
" adik jaga sopan santunmu, disini banyak bangsawan dan orang orang penting " tegur Jin Hua sepupu xiao lie
" Memang apa yang sudah kulakukan, aku baru saja datang dan tak melakukan apapun" ucap xiao lie nada datarnya
" Apa ini nona xiao yang terkenal itu?" tanya Jang gaeyo tunangan Jin Hua
Xiao lie tak langsung menjawab pertanyaan Jang gaeyo, ia menatap pria itu Lamat Lamat
Semuanya berbeda dengan perhitungan xiao lie
Xiao lie pikir sepupunya itu akan menjalin hubungan dengan Gong Li, tunangannya di masa lalu
Lalu apa sekarang ini?
" Adik, tuan muda Jang bertanya padamu" tegur Jin Hua dengan nada lembutnya
" Oh maaf saya sedikit melamun, seperti yang anda dengar, saya xiao lie"
" Wah suara nona Xiao sangat lembut, apakah wajah dibalik cadar ini selembut suaranya
Apa nona tak ingin menunjukkannya kepada kami semua, saya yakin semua orang penasaran dengan nona xiao " ucap Jang gaeyo
Jin Hua dan keluarganya tersenyum smirk, mereka pikir xiao lie pasti tak akan mau membuka cadarnya karena wajahnya yang buruk
" Jangan kurang ajar kepada nona saya" gertak Feng ran seraya maju dan berdiri di samping xiao lie
" Kau pelayan rendahan, beraninya berteriak di depan muka tuan muda ini" bentak Jang gaeyo murka
Suasana pesta seketika menjadi panas
Xiao menarik Feng ran agar kembali berdiri di belakangnya
" Apakah pantas seorang tuan rumah memperlakukan tamunya seperti ini?" tanya xiao lie sarkas
" Hey nona, aku hanya memintamu membuka cadar bukan membuka baju
Kenapa pelayan mu marah sekali
Atau jangan-jangan wajahmu buruk rupa sampai sampai kau malu menunjukkan wajah mu?" ucap Jang gaeyo kemudian tertawa di akhir kalimatnya
Jin Hua mendekati tunangannya dan memeluk lengannya mesra
" Tuan muda jangan seperti ini, walau bagaimanapun xiao lie adalah sepupu saya"
Xiao lie memutar bola matanya malas apalagi saat mendengar cibiran cibiran para gadis bangsawan yang hadir di pesta ini
" Kau terlalu baik hati dengannya sayang" ucap Jang gaeyo seraya mengelus pipi Jin Hua dengan lembut
Xiao tak tahan lagi, ia terlalu mual melihat pemandangan di depannya
Dua manusia yang tak tau malu, belum ada ikatan pernikahan sudah berani bermesraan di depan umum
" Aku tak bisa lama lama, ini hadiah untuk jiejie" ucap xiao lie kemudian menyerahkan bingkisannya
" Tunggu adik, sebentar lagi tuan gong Li akan datang
__ADS_1
Jangan pulang dulu, nanti kau akan mengecewakannya" cegah Jin Hua
Xiao lie mengernyitkan dahinya tak suka
" Bukan urusanku, aku sibuk jiejie jadi permisi"
Xiao lie pergi meninggalkan pesta tanpa mau menjawab panggilan dari Jin Hua dan keluarganya ia terlalu muak melihat wajah munafik orang orang di sana
" Nona tak apa?" tanya Feng ran
" Memang aku kenapa jiejie, aku benci orang munafik seperti mereka
Percuma gelar bangsawan tapi sama sekali tak memiliki etika
Lagipula apa hebatnya para bangsawan itu?" ucap Xiao lie dengan wajah masamnya
" Nona benar, mereka sungguh bernyali besar
Apa nona ingin saya melakukan sesuatu?" tanya Feng ran
" Seingatku kita memiliki kerjasama dengan Mentri perdagangan ?"
" Benar nona, kita memasok produk teh untuk dijual lagi oleh tuan Jang boksun" jawab Feng ran
Xiao lie tersenyum tipis
" Batalkan kerjasama kita dan tarik pegawainya untuk bekerja pada kita"
" Tentu nona...."
