
Karena perutnya yang sudah minta diisi, xiao pun memasuki restoran yang notabennya adalah miliknya sendiri, untung saja tak ada yang tau kalau ia adalah pemiliknya kalau tidak bakal panjang urusannya
Melihat suasana restoran yang tampak penuh xiao lie sedikit kesusahan mencari tempat duduk
Sampai akhirnya ia melihat satu kursi kosong yang ada di pojok ruangan, namun dimeja itu sudah dihuni oleh tiga orang pria
" Sudahlah, siapa tau mereka akan mengijinkan ku duduk"batin xiao lie
Xiao pun mendekati ketiga orang itu
" Permisi, maaf tak ada kursi kosong lagi disini
Apa saya bisa ikut duduk di sini tuan?" ucap Xiao lie dengan suara lembutnya
Ketiga orang itu sontak mendongak saat mendengar suara lembut seorang gadis di dekat mejanya
Mereka menatap curiga gadis dengan pakaian yang cenderung tertutup dan mengenakan tudung topi di kepalanya
Xiao lie menggaruk pipinya yang tak gatal karena melihat ketiga orang itu malah menatapnya curiga
Sesaat ia baru sadar kalau ia masih mengenakan tudung saat memasuki restoran
Xiao lie pun membuka tudungnya dan menatap mereka dengan senyum sopan
Ketiga orang itu sontak menganga bahkan satu diantaranya langsung tersedak begitu melihat Xiao lie tanpa tudung di kepalanya
" Tuan, apa saya bisa menumpang duduk. Saya lapar dan butuh makan " ucap xiao lie dengan nada jengkelnya karena sedari tadi tak dihiraukan
Dua diantara mereka saling lirik dan menatap ke arah satu pria meminta persetujuan
Xiao bisa mengira kalau mungkin, pria itu adalah tuan mereka apalagi wajahnya yang rupawan walaupun dengan pakaian sederhana
Si pria itu pun mengangguk dan mempersilahkan Xiao lie duduk, yang kebetulan kursi kosong itu ada di sebelahnya
" Terimakasih tuan...." ucap Xiao lie dengan senyum manisnya, ia tanpa malu-malu langsung memesan makanan yang ia inginkan
Xiao lie makan dengan khidmat tanpa memikirkan pandangan ketiga orang itu yang menatapnya penuh minat. Begitu selesai xiao lie menatap ketiga pria itu satu persatu
" Ada apa, kenapa sedari tadi kalian menatapku?" tanya xiao lie heran
" Ah tidak nona, kami hanya sedikit heran melihat gadis bangsawan seperti anda makan dengan lahap" jawab salah satu pria
" Aku bukan bangsawan" ucap xiao lie acuh
Sontak ketiga orang tersebut terkejut mendengar ucapan Xiao lie
__ADS_1
" Yang benar saja nona, nona begitu cantik dan terawat mana mungkin bukan bangsawan?"
" Memang hanya bangsawan yang boleh cantik dan terawat?" tanya xiao lie yang dibalas gelengan oleh dua orang diantaranya
" Sudahlah, terimakasih sudah memberiku tempat duduk, nan......" ucapan Xiao lie terhenti karena teriakan menggelegar dari seorang pria
" Nona........"
