Love In The Palace

Love In The Palace
Episode 19


__ADS_3

Jin guk memukul meja menahan amarah setelah kepergian xiao lie


Jin Yao mengelus lengan suaminya walaupun ia sendiri juga tengah kesal setengah mati


" Maaf tuan, saya diperintahkan nona untuk mengantar kepergian kalian" ucap Feng ran


Sebenarnya nona nya tak mengatakan apapun. Tapi dia dan ketiga temannya yang menguping pembicaraan keluarga itu geram dengan tingkah mereka


" Kau pikir dirimu siapa berani mengusir kami?" gertak Jin Yao tak terima


" Saya pikir anda sudah mendengar dengan jelas kalau nona tak ingin kalian ada disini" jawab Feng ran dengan tenang


Jin guk yang sudah agak tenang dibuat kembali meradang


" Kau hanyalah pelayan, berani sekali kau berkata seperti itu pada kami " bentak Jin guk


Tangannya terangkat untuk menampar Feng ran tapi itu tak terjadi karena kedua pengawalnya langsung menghentikan


" Saya memang pelayan, tapi seperti yang anda lihat. Nona xiao lie sangat melindungi orang orangnya


Dia tak akan membiarkan orangnya tersakiti walaupun itu dari keluarganya sendiri


Jadi anda bisa pergi sendiri atau kalian lebih memilih dilempar oleh para pengawal disini


Apa anda tak lihat semua orang disini menatap Anda dengan marah karena kekurang ajaran anda pada nona kami " ucap Feng ran panjang lebar


Jin guk dan keluarganya menatap sekeliling kediaman dan benar saja


banyak pengawal yang sudah berjejer lengkap dengan senjata mereka


Bahkan pelayannya pun tak takut melototi mereka dengan wajah penuh amarah


Dengan membawa rasa marah dan malu yang teramat sangat besar Jin guk membawa keluarga dan Gong Li pergi meninggalkan kediaman


Sementara di ruang kerjanya xiao lie kini ditatap dengan penuh tanda tanya oleh ke empat gege nya


" apa yang terjadi nona? siapa mereka?" tanya Chu yan yang tak mengerti


Yang lainnya pun ikut mengangguk tanda mereka juga penasaran tentang apa yang terjadi sampai membuat nona mereka marah


" mereka paman dan bibiku dari pihak ibu Gege"


" Lalu kenapa? apa mereka berbuat sesuatu?" tanya Chang an


Xiao lie hendak menjawab sebelum pintu ruang kerjanya terbuka


Ternyata Meng yao dan Leah masuk sembari membawa cemilan dan teh untuk menemani nona nya bekerja


" Kalian terlalu acuh pada sekitar sampai sampai tak mendengar berita terpanas di sini" ucap Leah dengan usilnya

__ADS_1


" Dasar gadis tengil, kami terlalu sibuk bekerja tak seperti mu yang suka menggosip sana sini" ejek Chang an


Meng yao menatap keduanya jengah


Kalau tak segera di hentikan mungkin mereka akan terus bertengkar sepanjang hari pikir Meng yao


" sudahlah hentikan, nona sedang dalam kondisi tak senang jangan membuat masalah"


" Sebenarnya apa yang terjadi Meng yao?" tanya Hao Mei


Diantara yang lain memang hanya Hao Mei yang bersikap tenang dan dewasa


" Mereka ingin menjodohkan nona dengan lelaki yang mereka bawa tadi" ketus Meng yao. Dia masih tak terima melihat keluarga dari nona nya


Datang datang langsung ingin mengatur kehidupan nona nya, padahal mereka tak tau seberapa kerasnya hidup nona nya selama ini


Sementara Hao Mei dan yang lainnya saling pandang sebelum tertawa terbahak-bahak


Bahkan Chang an sampai berguling guling di bawah kursi saking gelinya


Xiao lie yang ditertawakan hanya tersenyum masam sambil melepaskan cadarnya


Sudah ia prediksi sebelumnya kalau gege nya akan menertawakan dirinya


Dan ternyata itu semua benar benar terjadi


Hao Xiang yang sudah lebih dulu menghentikan tawanya menatap xiao lie tak percaya dan menggelengkan kepalanya


