
Pagi harinya keempat pelayan Xiao lie tengah disibukkan untuk menyiapkan keperluan xiao lie pergi ke istana
Sementara Xiao lie sendiri hanya menatap mereka semuanya jengah
Padahal dirinya hanya akan berkunjung bukan menghadiri pesta
" Jie Jie, jangan bertengkar biar aku saja yang memilih" ucap Xiao lie menghentikan para jie jie nya yang tengah berdebat dengan sengit
" Feng yan jie jie tolong siapkan perhiasan yang kemarin aku pinta "
Feng yan pun menyiapkan dua model perhiasan terbaru yang nona nya buat
Perhiasan ini rencananya akan di berikan kepada permaisuri dan putri Xuan
Bahkan tak akan ada yang bisa memiliki model ini karena xiao lie khusus membuatnya satu set tiap model
Xiao lie berjalan ke arah lemari pakaiannya
Semuanya tampak indah dan berbeda dengan model baju wanita pada umumnya
Karena tak ingin terlalu berlebihan dan mencolok Xiao lie memilih hanfu putih polos den di padu padankan dengan luaran berwarna biru pudar
Untuk sepatu, Xiao lie saat ini juga memiliki toko sepatu sendiri dan tentu saja semuanya menggunakan model yang ia buat
Xiao lie memilih sepatu flat warna putih
Perhiasannya xiao lie hanya menguntungkan anting panjang dengan ujung berbentuk tetesan embun dan satu cincin putih bergradasi biru
untuk tatanan rambutnya, ia mengikat rambutnya setengah dengan pita biru dan diberi hiasan rantai rantai emas putih yang menjuntai di rambutnya yang panjang
Setelah selesai mendandani dirinya sendiri xiao lie membalikkan tubuhnya dan menghadap jie jie nya
" Bagaimana jie jie ?" tanya xiao lie
" Sempurna nona, tapi jangan lupakan cadar nona" ucap Feng yan sembari mengikatkan cadar putih kepada nona nya
Setelah semuanya siap Xiao lie bergegas pergi ke istana ditemani Feng ran
Di istana tak boleh membawa pengawal pribadi karena itu xiao lie hanya pergi bersama Feng ran
Jarak antara kediaman Xiao lie dan istana memakan waktu sekitar satu setengah jam jika menggunakan kereta kuda
Karena itu xiao lie membawa buku sketsa nya untuk membunuh waktu sekaligus bekerja
Tepat saat melewati kota Feng ran tak sengaja melihat sepupu nona nya yang tengah bergandengan tangan dengan seorang pria dan diikuti rombongan pelayan dan pengawal
" Nona, sepertinya itu nona Jin Hua" ucap Feng ran seraya membuka tirai jendela lebih lebar
Xiao lie menghentikan kegiatannya dan melihat apa yang Feng ran tunjukkan
" Kau benar, siapa lelaki yang jie jie gandeng itu?Sepertinya dia dari kalangan bangsawan"
" Saya kurang tau nona, tapi dilihat dari penampilannya memang sepertinya lelaki itu seorang bangsawan
Apa perlu saya tanyakan pada tuan Cheng lan?"
__ADS_1
Xiao lie mengangguk, dia cukup penasaran dengan pria yang sepupunya gandeng
" Tuan Cheng lan....." panggil Feng ran kepada Cheng lan yang menaiki kuda di depan kereta kuda nona nya
Cheng lan berhenti dan memundurkan kudanya
" Ada apa nona Feng ran, apa nona kecil butuh sesuatu?" tanya Cheng lan
Xiao lie cemberut mendengar bawahan Xuan Yi terus saja memanggilnya nona kecil
Padahal dia sudah beranjak dewasa
" Apa tuan kenal dengan pria itu?" tanya Feng ran sembari menunjuk Jin Hua dan pria yang ia gandeng
Cheng lan mengamati orang yang Feng ran tunjuk beberapa saat
" Dia tuan muda kedua menteri perdagangan nona"
" Oh baiklah, terimakasih tuan"
Feng ran pun kembali menutup tirai dan menghadap nona nya
" Bukankah beberapa bulan yang lalu ayah orang itu berusaha mengajak anda bekerja sama nona?"
