Love In The Palace

Love In The Palace
Episode 58


__ADS_3

" Bukan masalah besar yang mulia, tapi jika dibiarkan ini akan menjadi masalah yang cukup serius"


" Apa itu....?" tanya permaisuri penasaran


" Masalah pajak yang mulia, mohon turunkan pajak yang mulia"


" Bukankah rakyat tak kesulitan membayarnya?" saut kaisar


" Memang benar, seperti yang kalian tau sebagian besar rakyat Neverland bekerja di naungan saya dan saya memberikan gaji lebih kepada mereka


Karena itu mereka mampu membayarnya


Tapi yang mulia saya rasa jumlah pajak yang ditentukan istana sangatlah tak masuk akal"


" Aku tau, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa


apakah dampaknya sangat besar diluaran sana


Jujur saja aku sebagai kaisar tak pernah tau keadaan rakyatku secara langsung karena aku hanya bekerja dari balik tembok istana saja" ucap kaisar seraya tersenyum kecut


Permaisuri yang duduk disebelah kaisar mengelus lengannya dengan penuh kasih sayang


Dia tau suaminya sudah bekerja keras untuk Neverland, tapi tentu saja itu tak akan cukup kalau ia sendiri yang berjuang


" isu tentang ini sudah tersebar luas yang mulia, bahkan..... mohon maaf yang mulia itu..."


" Katakan sejujurnya nak, aku juga tak ingin terus menerus mendengar hal yang baik baik saja padahal kenyataannya tak sebaik itu"


" Isu ini sudah menjadi berita hangat dan bahan tertawaan kekaisaran lain yang mulia"


" Apakah semua itu benar?"


" Saya bisa menjaminnya yang mulia, saya memiliki serikat perdagangan sendiri di kekaisaran Eastland dan Westland"


Xiao lie memandang kaisar yang tampak murung, seketika itu juga ia merasa iba


Bagaimana pun juga xiao lie tau kaisar sudah berusaha untuk Neverland


" Saya pikir dengan penjualan hasil panen ini bisa menutupi kekurangan pemasukan istana yang mulia jadi pajak untuk rakyat bisa turun seperti semula


Apa saya boleh memberi saran yang mulia?"


" Tentu saja, katakan pendapatmu nak siapa tau itu bisa membantu kami" ucap permaisuri yang juga diangguki oleh kaisar


" Untuk saat ini lebih baik mengontrol kebutuhan istana yang mulia


Lebih baik tidak membeli barang yang belum dibutuhkan, saya mendapat laporan dari bawahan saya kalau pihak istana memborong perhiasan baju dan aksesoris beberapa minggu ini yang mulia


Dan itupun dilakukan hampir setiap hari


Melihat hal ini tentu saja banyak rakyat yang tak terima yang mulia, mereka harus berhemat untuk bisa membayar pajak sedangkan pihak istana malah asyik bersenang-senang"


Kaisar yang mendengar penuturan xiao lie sontak menatap permaisuri dengan wajah bertanya tanya


" Bukan aku suamiku, Shan Shan juga tak mungkin dia sudah di akademi satu Minggu yang lalu"


Hanya satu nama yang ada di otak kaisar saat ini, tapi ia harus memastikannya terlebih dahulu


" Kau pasti tau siapa orangnya nak?"


" Yang mulia sendiri pasti juga sudah tau, saya tak mau membicarakannya yang mulia

__ADS_1


Selain masalah mengontrol kebutuhan istana, lebih baik yang mulia juga mengatur masalah perpajakan


Saya rasa itu semua tak adil, rakyat biasa maupun rakyat jelata diwajibkan membayar pajak yang sudah ditentukan kalau tidak akan dihukum cambuk atau penjara lalu bagaimana dengan bangsawan?


Mereka bisa menunda pembayaran bahkan semakin tinggi status bangsawannya mereka malah terbebas dari pajak


Bukankah itu aneh yang mulia?"


" Aku benar-benar buta....." ucap kaisar seraya menghembuskan nafas beratnya


" Tugas kaisar memang memimpin tapi ada kalanya Anda juga harus melihat seperti apa orang yang anda pimpin yang mulia"


Kaisar menganggukkan kepalanya seraya terkekeh kecil " Astaga istriku sebenarnya berapa umur gadis kecil di depan kita ini, kenapa dia pintar sekali"


" Kau benar suamiku, andai saja putra bodohku itu sepintar Xiao lie pasti Neverland akan semakin makmur"


Xiao lie sendiri tersipu malu mendengar pujian kaisar dan permaisuri


" Jadi menurutmu apa yang harus suamiku lakukan saat ini gadis kecil?" tanya permaisuri


" Merakyat....." jawab xiao lie singkat


kaisar dan permaisuri memandang xiao lie bingung, mereka tak mengerti maksudnya


" Istana adalah tempat untuk rakyat mengadu yang mulia tapi sayangnya istanalah yang menyakiti mereka


Kalian para pemilik istana sudah terlalu jauh dari rakyat


Apa anda tau yang mulia, kemarin saya membeli lahan di dekat perbatasan


Dan apa kalian tau apa yang saya lihat?"


