
Xiao lie berdiri di depan pelayannya yang tengah menyiapkan apa yang ia butuhkan
Setelah tadi semua persediaan makanan di bagikan untuk penduduk yang kelaparan
Sekarang orang-orangnya sendiri yang tengah kelaparan dan kelelahan
Akhirnya ia berinisiatif untuk membuatkan makanan dengan bahan seadanya saja
Rencananya ia mau membuat nasi goreng dengan telur dadar saja
Walaupun menurutnya simpel, tapi tentu saja di jamannya ini belum ada inovasi makanan seperti itu
Kenapa cuman nasi goreng dan telur dadar saja?
jawabnya tentu saja karena hanya ada beras dan telur ayam saja yang tersisa
Semuanya sudah dibagikan kepada penduduk tak terkecuali bahan makanan milik rombongan tuan Kevin
Untung saja jiejienya membawakan bumbu bumbu siap pakai di keretanya
Padahal rencananya itu untuk diperkenalkan di kekaisaran westland, tapi tak apalah
Nanti bisa dibuat lagi....
Xiao lie kini berkutat dengan masakannya, lebih tepatnya masakan super besarnya
Ia dibantu beberapa pengawal untuk mengaduk nasinya
Ini sudah kuali ketiga dan sekaligus kuali terakhirnya, karena ia pikir semuanya sudah cukup untuk rombongan dirinya dan tuan Kevin
" Ternyata nona benar benar bisa memasak ya?" ucap Kevin di samping telinga xiao lie
Hal itu tentu saja membuat xiao lie terkejut dan hampir saja terjatuh
Untung saja Kevin cepat cepat menarik pinggang xiao lie kearahnya
Dan jadilah sekarang posisi mereka berdua menjadi ambigu
Beberapa pengawal yang tengah mengaduk makanan ikut tersipu melihat adegan romantis di depannya
Tapi semuanya langsung sirna begitu Chang an menarik nonanya dan menyembunyikan nya ke belakang tubuhnya
Kevin sendiri menatap Chang an dengan datar, tapi kalau lebih ditelisik lagi
Sorot kemarahan ada di matanya, dan ia sendiri tak tau kenapa ia harus merasa marah
" Apa apaan sih Gege?" ucap xiao lie seraya memberontak dari cekalan tangan Chang an
" Dia kurang ajar nona" jawab Chang an seraya menunjuk Kevin yang hanya berdiri santai menatapnya
" Sudahlah.....kau salah paham Gege
Tuan Kevin hanya menolongku saja, lebih baik kau panggilkan orang orang
Makanan sudah siap"
__ADS_1
Chang melirik sebentar bentangan karpet luas yang sudah diisi puluhan piring, lengkap dengan nasi kecoklatan dan telur di atasnya
" Apa itu nona.....?"
" Namanya nasi goreng, karena hanya ada beras dan telur jadi aku hanya membuat ini
Tapi kujamin Gege pasti akan suka"
" Makanan buatan nona tak pernah mengecewakan lidah saya, baiklah aku akan mengumpulkan orang-orang untuk menyantap ini semua"
Chang an pun segera berlari menjauhi xiao lie dan menghampiri rombongannya yang berkumpul
Sore hari menjelang petang itu akhirnya diisi dengan suka cita seluruh orang
Menikmati keindahan matahari yang menjelang terbenam dan ditemani sepiring makanan yang amatlah lezat bagi mereka sungguh suatu kenikmatan tersendiri
Bahkan rombongan tuan Kevin pun tak berhenti berdecak nikmat saat menyantap makanan buatan xiao lie
Sementara Kevin sendiri hanya makan dengan tenang tapi dari seberapa lahapnya ia makan, semua orang tentu tau betapa pria dingin itu menikmatinya
" apa nona tak ingin memasukkan resep makanan ini ke dalam menu restoran nona?" tanya Feng ran begitu selesai makan
" Boleh juga jiejie, nanti tolong kau atur saja
Lagipula bahan dan cara pembuatannya tak begitu rumit" jawab Xiao lie
