Love In The Palace

Love In The Palace
Episode 25


__ADS_3

Xuan Yi bergegas menuju ruang kerja kaisar, ia ingin mendapatkan kepastian dari ayahnya


Begitu sampai Xuan Yi langsung masuk tanpa memperdulikan tata kramanya lagi


" Ayah......" panggil Xuan Yi dengan nafas memburu, karena berlari dari ruang makan menuju istana barat, tempat tinggal kaisar dan permaisuri


" Duduk dan minum" ucap kaisar dingin seraya menyodorkan air minum kepada putranya


" Ada apa ?" tanya kaisar begitu melihat putranya sudah tenang


" Aku hanya menginginkan Xiao lie, ayah tak akan menghalangiku kan?"


Kaisar terkekeh mendengar kekhawatiran putranya


" Jadi masalah seperti ini yang bisa membuatmu panik putraku " ejek kaisar


Xuan Yi mendengus " jawab dulu pertanyaan ku ayah?"


" Untuk apa aku menghalangi mu? bukankah suatu kebanggaan besar bisa memiliki hubungan dengan gadis kecilmu itu"


" Tapi dia bukan bangsawan ayah" ucap Xuan Yi


" Persetan dengan gelar bangsawan, bahkan statusnya sekarang lebih tinggi dari bangsawan manapun di kekaisaran ini


Jangan pikirkan yang lain, fokuslah kepada tugasmu dan gadis kecilmu saja"


" Maaf ayah, aku hanya terlalu khawatir. Aku benar-benar menginginkan Xiao lie ayah, aku mencintainya


Aku bisa gila jika tak bisa menggapainya"


Kaisar menepuk pundak putranya untuk mengalirkan ketenangan


" ayah akan selalu mendukungmu, kamu tak sendirian putraku"


Xuan Yi mengangguk tanda mengerti, ia pun bisa sedikit bernafas lega


" Lalu bagaimana dengan gadis yang sudah dibawah selir rong, diluar sana sudah beredar gosip tentangnya yang akan menjadi putri mahkota"


" Kau tenang saja, nanti di pesta ulang tahun adikmu ayah akan mengumumkan gadis kecilmu sebagai putri mahkota dan untuk pengangkatan resminya kau bisa bicarakan terlebih dahulu dengan nona xiao" jawab Kaisar


" Terimakasih ayah, kalau begitu ananda pamit" Kaisar mengangguk dan menatap punggung putranya yang perlahan menghilang di balik pintu


" apa ada yang meresahkan anda yang mulia?" tanya Zhao Yao, ajudan pribadi kaisar


" Tak ada, hanya ada sedikit yang ku pikirkan"


" Apa anda khawatir dengan calon putri mahkota?" tanya Zhao Yao lagi


" Sebenarnya aku sedikit khawatir dengannya, tetapi gadis kecil itu pasti bisa mengatasinya sendiri"


Pagi hari pun tiba, Xiao lie kembali disibukkan dengan laporan laporan pekerjaan nya

__ADS_1


Tetapi sebelum itu ia sudah menyuruh Leah untuk ke istana guna mempersiapkan gaun permaisuri dan putri Shan Shan


Xiao lie juga dengan khusus mendesain tusuk rambut sebagai hadiah untuk putri Shan Shan


Tusuk rambutnya Xiao lie buat indah dan elegan sesuai dengan penampilan sang putri, ia menggunakan kristal putih sebagai bahan dasar tusuk rambutnya


Dengan ukiran bunga mawar dan dihiasi rantai rantai berlian di ujungnya


" Nona, apa nona sudah menyiapkan gaun untuk nona pakai sendiri?" tanya Meng yao seraya menghidangkan teh dan camilan untuk Xiao lie


" Tak perlu jie jie, bukankah masih banyak gaun yang belum pernah aku pakai?" tanya xiao lie tanpa mengalihkan perhatiannya dari pekerjaan


" Nona benar, tapi...." ucapan Meng yao terhenti saat seorang pelayan membuka pintu dan melaporkan kedatangan paman dan bibinya


" Untuk apa lagi mereka kesini?" gumam xiao lie


Xiao lie pun mau tak mau meninggalkan pekerjaannya untuk menemui paman dan bibinya


" Ada apa paman bibi datang menemui ku ?" tanya xiao lie begitu sampai di ruang tamu


" Kami kesini untuk mengundangmu ke acara pertunangan Jie Jie mu nanti malam" ucap bibi xiao lie dengan senyum sombongnya


Xiao tersenyum tipis melihat wajah pongah keduanya " Oh ya, siapa calon kakak ipar ku itu bibi?" tanya xiao lie


" Dia putra Mentri perdagangan, bagus kan?


