
Di istana Neverland, Xuan Yi tampak murung dan tak mau menyentuh pekerjaannya
Padahal banyak hal yang harus ia kerjakan, kaisar yang melihat putranya seperti itu hanya bisa menghela nafas lelah, dia juga tak bisa melakukan apapun
" Apa gadis kecilmu masih marah?" tanya kaisar yang dijawab senyuman masam oleh Xuan Yi
" Sepertinya dia sedang merencanakan sesuatu" ucap kaisar dengan tatapan mata yang menerawang ke depan
Xuan Yi pun menoleh dan menatap ayahnya dengan pandangan bingung" Apa maksud ayah?"
" Dia membeli hutan gersang dan desa kosong di sebelahnya, entah untuk apa. Padahal penduduk desa setempat memilih pergi meninggalkan desa itu dan sekarang gadismu membelinya bahkan tanpa negosiasi sedikitpun"
Xuan Yi yang mendengar penuturan ayahnya sontak berpikir keras, ia yakin gadisnya memiliki sesuatu yang ia rencanakan
" siapa yang mengurusnya, apa ayah tidak menanyakan untuk apa mereka membeli lahan itu?"
" Salah satu tangan kanan gadis itu tak biasanya mengurusi masalah tempat, dia bilang mereka mau membuka lahan baru untuk bisnisnya" jawab kaisar
" Tak masuk akal sekali" gerutu Xuan Yi yang dibalas anggukan enggan kaisar
" Lalu kenapa kau masih disini, kenapa tak membujuk gadismu?" tanya kaisar bingung
Xuan Yi mendengus mendengar ayahnya yang hari ini terkesan cerewet
" Aku juga maunya begitu, tapi para pengikutnya itu tak mengijinkan ku menemuinya" jawab Xuan Yi dengan wajah masamnya
" Emmm, dengan pribadi gadismu mungkin sekarang ia merasa terhina karena kelakuan para menteri itu
Dan tak menutup kemungkinan ia akan membalas semuanya"
Ucapan kaisar membuat Xuan Yi terdiam, ia berpikir ini semua salahnya
Salahnya membawa gadisnya ke istana dan tak bisa melindungi dirinya
Berbanding terbalik dengan Xuan Yi yang tengah bersedih, Xiao lie tampak sangat bersemangat memulai paginya
Rencananya hari ini xiao lie akan ikut gegenya untuk meninjau tempat yang akan ia buat aliran sungai
Xiao lie sendiri berniat untuk bernegosiasi dengan warga desa Salamander, siapa tau ada yang bisa Xiao lie bantu mengingat desa Salamander termasuk jajaran desa yang tingkat kemiskinannya cukup tinggi di Neverland
Dengan hanfu santainya, xiao lie mengikat tinggi rambutnya menjadi satu dengan pita merah
Xiao lie memutuskan tak mengenakan cadar lagi, ia tak mau dipandang rendah
__ADS_1
Rasanya cukup menyakitkan saat dirinya bisa saja mendepak orang yang menghina dirinya
Lagipula setelah dipikir pikir Xiao lie lebih suka hidup bebas dan apa adanya tanpa ada peraturan dan tunduk kepada status yang lebih tinggi
Sungguh memuakkan pikir xiao lie
Xiao lie berlari menemui jiejie dan gegenya yang sudah menunggunya di ruang makan
Dan mereka pun sarapan bersama dengan dipenuhi canda tawa
Setelah selesai xiao lie bersiap menaiki kudanya bersama Hao Xiang
Perjalanan yang biasanya ditempuh dua Jam kini xiao lie peringkat menjadi satu jam lebih, karena kemahiran xiao lie dan Hao Xiang berkuda
Sesampainya di sana Hao Xiang langsung pergi menuju area penggalian
Sedangkan xiao lie memasuki desa Salamander
Begitu memasuki desa xiao langsung disuguhkan dengan pemandangan pasar yang bisa dibilang sangat sepi ketimbang pasar di desa desa lainnya
Sepanjang jalan juga banyak orang tua dan anak-anak yang menjadi pengemis
Xiao lie sontak teringat dengan para pekerjanya, ia memang menyaring orang yang masih muda dan kuat untuk bekerja tanpa ia sadari sebenarnya banyak orang tua yang masih membutuhkan pekerjaan untuk hidup mereka
Tapi Xiao lie tau makanan jenis ini termasuk makanan mahal untuk mereka
Langsung saja xiao lie menemui pemilik kedai yang terlihat berbinar binar karena melihat kedatangannya
" Astaga nona sangat cantik, apa nona ingin memesan sesuatu ?" tanya bibi pemilik kedai
Xiao lie tersenyum manis dan menatap sekeliling kedai" Ada berapa banyak stok roti disini bibi?" tanya xiao lie dengan senyum ramahnya
" Ada dua puluh nona, nona ingin berapa?"