Meng yao mendengus dan memutar bola matanya


"Memang itu yang terjadi tuan Hao, sepertinya mereka memandang rendah nona karena nona memakai cadar"


Hao Xiang dan lainnya mengangguk dan berpikiran yang sama


" sepertinya memang begitu, tapi yang benar saja. Apa tidak ada lelaki yang lainnya apa?bahkan pengawal pribadiku lebih tampan dari lelaki gempal itu" ejek Hao Xiang


Sementara kedua pengawal Hao Xiang tersipu malu karena dipuji tampan oleh tuannya. Yang mana membuat Xiao lie tertawa melihat wajah merah kedua orang itu


" Hentikan Gege, lihatlah kedua pengawalmu tersipu malu seperti gadis saja" celetuk Xiao lie


Mereka semua yang ada di ruangan itu pun melihat kedua pengawal Hao Xiang yang memerah dan seketika tawa kembali meledak di ruangan kerjanya


*****


Di istana Neverland Xuan Yi tengah marah besar dan mengobrak-abrik ruangan kerjanya


Pagi ini di rapat harian, ia terus di desak oleh para menteri untuk segera mengangkat putri mahkota. Dan tentu saja mereka juga menyodorkan putri ataupun saudaranya untuk menjadi kandidat putri mahkota


Kaisar pun tak bisa mengatakan apa apa karena memang sudah seharusnya putranya memiliki pendamping

__ADS_1


Dan dengan berat hati kaisar memberikan waktu satu minggu untuk putranya berpikir


Xuan Yi ingin membantah dan menolak keputusan kaisar tapi kaisar tak ingin di bantah sama sekali


Dan jadinya seperti sekarang, Xuan Yi hanya bisa mengamuk dan meredam emosinya sendiri


Dia hanya ingin xiao lie untuk menjadi pendampingnya, ia tak ingin orang lain


Cheng lan mendekati junjungannya dan mencoba menghiburnya


" Apa yang mulia tak ingin keluar? mungkin berburu bisa membuat pikiran yang mulia tenang" bujuk Cheng lan


Di istana Cheng lan harus bersikap formal kepada Xuan Yi


Berbeda saat di luar istana, Cheng lan bisa menganggap Xuan Yi sebagai tuan dan temannya, Itu semua keinginan Xuan Yi sendiri


Xuan Yi tak langsung mengiyakan ajakan Cheng lan, saat ini ia tak ingin melakukan apapun, Ia hanya ingin bertemu dengan gadis kecilnya


" Siapkan kuda, aku ingin menemui gadis kecilku saja" ucap Xuan Yi dengan senyum tipisnya


Cheng lan mengangguk dan dengan penuh semangat ia memerintahkan pengawal untuk menyiapkan kuda. Semuanya menjadi lebih baik karena nona kecil


" Apa tuan ingin membujuk nona kecil untuk menikah?" tanya Cheng lan pelan


Saat ini mereka berdua tengah di koridor menuju gerbang keluar istana yang tentunya diikuti oleh Gu jun dan beberapa ksatria pilihan


" Kau tau hanya dia yang aku inginkan, tapi aku sendiri tak tau apa dia juga menginginkan diriku seperti aku menginginkannya" jawab Xuan Yi dengan lesu


Cheng lan menepuk dahinya, bagaimana putra mahkotanya bisa tau kalau nona kecil tak menginginkan nya


Sedangkan dia sendiri tak pernah menanyakan langsung


" Menurut saya lebih baik tuan menanyakannya langsung pada nona kecil, nona kecil begitu pintar


Dia pasti tau kalau tuan sudah mengawasinya sejak lama"


" Apa dia akan menerima ku?" tanya Xuan Yi pesimis


Sebenarnya Cheng lan ingin tertawa melihat wajah memelas dari putra mahkotanya


Tapi ia mencoba untuk menahannya


" Tuan tanyakan sendiri saja pada orangnya " jawab Cheng lan pada akhirnya


*****


Terimakasih sudah membaca ceritaku


Jangan lupa like vote dan comentnya guys

__ADS_1


See you next time 🥰🥰🥰


__ADS_2