
Di koridor istana Xiao lie bertemu dengan Sun Jian atau mungkin sekarang ia harus memanggil selir Sun
Tadinya xiao lie tak ingin berurusan lagi dengannya tapi karena dirinya dipanggil jadi mau tak mau ia harus menghadapinya
" Bagaimana rasanya dikalahkan nona xiao?" ucap Sun Jian dengan nada mengejeknya
Xiao lie mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum remeh kepada Sun Jian
" Dari awal kita tak pernah bertarung, lagipula apa kamu pikir suamimu itu segalanya untukku?"
Sun Jian sedikit terkejut mendengar ucapan Xiao lie tapi dalam hatinya berkeyakinan kalau gadis di depannya ini hanya mencoba kuat di depannya
" Kau berbicara seperti itu karena marah pada putra mahkota kan?
Kau marah karena putra mahkota memiliki wanita lain selain dirimu begitu kan?
Kau sungguh konyol nona xiao lie hahaha"
Xiao lie hanya menatap Sun Jian dengan datar, dirinya cukup terhibur melihat Sun jian membuka wajah aslinya apalagi di kejauhan xiao tua kalau ada pangeran pertama dan kedua yang tengah mengawasi mereka
" Apa sudah selesai tertawanya?" tanya xiao lie
" Oh astaga aku sampai lupa kalau kau masih disini, tapi ngomong-ngomong kenapa kau tak memberi hormat padaku
Aku sekarang adalah istri putra mahkota sedangkan kau hanyalah orang luar
Cepat beri hormat padaku" gertak Sun Jian
" Punya apa kau sampai berani menyuruhku memberi hormat padamu?"
" Kau....."
" Bukankah kau tau di istana Neverland ini aku hanya mau memberi hormat kepada dua orang saja
Yaitu kaisar dan permaisuri, bahkan keluarga kaisar yang lain pun tak pernah menerima hormatku
Apa kau ingin melangkahi mereka Sun Jian?" tanya xiao lie sinis
" Sudahlah untung saja hari ini adalah hari bahagia ku kalau tidak aku akan mengadukannya kepada putra mahkota bahwa kau menindasku"
" Daripada kau sibuk mengurusi hidupku, lebih baik kau isi saja otak kecilmu itu dengan sesuatu yang berguna. Kau lihat kedua sainganmu itu, mereka putri bangsawan terpelajar di Neverland
Selain menjadi istri mereka juga harus bisa membantu suaminya
Sedangkan kau, apa yang kau bisa? kau hanya akan bisa menjadi penghangat ranjangnya saja"
Sun Jian menatap xiao lie tajam, tangannya mengepal erat bahkan wajahnya pun ikut memerah karena marah
__ADS_1
Sementara Xiao lie semakin terhibur saja, apalagi ditempat dua pangeran berdiri sudah ada putra mahkota juga
" Hahaha......memang kenapa kalau hanya menjadi pemuas ranjang? bukankah berarti aku dibutuhkan
Lihatlah dirimu, kau cantik dan tubuhmu indah tapi putra mahkota lebih memilih diriku
Apa kau tau karena apa?"
" Benar aku tak tau, kira-kira karena apa putra mahkota meninggalkan saya?" tanya xiao lie seraya menatap putra mahkota yang sudah berdiri di belakang Sun Jian
Sun Jian terkejut ketika melihat suaminya sudah berada di belakangnya, ia kemudian kembali menatap Sun Jian garang
" Ini pasti rencananya" batin Sun Jian
" Suamiku, apa kau datang untuk menjemput ku?" tanya Sun Jian dengan nada manjanya
Tangannya pun kini sudah melingkar di lengan kekar Xuan Yi seraya menyandarkan kepalanya di lengan itu
Sun Jian menatap xiao lie dengan senyuman mengejeknya, ia pikir xiao lie terdiam menatap Xuan Yi karena terkejut dan sakit hati
Tapi nyatanya xiao lie menatap Xuan Yi karena merasa kasihan saja, kasihan karena mendapatkan istri seperti ulat bulu
Nyatanya penampilan Sun Jian memang nyaris seperti ulat bulu dengan gaun hijau daunnya yang terbuat dari kain berbulu ditambah lagi aksesoris bunga bunga yang berlebihan di atas kepalanya
" Bisakah kita bicara berdua?" tanya Xuan Yi dengan menatap wajah cantik gadisnya dengan penuh harap
" Suamiku aku tak suka kau bicara dengannya, dia menindasku. Dia bilang padaku kalau aku hanya pemuas ranjangmu saja" rengek Sun Jian pada Xuan Yi
" Benarkah itu lilie....?"
