berisi para orangtua dan anak anak saja"


Xiao lie tersenyum puas mendengar jawaban Paman Chu " Baiklah terimakasih paman, em ada satu hal lagi yang ingin ku bicarakan paman"


" Katakan nona....."

__ADS_1


" Coba tanyakan pada penduduk desa ini, apa mereka mau bekerja? kalau mereka bersedia aku akan mengirimkan beberapa orang untuk mengajari mereka membuat sesuatu yang bisa dikerjakan orang tua dan tentu saja bisa dikerjain di rumah"


Bibi Chu berbinar senang menatap xiao lie" benarkah nona, tapi apa ada yang bisa dikerjakan orang tua seperti kami?"


" Tentu ada, Sebagian jualanku diproduksi oleh ibu ibu yang menganggur di rumah bibi


Kalau mereka bersedia aku akan mengirimkan bahan dan upah yang sesuai paman bibi"


" Saya akan menanyakannya nona, mereka pasti merasa senang dengan kesempatan ini


Masalah upah, nona tak perlu khawatir kami percaya pada nona"


" Baiklah aku pergi dulu, paman bisa menyampaikan keputusannya kepada bawahanku yang bekerja di desa kosong Sampai jumpa paman bibi" ucap xiao lie kemudian pergi dengan kudanya meninggalkan pasangan paruh baya yang tersenyum bahagia karena secercah harapan yang akan datang


Xiao lie memacu kudanya menemui Hao Xiang yang sudah menunggunya di luar desa


" Sudah beres Gege, lakukan secepatnya" ucap Xiao lie seraya memandang ratusan orang yang membawa cangkul dan alat galian yang lainnya


" Baik nona....."


" Jangan lupa atur makanan tempat tinggal dan upah mereka, jam tiga sore biarkan mereka istirahat Gege


Dan juga berikan upah 70 sen perhari"


Hao Xiang melotot melihat nonanya, lagi dengan nonanya tak tanggung-tanggung kalau memberi


" Oh, saat ini musim panas jadi pekerjaan mereka lebih berat, laksanakan apa yang aku mau atau akan ku jodohkan Meng yao jiejie dengan orang lain


Aku yakin Meng yao jiejie tak akan menolak keinginan ku" ucap Xiao lie


Hao Xiang langsung menegakkan tubuhnya" Siap laksanakan nona" ucap Hao Xiang lantang dan berlalu dari hadapan xiao lie


Xiao lie sendiri sudah cekikikan melihatnya, dia tau beberapa jiejie dan Gegenya saling menyukai tapi tak ada yang berani mengungkapkannya


Saat akan pergi xiao lie lagi lagi dikejutkan dengan ratusan buruh yang Hao Xiang bawa berlutut di hadapannya


Xiao lie pun buru buru turun dari kuda dan ikut berlutut di hadapan mereka yang mana membuat mereka melototkan matanya terkejut


" Apa, kalau kalian tak mau aku berlutut kalian juga tak boleh melakukan hal seperti ini juga" sentak Xiao lie dengan tampak galaknya


Yang mana membuat mereka gagal fokus karena wajah rupawan xiao lie


Mereka jadi mengingat rumor beberapa minggu yang lalu, rumor yang sungguh kejam


Bagaimana bisa bidadari cantik seperti xiao lie dianggap gadis buruk rupa

__ADS_1


Kembali ke pikiran waras mereka, mereka pun berdiri agar nonanya ikut berdiri juga


Setelahnya salah satu dari mereka maju dan mengucapkan kata-kata terimakasih


" Terimakasih sudah mempekerjakan kami nona, kami merasa tertolong dengan kebaikan nona"


" Tak perlu berterimakasih, kita saling membutuhkan jadi bekerjalah dengan baik


Tapi sebelum itu ada hal yang harus kalian tau"


" Apa itu nona ....?"


Xiao lie maju dan memegang pundak pemuda di Depannya " Kalian hanya bisa bersujud kepada tiga hal


Pertama tuhan kalian, kedua negara kalian ketiga orang tua kalian. Kalau kalian masih ingin bekerja padaku patuhi syarat mutlak untuk masuk dalam naungan keluarga Xiao " ucap xiao lie kemudian menepuk pelan pundak pemuda itu dan pergi dengan kudanya


Pemuda yang ditepuk xiao lie langsung jatuh terduduk karena lemas


" Kau kenapa....?" tanya temannya


" Nona cantik sekali, tubuhku langsung lemas karena sentuhannya" ucap pemuda itu dengan tatapan polosnya


Sontak tawa menggelegar terdengar di hutan yang gersang itu, bahkan Hao Xiang yang melihat dari kejatuhan ikut terkekeh geli melihat nonanya telah menodai kepolosan seorang pemuda


Xiao lie sendiri kini tengah berkuda santai menikmati pemandangan, rasanya ia terlalu suntuk kalau harus pulang ke kediaman dan mendekam di ruang kerjanya lagi


Jadi lebih baik ia berjalan jalan saja


Mengingat kehidupan sebelumnya, xiao lie jadi rindu masakan rumah, apa ia harus membuatnya sendiri?


Tapi rasanya malas sekali....


Kuda xiao lie kemudian berhenti di desa yang berjarak sekitar dua kilometer dari ibukota


Untuk ukuran desa di pinggiran, menurut xiao desa cukup ramai


Begitu memasuki gerbang xiao lie langsung berhadapan dengan jajaran toko dengan lambang xiao di depannya


Xiao lie menggaruk tengkuknya yang tak gatal, niat hati ingin mencari sesuatu yang berbeda tapi lagi lagi ia dihadapkan dengan makanan sehari-hari nya


*****


Terimakasih sudah membaca ceritaku


Jangan lupa like vote dan comentnya guys

__ADS_1


See you next time 🥰🥰🥰


__ADS_2