Xiao lie tersentak kaget karena teriakan Hao Mei, bahkan ia nyaris terjatuh dari kursinya kalau tidak ditahan pria yang duduk di sebelahnya
Hao Mei tadinya sedang melakukan pengecekan rutin untuk setiap toko yang ia pegang, namun saat di perjalanan ia melihat saudaranya yang terlihat kebingungan
Hao Mei pun mendekatinya dan bertanya kenapa ia tampak kebingungan, dan ternyata penyebabnya adalah nonanya yang pergi meninggalkannya tanpa pamit
Hao Mei pun menyuruh Hao Xiang pulang karena ia yakin nonanya bisa menjaga diri
Tapi begitu memasuki salah satu restoran yang akan ia cek, ia melihat nonanya tengah asyik makan dengan tiga orang pria, kalau saudaranya tau mungkin ia akan menangis berguling guling melihat pemandangan yang menjengkelkan ini
" Apa yang nona lakukan, kenapa nona bisa ada disini, dan kenapa nona tak bersama Xiang
Astaga nona, jangan membuat kami cemas, dan ini kenapa nona makan bersama laki laki
Kalau para jiejie mu itu tau mereka pasti akan mengomeli nona sepanjang hari"
Hao mei rasanya ingin marah tapi melihat wajah memelas nonanya, mana bisa ia marah lagi
" Jangan diulangi lagi nona, Xiang kebingungan mencarimu" ucap Hao Mei seraya mengelus rambut panjang xiao lie yang agak berantakan
" Tunggu tunggu, tuan Hao Mei mengenal gadis kecil ini?" tanya salah satu pria
Hao Mei menoleh dan sedikit terkejut melihat orang yang duduk dengan nonanya
" Oh tuan Kevin dan rombongan, maaf saya tak terlalu memperhatikan. Gadis kecil ini nona saya, nona xiao lie" jawab Hao mei yang membuat ketiga orang itu melotot terkejut
" Hah yang benar saja tuan, dia Xiao lie
Xiao lie si jenius Neverland, bukankah xiao lie itu gadis tua yang buruk rupa?" tanya pria lainnya dengan heboh
Xiao lie sontak tersedak kue yang sedang ia makan, Hao Mei melototi pria yang membuat nonanya tersedak dan menuangkan teh untuk nonanya
Setelah batuknya reda xiao lie melototi ketiga orang itu dengan garang
Yang jadinya bukan malah takut, ketiga orang itu malah gemas karena wajah Xiao lie tampak imut dengan pipi dan hidung yang memerah akibat batuk
" Sembarangan, kalian berdua sakit mata ya?
__ADS_1
Tuan lihat aku, apa aku tak cantik? Padahal Gege dan Jiejie ku selalu bilang kalau aku cantik" ucap Xiao lie dengan anda lirih di akhir kalimatnya
Pria yang ditanyai xiao lie sontak terkejut, dia menelan ludahnya gugup dan mukanya memerah malu
Tapi ia tak mau berpaling dan melihat wajah cantik yang menggemaskan itu menatapnya penuh harap
" Cantik , sangat cantik" ucapnya dengan suara deepvoicenya
Semua orang dimeja lagi lagi dibuat terkejut
Kevin xu adalah rekan bisnis xiao lie di bawah pengendalian Hao Mei
Walaupun pedagang ia memiliki status yang tak biasa di kekaisaran westland
Kevin xu dikenal dingin tak tersentuh, tak pernah berbicara dengan satupun wanita bahkan dengan dua bayangannya saja ia tak banyak bicara
Jadi sekarang tentu saja Hao Mei bahkan dua bayangannya itu terkejut setengah mati mendengar Kevin berbicara bahkan memuji seorang gadis
Walaupun memang gadis itu amat sangatlah pantas untuk dipuji, tapi mereka tidak bisa menghilangkan keheranan itu
" Tuhkan, bahkan tuan dingin itu memujiku cantik
Apa aku harus menaruh lukisan wajahku disetiap toko Gege?"
" lakukan kalau nona mau mendengar ceramah dari empat dayang kesayangan nona itu
Saya yakin, mereka juga tak tau kalau nona melepaskan cadar saat di luar bukit?" ucap Hao Mei seraya melirik Xiao lie dengan tatapan jengkelnya
Xiao lie hanya bisa tersenyum dan menggaruk pipinya yang chubby
" Aku hanya tak mau menyia-nyiakan berkah dari Tuhan Gege" ucap xiao lie dengan nada seriusnya
Hao Mei pun penasaran dan menatap xiao lie dengan penuh tanda tanya " Berkah apa nona?"
" Tentu saja kecantikan, kecantikanku ini berkah Gege, sayang kalau disia-siakan apalagi diinjak injak oleh nona nona bangsawan yang kecantikannya tak ada seujung kuku ku"
Hao Mei hanya bisa menghela nafas pasrah, ia tak akan bisa berkata tidak kalau nonanya sudah memutuskan
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
See you next time 🥰🥰🥰
__ADS_1