" Apa?..... jangan bilang menu menu ajaib di restoran keluarga xiao itu ada campur tangan dari nona xiao lie?" tanya ajudan tuan Kevin
Sontak semua orang yang tengah berkumpul menikmati sunset itu terkejut akibat teriakan dari seseorang
" Kau mengejutkan semua orang bodoh..." ketusnya
" Ya maaf.....aku kan hanya penasaran saja"
Xiao lie pun tertawa terbahak-bahak melihat muka memelas dari orang di depannya itu
Tawa xiao lie seketika membuat suasana yang cukup ramai menjadi hening
Semuanya terpesona melihat wajah cantik yang tengah tertawa itu
Kevin sendiri ikut terpesona melihat wajah cantik yang sedikit memerah karena tertawa itu
Tapi lama kelamaan ia menjadi gerah sendiri karena melihat semuanya tampak terpaku melihat wajah cantik gadis pujaannya
Yah.... Kevin sudah memantapkan hatinya kepada gadis cantik di depannya ini
Karena sepanjang hidupnya tak pernah ada satupun perempuan yang bisa menggetarkan hatinya
Kevin mengambil saputangan dari balik bajunya dan menutup wajah gadis di depannya
Tentu saja xiao lie langsung menghentikan tawanya dan menatap tajam lelaki yang sudah menutup wajahnya
Dengan cemberut ia meraup sapu tangan di wajahnya dan ingin mengomel
Tapi matanya seketika berbinar melihat sapu tangan yang ada di genggamannya
__ADS_1
Sapu tangan sutra halus dengan warna putih pudar, tapi bukan itu yang menarik perhatiannya
Tetapi sulaman bebek bebek kecil yang memenuhi setiap sudut sapu tangan
" Ah...... lucunya" teriak Xiao lie gemas dan memeluk sapu tangan itu erat erat
Sedangkan Kevin sudah memerah malu, rasanya ia ingin menggelindingkan tubuhnya di padang rumput saja, bagaimana bisa ia lupa dengan sapu tangan itu
Ibundanya yang ajaib itu selalu saja menjejalkan sapu tangan buatannya ke bajunya
Sebenarnya ia tak masalah, tapi mengingat betapa menggelikannya sulaman yang ibundanya buat
Sungguh Kevin tak bisa berkata apa-apa lagi
Sedangkan dua orang ajudan Kevin tengah mati-matian menahan tawanya
Mereka berdua tau betapa malunya tuan mereka karena perbuatan ibunya sendiri
Tak hanya dua orang itu saja yang menahan tawa, semua orang yang mendengar dan melihat kejadian itu juga merasa geli
Tapi mereka tak berani menunjukkannya karena melihat tatapan tajam yang Kevin layangkan
" Kenapa wajahmu merah tuan)" tanya xiao lie dengan tatapan tak berdosanya
Ekhem...
" Kembalikan benda itu padaku nona" ucap Kevin pelan, bahkan nyaris tak terdengar
Xiao lie cemberut dan menatap Kevin tak terima
" Tapi aku suka, berikan padaku yah....atau aku beli saja benda ini"
" Itu buatan ibu saya nona...."
Xiao lie seketika terdiam, ia sangat menginginkannya tapi karena ini buatan dari ibunya tuan Kevin, ia tak bisa memaksa
Ah....andai saja kedua orangtuanya masih ada
Kevin termangu melihat kesedihan di mata gadis cantiknya
Sesaat ia merasakan tatapan tajam tak jauh darinya, dan begitu ia melihat kesamping
Pasangan kekasih yang merangkap menjadi pengikut xiao lie tengah menatapnya tajam
Dari situ ia paham kalau orang-orang dari gadisnya tak suka karena ia membuat gadisnya sedih
Kevin memajukan tubuhnya dan mengusap pelan puncak kepala xiao lie
" Untukmu saja, aku yakin ibuku tak akan marah karena aku memberikannya kepada gadis secantik dirimu"
Xiao lie sedikit tersipu, tapi semuanya tertutup karena kesenangannya mendapatkan barang yang ia mau
" Benarkah.....?"
Kevin mengangguk dan tersenyum menatap Xiao lie, dan Xiao lie sendiri ikut tersenyum menatapnya
__ADS_1
*****