Xiao lie mengangguk dan tersenyum tipis
" Yah kau benar, sepertinya sepupuku itu berniat mencari sekutu untuk melawanku"
" Apa perlu saya bereskan nona?"
Beberapa saat kemudian Xiao lie tiba di istana, ia kemudian diarahkan ke aula timur
Tempat putra mahkota tinggal
Tempat tinggal di istana Neverland dibagi menjadi empat
istana barat tempat tinggal kaisar dan permaisuri
istana timur tempat tinggal putra mahkota
istana selatan tempat para selir dan putra putrinya
istana Utara dijadikan tempat pertemuan
Sedangkan pelayan dan prajurit tinggal di istana samping dan istana belakang
Xiao lie berjalan santai mengikuti Cheng lan
Ia tak memperdulikan pelayan yang tengah bergosip ria saat melihatnya
" Apa perjalananmu menyenangkan lilie ?" sapa Xuan Yi begitu Xiao lie memasuki gerbang istana timur
" Lumayan, aku tak pernah melakukan perjalanan sejauh ini Gege, jadi sekarang rasanya tubuhku agak pegal" keluh Xiao lie
Xuan Yi yang mendengar keluhan gadisnya merasa tak enak
__ADS_1
" Maafkan aku, apa mau ku panggilkan pelayan untuk memijit mu?"
" Tak usah, apa kaisar dan permaisuri ada disini?"
Xuan Yi mengangguk dan menggenggam tangan gadisnya seraya membawanya masuk ke dalam istananya
" Ayah dan bunda sudah menunggu di dalam dan juga ada Shan Shan, adik kandungku
Dia pasti senang bertemu denganmu, apalagi mengingat ia begitu tergila-gila dengan koleksi baju dan perhiasan buatanmu"
" Benarkah? tapi aku gugup Gege" ucap Xiao lie
" Hey tenanglah, mereka sudah menunggumu sejak lama lilie, ayo masuk"
Xuan Yi menarik tangan gadisnya menuju ke aula samping tempat keluarganya tengah berkumpul
Begitu sampai Xuan Yi langsung membungkuk hormat dan diikuti juga oleh Xiao lie
" Sudahlah jangan terlalu serius, ini hanya makan siang keluarga saja
Kemarilah nak, biarkan aku melihatmu" ucap permaisuri Li mei
Xiao lie pun mendekat dan duduk di kursi kosong samping permaisuri Li mei
Meja makan itu hening sesaat, bahkan Shan Shan yang biasanya cerewet pun tak banyak bicara
Xuan Yi pun berdehem untuk memecah keheningan
" Emmmm seperti yang sudah ananda katakan kemarin, dia xiao lie gadis yang aku inginkan ayah bunda" ucap Xuan Yi seraya menggenggam tangan Xiao lie yang berkeringat dingin
Shan Shan terkejut mendengar nama calon kakak iparnya
" tunggu dulu, ayah apa di kekaisaran ini ada keluarga lain yang memakai marga Xiao ?"
Permaisuri Li mei mencubit lengan anaknya pelan
" sembarangan, marga Xiao di kekaisaran ini sudah di patenkan jadi tentu saja hanya ada satu keluarga yang bermarga xiao " ucap Li Mei menjelaskan kepada putrinya
Shan Shan melongo dan menatap kakaknya takjub
" wah.....kau hebat Gege, pantas saja kau begitu menginginkannya" puji Shan Shan
Shan Shan kemudian beralih kepada Xiao lie dan menatapnya dengan binar kekaguman
Sama seperti yang lainnya, Shan Shan pikir pencetus bisnis keluarga xiao adalah orang yang sudah dewasa dan berpengalaman tetapi ternyata jauh dari yang ia bayangkan
" Ah aku tak tau harus memanggilmu apa, sepertinya kau lebih muda dariku ?" tanya Shan Shan dengan penuh semangat tanpa perduli ayah dan bundanya melototi dirinya karena tak sopan
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
See you next time 🥰🥰 🥰
__ADS_1