
Xiao lie terdiam kaku dan melotot kan matanya saat bibirnya menempel pada bibir Xuan Yi
Xuan Yi pun sama terkejutnya, tak ia sangka karena perbuatannya akan menjadi seperti ini
Xiao lie pun menjauhkan tubuhnya dengan wajah yang memerah seperti kepiting rebus
Xuan Yi sendiri juga sama malunya tetapi rasa senangnya lebih mendominasi
Jantungnya berdetak sangat kencang bahkan dia tak bisa lagi mengendalikan wajahnya yang sudah memerah
" Ehemm, maaf lilie aku tak sengaja " ucap Xuan Yi
Xiao lie tak menjawabnya, ia sudah teramat sangat malu
" Hey kau tak mau memaafkan ku lilie?" tanya Xuan Yi seraya memegang lengan Xiao lie yang sedari tadi terdiam
Xiao lie pun menatap Xuan Yi horor
" Jangan menarik ku lagi Gege, jangan jangan kau sengaja ya ?" tanya Xiao lie seraya menunjuk Xuan Yi curiga
Xuan Yi gelagapan dan menggelengkan kepalanya panik
" Tidak lilie, aku tak sengaja sungguh" ucap Xuan Yi memelas
Xiao lie mengangguk pasrah, ia tak mau memperpanjang masalah karena saat ini dirinya terlampau sangat mengantuk
Dan akhirnya Xiao pun tertidur dengan kepala menyandar pada jendela
Xuan Yi yang melihat gadisnya tertidur seperti itu merasa kasihan
Iapun mengangkat tubuh gadisnya dan memangkunya agar tidurnya nyaman
Walaupun sebenarnya di posisi seperti ini Xuan Yi merasa terancam
Kesabarannya sangat harus dilatih jikalau sedang bersama gadisnya
Beberapa saat kemudian kereta pun sampai
Xuan Yi menggendong gadisnya masuk ke dalam kediaman
Di sepanjang perjalanan para pelayan dan Jie Jie Xiao lie menatap penuh tanya
Setelah Xuan Yi keluar dari kamar tidur gadisnya, ia langsung berhadapan dengan empat laki laki dan tiga perempuan yang Xuan Yi ketahui adalah kaki tangan gadisnya
" Ada apa ?" tanya Xuan Yi dingin
" Yang mulia walaupun anda putra mahkota tapi kami tak akan takut melawan anda demi nona kami. Jadi kami disini ingin memperjelas niat anda" ucap Hao Xiang
Semuanya mengangguk tanda setuju dengan ucapan Hao Xiang
" Apa yang mulia benar benar mencintai nona kami?" tanya Hao Mei
" Harusnya kalian sudah tau jawabannya" jawab Xuan Yi
" Yang mulia benar, maaf kami hanya terlalu khawatir" ucap Feng yan
__ADS_1
" Tak apa aku mengerti, Aku benar mencintai nona kalian, aku akan berusaha membahagiakan nya. Xiao lie beruntung memiliki kalian" ucap Xuan Yi dan berlalu pergi
Di perjalanan ia tersenyum saat mengingat para pelayan gadisnya. Dia sangat beruntung memiliki pengikut seperti mereka
Cheng lan yang melihat junjungannya tersenyum pun ikut bahagia
" Apa ada sesuatu yang membahagiakan tuan?" tanya Cheng lan
" Emmmm, aku hanya bersyukur gadisku dikelilingi orang orang yang baik"
Cheng lan mengangguk mengerti
" Nona kecil orang yang baik, tentu saja ia akan dikelilingi orang orang yang baik" jawab Cheng lan apa adanya
" Tapi tuan bagaimana dengan gadis yang dibawa selir pertama tuan? apa nona kecil tak mengatakan apapun?" tanya Cheng lan lagi
" Tidak, apa menurutmu Xiao lie akan kalah dengan orang orang seperti itu?"