" Kenapa sedikit sekali bibi?" tanya xiao lie yang dibalas tatapan bingung dari bibi pemilik kedai
" Ini sudah termasuk banyak nona, seperti yang nona lihat warga desa sini kebanyakan orang tak mampu jadi roti seperti ini bisa dibilang makanan yang cukup mahal dan mewah"
Xiao lie mengangguk mengerti" buat lebih banyak lagi bibi, habiskan bahan bahan yang bibi punya
Setelah itu bagikan kepada pengemis dan gelandangan di pinggir jalan itu"
Bibi pemilik kedai sontak terkejut dan terdiam tak bisa mengatakan apapun
__ADS_1
Setelah beberapa saat" Apa nona yakin, satu roti gandum saya seharga 25 sen nona" ucapnya dengan bibir bergetar
Xiao lie tersenyum dan merogoh kantong uangnya, ia kemudian memberikan sepuluh koin emas
" Buat sebanyak mungkin dan bagikan kepada mereka" ucap xiao lie kemudian berbalik ingin pergi tetapi tak jadi, ia ingin menanyakan sesuatu kepada bibi itu
" Apa bibi tau dimana tempat kepala desa ini, aku ada perlu dengannya?"
" Ta....ttau nona, kebetulan suami saya kepala desa disini" Bibi penjual kedai itu menjawab pertanyaan xiao lie dengan sedikit gagal karena menerima koin emas, seumur hidupnya ia tak pernah sekalipun memiliki koin emas
" Nona tunggu sebentar biar saya panggilkan suami saya, kebetulan suami saya sedang membelah kayu bakar di halaman belakang" ucapnya lalu lari terbirit-birit mencari suaminya
Bibi itu tak mau membuat gadis cantik nan baik hati itu menunggu terlalu lama
Beberapa saat kemudian sepasang paruh baya memasuki kedai dari pintu belakang dengan nafas ngos-ngosan
" Astaga, tidak usah terburu-buru bibi. Aku tak sedang dalam kondisi terdesak" ucap xiao lie seraya menuangkan air untuk pasangan paruh baya itu
Setelah tenang lelaki paruh baya yang merupakan suami bibi penjual kedai duduk di depan xiao lie dengan pandangan bertanya tanya
" Sebelumnya terimakasih sudah berbaik hati memborong dagangan istri saya dan menyedekahkannya kepada warga saya yang membutuhkan, lantas ada keperluan apa nona muda mencari saya?" tanyanya dengan sopan
Xiao lie tersenyum manis sebelum menjawab pertanyaan lelaki paruh baya di depannya yang seketika membuat suami istri itu terpana akan pesona Xiao lie
" Perkenalkan nama saya xiao lie paman, saya datang kemari untuk meminta izin beberapa hal"
Bibi penjual kedai dan suaminya terkejut mendengar nama gadis kecil di depannya
Di Neverland ini siapa yang tak tau nama xiao lie, bahkan hampir seluruh pemuda dan pemudi di desa Salamander bekerja untuknya
" Astaga, maafkan ketidaksopanan kami nona muda" ucap mereka berdua seraya berlutut dan bersujud di depan xiao lie
" Ya tuhan apa yang kalian lakukan, berdiri paman bibi jangan seperti ini" ucap xiao lie seraya mensejajarkan posisinya dengan pasangan paruh baya itu
" Kami sudah tidak sopan dengan nona, maafkan kami
Kedua putra kami bekerja untuk nona, jangan persulit mereka" ucap bibi pemilik kedai dengan mata berkaca-kaca
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
__ADS_1
See you next time 🥰🥰🥰