Hal itu didukung oleh pengakuan keluarga xiao lie sendiri, karena mereka tak pernah sekalipun melihat wajah nya tanpa cadar
Keesokan paginya kediaman xiao lie terdengar ramai karena Feng yan dan Leah yang tengah marah marah
Xiao lie yang baru saja selesai latihan fisik menghampiri kedua jiejie nya yang tampak sedang emosi
" Ada apa jiejie, apa ada yang mengganggu kalian?" tanya xiao lie
" Yah tentu saja ada, kenapa nona diam saja
Apa nona tidak tau diseluruh ibukota telah beredar rumor kalau nona berwajah buruk rupa "cerocos Leah
Xiao menelan ludah melihat Leah yang tengah marah marah sampai suaranya habis
" Tenanglah, apa kalian pikir mereka akan percaya begitu saja?" tanya xiao lie
" Tentu saja tidak nona, bagi rakyat biasa seperti kami tentu saja nona bagaikan Dewi
Tapi itu berbeda lagi jika di kalangan bangsawan" keluh Feng yan
" Aku tak peduli dengan para bangsawan bodoh itu jiejie, mereka tak akan bisa menyentuhku"
" Astaga, kenapa nona tenang sekali ?" ucap Meng Yao yang sedari tadi diam
" Mereka sama sekali tak mengusik ku jiejie, sudahlah lebih baik jiejie bantu aku"
__ADS_1
Xiao lie kemudian menarik tangan Meng yao untuk mengikutinya
Xiao lie memasuki ruangan khusus tempatnya bereksperimen
Saat ini xiao lie tengah melakukan uji coba untuk membuat sabun
Kalau sudah berhasil, xiao lie akan melakukan uji coba untuk membuat pasta gigi dan sampoo
Jujur saja xiao lie sudah gerah karena tak bisa menggunakan peralatan mandi
Xiao lie mencampur bubuk bunga mawar dan beras untuk membuat sabun
Dan Xiao lie yakin produknya ini akan laris manis di pasaran
" Bagaimana jiejie, apa sudah cukup wangi?" tanya xiao lie
" Ini sangat wangi nona dan lihatlah ini sungguh dapat membersihkan kulit
Kalau begini, kita tak perlu repot-repot mencari bunga bunga lagi untuk mandi" ucap Meng yao dengan hebohnya
" Baguslah, sekarang cari beberapa wanita yang butuh pekerjaan dan tolong jiejie ajari ya
Masalah penjualannya ,biar Gege Hao yang mengurusnya"
" Tentu nona, kebetulan beberapa hari yang lalu ada beberapa wanita dari desa sebelah yang mencari pekerjaan"
" Kita tidak bisa menampungnya di sini jiejie, nanti suruh Gege Hao untuk mencari toko sekaligus tempat tinggal untuk mereka"
" Baik nona."
Xiao lie pun melanjutkan pekerjaannya, kali ini ia hanya mendesain beberapa model perhiasan
Karena banyaknya peminat, Setiap model baru yang keluar langsung ludes tak bersisa
Karena itu pula toko perhiasan xiao lie hampir tak memiliki stok perhiasan
Peminat dari tokonya tak hanya dari kekaisaran Neverland saja
Bahkan banyak pedagang yang sengaja memborong perhiasan nya untuk di jual kembali di kota mereka
Karena itu pula xiao lie tak membuka cabang toko perhiasan
Lagipula setiap perhiasan yang ia buat memiliki sertifikat dan sertifikat itu pula yang sekarang menjadi trend bagi nona nona bangsawan untuk menunjukkan siapa yang paling kaya
Mengingat itu semua xiao lie hanya bisa menggeleng miris
Para bangsawan itu lebih memilih makan seadanya asalkan hasrat penampilan mereka terpenuhi
Jika dipikir-pikir hidup menjadi orang biasa lebih menyenangkan daripada para bangsawan yang terus menerus menggunakan topeng malaikatnya
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
__ADS_1
See you next time 🥰🥰🥰