Xiao lie berhenti sejenak untuk melihat ekspresi kedua orang di depannya


" Penduduk yang terbelakang, terisolasi dan terlupakan


Bahkan mereka tak mempunyai kain yang benar untuk penutup tubuh mereka yang mulia


Jarak antara pemukiman dengan perbatasan cukup dekat, dan tentu saja para prajurit istana sering melewati mereka


Tapi apa ada yang menolong mereka atau paling tidak melaporkanya kepada anda?


Saya hanya menyarankan agar anda tak menelan mentah-mentah laporan yang para menteri anda berikan


Atau mungkin akan lebih baik kalau anda memiliki mata dan telinga di luar istana"


" Aku sulit untuk mempercayai seseorang nak"


" Bukan sulit, anda hanya masih terpaku dengan identitas orang yang ingin anda percayai


Apa anda tau seperti apa para kaki tangan saya yang mulia?"


" Sejujurnya aku juga penasaran darimana kau mendapatkan orang orang hebat seperti mereka" jawab kaisar


" Keempat Gege ku itu adalah lulusan akademi kerajaan yang mulia, mereka bukan kaum bangsawan"


" Apa..... bagaimana bisa, kau sedang bercanda ya?"saut permaisuri


" Saya mengatakan yang sejujurnya yang mulia, mereka menempuh ilmu dengan kerja keras dan usaha yang tak mudah


Bahkan setelah luluspun mereka tak diterima di kalangan pejabat istana maupun bangsawan

__ADS_1


Kasarannya mereka adalah orang buangan yang mulia


Dan kalau keempat jiejie ku, mereka dulu budak yang dibeli orangtuaku"


" Sungguh tak bisa dipercaya" ucap kaisar seraya memandang xiao lie keheranan


" Sejujurnya bakat dan kesetiaan itu bisa berasal dari siapa saja yang mulia


Boleh saya beri kandidat terbaik untuk menjadi bayangan anda yang mulia?"


" Apa kau memiliki seseorang yang bisa ku percaya nak?" tanya kaisar tak yakin


Xiao lie tersenyum tipis sebelum menjawabnya


" Bukan saya yang memilikinya tapi anda yang mulia"


" Siapa itu.....?"


" Anda lihat prajurit yang berjaga itu yang mulia" ucap xiao lie seraya menunjuk satu prajurit berambut coklat yang tengah berjaga tak jauh dari tempat mereka duduk


Setelah kaisar dan permaisuri melihatnya, Xiao lie melanjutkan ucapannya


" Dia juga salah satu alumni akademi kerajaan yang lulus bersama keempat Gege ku


Tadinya aku ingin menariknya untuk menjadi orangku, tapi ia tak mau karena sudah terikat sumpah prajurit dengan anda


Selain mahir beladiri dia juga berwawasan luas dan mempunyai banyak koneksi karena sering mengikuti Hao Mei Gege saat waktunya senggang"


" Kenapa kau begitu mengetahui tentangnya nak? apa kalian kenal?" tanya permaisuri


" Hanya sekedar kenal saja yang mulia, orangtuanya adalah pengurus salah satu penginapan saya"


" Aku akan mengetesnya terlebih dahulu, terimakasih sudah membantuku nak


Semoga kau selalu dilindungi Tuhan dan hidup bahagia" ucap kaisar seraya tulus berdoa untuk Xiao lie


" Terimakasih atas doanya yang mulia, sepertinya saya harus segera pergi


Untuk masalah kerjasamanya besok biar Hao Mei Gege yang ke istana


Dan juga mungkin kita tak akan bertemu dalam waktu yang cukup lama yang mulia"


" Kenapa....?" saut permaisuri


" Saya akan berkeliling yang mulia, banyak yang ingin saya lakukan di luaran sana


Kalau istana butuh bantuan, kalian bisa pergi ke bukit untuk menemui Hao Mei Gege


Aku menyerahkan kerjasama istana kepadanya"


Walaupun permaisuri tak rela karena kepergian xiao lie tapi ia harus merelakannya


Karena ia sudah tak memiliki hak apapun


Padahal ia berharap Xiao lie akan menjadi keluarganya tetapi harapannya harus kandas karena putra bodohnya itu


*****


terimakasih sudah membaca ceritaku


Jangan lupa like vote dan comentnya guys

__ADS_1


Hadiahnya juga otte


See you next time 🥰🥰🥰


__ADS_2