" panggil saya nona xiao saja yang mulia, kita tidak dalam konteks dekat lagi sampai harus memanggil dengan sebutan seperti itu
Dan juga apa aku salah kalau menyebutnya sebagai pemuas ranjang?"
" Xiao lie kalau kau marah dan ingin menyalahkan orang, maka salahkan aku jangan dia"
" Yang mulia putra mahkota harus berapa kali saya bilang kalau saya tak marah dan tak ingin menyalahkan siapapun
Saya hanya berbicara fakta saja, jangan menjadi bodoh karena hasutan wanita"
" Xiao lie....." bentak Xuan Yi seraya mengacungkan pedangnya pada leher Xiao lie
Feng ran dan kedua pengawalnya ingin menolong nonanya tapi sudah keduluan oleh kedua pangeran
Pangeran kedua langsung menangkis pedang putra mahkota sedangkan pangeran pertama menarik tubuh putra mahkota agar segera menjauh
" Apa yang kau lakukan kak?" bentak pangeran pertama
__ADS_1
Xuan Yi masih terbengong dan terkejut dengan apa yang ia lakukan " Apa yang kulakukan?" tanya Xuan Yi bingung
" Jangan merusak nama baik ayah kakak, nona xiao lie baru saja mau membantu permasalahan istana
Dan sekarang kau malah merusaknya, apa kata ayah nanti kak?"
" Adik tapi nona xiao lie yang keterlaluan, kau jangan menyalahkan suamiku" saut Sun Jian seraya memeluk Xuan Yi erat
" Harusnya kau menyekolahkan dia terlebih dahulu sebelum memperistrinya kak..... sungguh tak punya sopan santun" ucap pangeran kedua sarkas
" Maafkan kejadian barusan nona, tolong jangan memperpanjang masalah ini..... kaisar sudah terlalu banyak yang dipikirkan" ucap pangeran pertama yang diangguki juga oleh pangeran kedua
Xiao lie menatap kedua orang di depannya dengan intens, sampai menemukan jawaban yang pasti ia kemudian mengalihkan pandangannya lagi
Dari yang xiao lie lihat pangeran pertama mempunyai ambisi besar untuk menjadi pemimpin tapi dalam artian ingin membangun Neverland menjadi lebih baik bukan karena keegoisannya ingin memiliki tahta saja
Sedangkan pangeran kedua memiliki kepribadian cuek dan tak suka keterikatan, ia hanya tertarik dengan kemiliteran saja
" Tak masalah ini hanyalah masalah pribadi antara saya dan putra mahkota, kalian tak perlu khawatir" ucap xiao lie
Sesaat pandangan xiao lie beralih kepada putra mahkota yang langsung pergi tanpa berbasa-basi lagi
Setelah benar benar tak terlihat Xiao lie mendekati kedua pangeran sampai berhadap hadapan langsung
" Pangeran Ling Mao tetap teguh dalam pendirian dan bantulah kaisar, sepertinya kakak kalian itu akan dimabuk cinta dalam beberapa bulan kedepan"
Ling Mao walaupun heran dengan ucapan Xiao lie tapi ia tetap mengiyakannya karena dari yang ia dengar insting gadis kecil di depannya ini nyaris semuanya benar karena itulah usahanya berkembang pesat
" Dan untuk pangeran kedua, kau bisa berkunjung ke hutan gersang untuk melihat pelatihan pengawal saya
Saya dengar dari kaisar anda sedang kesulitan untuk mengajari dan memperkuat prajurit baru"
" ada apa disana nona?" tanya pangeran kedua Ling yusik
Ling Mao mencubit perut adiknya sampai si empunya mengaduh
" Awww......ampun kak, ada apa sih?"
" Ada apa ada apa? kau benar benar ketinggalan berita ya? hutan gersang itu tempat pelatihan pengawal nona xiao lie" jawab Ling Mao seraya menekankan setiap kata-katanya karena gemas
" Pengawal nona xiao berarti......Oh astaga pengawal keluarga Xiao, benarkah saya boleh kesana nona?" tanya Ling yusik tak percaya
" tentu saja pangeran kedua bisa......"
" Aaakkkhh......."
*****
__ADS_1