" Tidak akan tuan, menurut saya hanya orang bodoh yang mau bermusuhan dengan nona kecil" jawab Cheng lan yakin
" Cheng lan, utus orang untuk memperbaiki jalan menuju istana
Aku tak mau gadisku kelelahan karena melewati jalan yang rusak seperti ini"
" Baik tuan "
Xuan Yi sampai di istana tepat saat jam makan malam
Kebetulan hari ini adalah jadwal makan bersama seluruh anggota keluarga
Hanya satu orang saja yang tampak menjengkelkan untuknya
Walaupun kursinya berjauhan, tetapi dia bukanlah anggota keluarga kerajaan jadi tak sepantasnya ia duduk di sini
" Ayo cepat duduk nak, apa perjalanannya lancar? Ibunda dengar, jalan menuju kesana agak rusak?" tanya permaisuri Li mei
" Semuanya lancar ibunda, aku sudah meminta Cheng lan untuk mengutus orang memperbaiki jalan itu"
" Baguslah, si kecil tak akan kerepotan lagi jika ingin bermain ke istana" ucap Shan Shan
" Siapa yang kalian bicarakan?" tanya Rong yiping putri dari selir pertama
" Calon kakak ipar ku" jawab Shan Shan bangga
" Maaf menyela yang mulia, kami tadi bertemu dengan gadis yang putra mahkota bawa, Apa dia calon putri mahkota ?" tanya Rong yan
Kaisar menganggukkan kepalanya dan meneruskan makan malamnya
Ia tak perduli melihat keluarganya yang tengah perang dingin
" Bukankah dia hanya rakyat jelata, bahkan dia tak memiliki sopan santun sama sekali saat bertemu dengan kami " ucap Rong yan memanas manasi
" Ibu selir, kau tak......" Shan Shan berteriak dan berdiri menghadap Selir Rong tapi dihentikan oleh Xuan Yi
Xuan Yi menggelengkan kepalanya, ia ingin melihat sejauh mana para selir ini mencari masalah dengan gadisnya
__ADS_1
Shan Shan yang melihat tatapan kakaknya pun mengerti, Shan Shan sendiri merasa kasihan dengan mereka yang menyerang musuh tanpa tau musuhnya siapa
Bahkan ayahnya saja yang seorang kaisar begitu menghormati calon kakak ipar kecilnya itu
" Maaf tuan putri, saya berbicara sejujurnya
Anda boleh bertanya kepada selir Ling dan nona Yu Hua kalau tidak percaya
Gadis itu tak pantas menjadi putri mahkota yang mulia"
Kaisar menghentikan acara makannya dan menatap selirnya dengan tatapan dinginnya
" Masalah putri mahkota bukan ranahmu untuk ikut campur" ucap kaisar dingin dan langsung pergi meninggalkan ruang makan
Permaisuri dan Shan Shan pun juga mengikuti kepergian kaisar
Sementara Xuan Yi tetap duduk tenang dan kembali makan
Tapi ketenangannya terusik oleh suara perempuan yang amat menjijikkan baginya
" Apa yang mulia putra mahkota ingin saya bantu mengambil makanan" tanya Yu Hua dengan suara lembutnya
" Tidak"
" Hey adik, tak bisakah kau lembut sedikit?"tanya Ling yusik
Putra kedua selir Ling yang terkenal suka gonta-ganti wanita
Xuan Yi tak menanggapi ucapan saudaranya, ia tetap meneruskan makan malamnya
Setelah selesai Xuan Yi beranjak akan pergi tapi lagi-lagi terhenti
" Yang mulia putra mahkota, bulan hari ini sangat indah
Apa anda mau menemani saya menikmati bulan?" tanya Yu Hua
Xuan Yi menatap Yu Hua dengan pandangan rumitnya. Dalam pikirannya, ia bertanya tanya, apa yang bisa dinikmati dari bulan
Setiap malam semua orang bisa melihatnya, buang buang waktu saja
Sangat berbeda jauh dengan gadisnya, setiap detiknya selalu gadisnya manfaatkan dengan kegiatan yang baik, ia tak pernah membuang buang waktu
Sedangkan Yu Hua salah mengartikan tatapan Xuan Yi, ia pikir putra mahkota itu sedang terpesona dengannya
Dengan berani Yu Hua mencoba memegang lengan putra mahkota tapi langsung ditepis oleh si empunya
" Jangan berani beraninya menyentuhku" bentak Xuan Yi langsung melepaskan jubah yang telah di pegang Yu Hua
Dengan tanpa perasaan ia membuang jubahnya di hadapan Yu Hua dan pergi meninggalkannya
*****
Terimakasih sudah membaca ceritaku
Jangan lupa like vote dan comentnya guys
__ADS_1
See you next time 🥰🥰🥰