Kalau kau menurut pada bibi, hidupmu tak akan susah xiao lie


" Aku bisa mencari jodohku sendiri bibi"


" Dasar keras kepala, nanti kau harus datang


Walaupun sebenarnya itu tak perlu, tapi kau tetap keponakan kami" ucap paman xiao lie kemudian pergi


Xiao lie memutar bola matanya malas


Memang mereka pikir sehebat apa calon menantunya itu


Bahkan dia hanya putra kedua yang tentu saja tak akan meneruskan pekerjaan ayahnya


Lagipula apa hebatnya menteri perdagangan itu? kalau Xiao lie mau, sekarang pun ia bisa mendepaknya dari posisinya itu


" Apa nona akan datang?" tanya Meng yao yang sedari tadi berdiri di belakangnya


" Tentu, siapkan satu set perhiasan terbaru untuk hadiah" ucap xiao lie dengan nada datarnya


Meng yao tanpa banyak tanya mengangguk patuh, ia paham kalau nona nya sedang dalam kondisi tak senang


Malam harinya xiao lie bersiap ke rumah paman dan bibinya untuk menghadiri pesta pertunangan sepupunya


Xiao lie hanya menggunakan hanfu sederhana berwarna biru pudar yang nyaris putih dengan luaran berwarna biru langit, sama seperti bola matanya

__ADS_1


Semenjak hidup di sini xiao lie sangat menyukai apapun yang berwarna biru apalagi mengingat jika bola matanya juga berwarna biru


Untuk riasan rambutnya Xiao hanya mengikatnya setengah dengan ikat rambut berantai, ia tak menggunakan perhiasan berlebihan, ia hanya menggunakan anting panjang berwarna putih dan satu cincin giok biru


Sangat sederhana tapi kalau bangsawan yang memiliki pengetahuan luas pastilah tau seberapa mahalnya setiap barang yang xiao lie kenakan


Xiao lie sampai di kediaman paman dan bibinya, kediaman yang sengaja xiao lie belikan untuk mereka


Xiao datang ditemani Feng ran dan dua pengawal pribadi Feng ran beserta sepuluh orang pengawal yang menyebar menjadi bayangan


Ia memang tak memiliki pengawal pribadi, karena ia pikir ia tak membutuhkannya, apalagi dia sangat mahir beladiri


Xiao lie memasuki kediaman bersama Feng ran di belakangnya


Semua tamu yang sudah datang memandang aneh dirinya karena dia memakai penutup wajah


Bahkan banyak orang yang mengira ia gadis miskin yang buruk rupa


Feng yan yang mendengar cibiran itu nyaris meledak amarahnya, tapi xiao lie menghentikannya


Begitu sampai di kedua tokoh utama pesta ini, xiao lie memberikan hadiah yang ia bawa


Tapi respon dari paman bibi dan sepupunya diluar ekspektasi xiao lie


Paman dan bibinya berseru dengan nada kerasnya dengan menyebutkan nama xiao lie yang tentu saja langsung membuat pesta menjadi heboh


Karena di kekaisaran ini tak ada keluarga bermarga xiao kecuali dirinya


" Apa perlu seperti ini paman?" tanya Xiao lie dingin


" Seperti apa maksudmu nak? apa paman tak boleh mengakui mu sebagai keponakan ?" tanya paman xiao lie dengan nada sedihnya


Dan para tamu tambah memasang kuping mereka untuk mendengarkan pertengkaran xiao lie yang tentunya akan menjadi berita heboh keesokan harinya


" Apa peduliku?" ketus Xiao lie


Semua orang menganga mendengar Jawaban tak terduga xiao lie


Tapi tak ada yang berani menegurnya


Yah jelas saja siapa yang akan berani menegur xiao lie


Hanya orang bodoh seperti paman dan bibinya saja yang berani


*****


Terimakasih sudah membaca ceritaku


Jangan lupa like vote dan comentnya guys


See you next time 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2