Love In The Palace

Love In The Palace
Episode 24


__ADS_3

Xiao lie terdiam kaku dan melotot kan matanya saat bibirnya menempel pada bibir Xuan Yi


Xuan Yi pun sama terkejutnya, tak ia sangka karena perbuatannya akan menjadi seperti ini


Xiao lie pun menjauhkan tubuhnya dengan wajah yang memerah seperti kepiting rebus


Xuan Yi sendiri juga sama malunya tetapi rasa senangnya lebih mendominasi


Jantungnya berdetak sangat kencang bahkan dia tak bisa lagi mengendalikan wajahnya yang sudah memerah


" Ehemm, maaf lilie aku tak sengaja " ucap Xuan Yi


Xiao lie tak menjawabnya, ia sudah teramat sangat malu


" Hey kau tak mau memaafkan ku lilie?" tanya Xuan Yi seraya memegang lengan Xiao lie yang sedari tadi terdiam


Xiao lie pun menatap Xuan Yi horor


" Jangan menarik ku lagi Gege, jangan jangan kau sengaja ya ?" tanya Xiao lie seraya menunjuk Xuan Yi curiga


Xuan Yi gelagapan dan menggelengkan kepalanya panik


" Tidak lilie, aku tak sengaja sungguh" ucap Xuan Yi memelas


Xiao lie mengangguk pasrah, ia tak mau memperpanjang masalah karena saat ini dirinya terlampau sangat mengantuk


Dan akhirnya Xiao pun tertidur dengan kepala menyandar pada jendela


Xuan Yi yang melihat gadisnya tertidur seperti itu merasa kasihan


Iapun mengangkat tubuh gadisnya dan memangkunya agar tidurnya nyaman


Walaupun sebenarnya di posisi seperti ini Xuan Yi merasa terancam


Kesabarannya sangat harus dilatih jikalau sedang bersama gadisnya


Beberapa saat kemudian kereta pun sampai


Xuan Yi menggendong gadisnya masuk ke dalam kediaman


Di sepanjang perjalanan para pelayan dan Jie Jie Xiao lie menatap penuh tanya


Setelah Xuan Yi keluar dari kamar tidur gadisnya, ia langsung berhadapan dengan empat laki laki dan tiga perempuan yang Xuan Yi ketahui adalah kaki tangan gadisnya


" Ada apa ?" tanya Xuan Yi dingin


" Yang mulia walaupun anda putra mahkota tapi kami tak akan takut melawan anda demi nona kami. Jadi kami disini ingin memperjelas niat anda" ucap Hao Xiang


Semuanya mengangguk tanda setuju dengan ucapan Hao Xiang


" Apa yang mulia benar benar mencintai nona kami?" tanya Hao Mei


" Harusnya kalian sudah tau jawabannya" jawab Xuan Yi


" Yang mulia benar, maaf kami hanya terlalu khawatir" ucap Feng yan

__ADS_1


" Tak apa aku mengerti, Aku benar mencintai nona kalian, aku akan berusaha membahagiakan nya. Xiao lie beruntung memiliki kalian" ucap Xuan Yi dan berlalu pergi


Di perjalanan ia tersenyum saat mengingat para pelayan gadisnya. Dia sangat beruntung memiliki pengikut seperti mereka


Cheng lan yang melihat junjungannya tersenyum pun ikut bahagia


" Apa ada sesuatu yang membahagiakan tuan?" tanya Cheng lan


" Emmmm, aku hanya bersyukur gadisku dikelilingi orang orang yang baik"


Cheng lan mengangguk mengerti


" Nona kecil orang yang baik, tentu saja ia akan dikelilingi orang orang yang baik" jawab Cheng lan apa adanya


" Tapi tuan bagaimana dengan gadis yang dibawa selir pertama tuan? apa nona kecil tak mengatakan apapun?" tanya Cheng lan lagi


" Tidak, apa menurutmu Xiao lie akan kalah dengan orang orang seperti itu?"


" Tidak akan tuan, menurut saya hanya orang bodoh yang mau bermusuhan dengan nona kecil" jawab Cheng lan yakin


" Cheng lan, utus orang untuk memperbaiki jalan menuju istana


Aku tak mau gadisku kelelahan karena melewati jalan yang rusak seperti ini"


" Baik tuan "


Xuan Yi sampai di istana tepat saat jam makan malam


Kebetulan hari ini adalah jadwal makan bersama seluruh anggota keluarga


Hanya satu orang saja yang tampak menjengkelkan untuknya


Walaupun kursinya berjauhan, tetapi dia bukanlah anggota keluarga kerajaan jadi tak sepantasnya ia duduk di sini


" Ayo cepat duduk nak, apa perjalanannya lancar? Ibunda dengar, jalan menuju kesana agak rusak?" tanya permaisuri Li mei


" Semuanya lancar ibunda, aku sudah meminta Cheng lan untuk mengutus orang memperbaiki jalan itu"


" Baguslah, si kecil tak akan kerepotan lagi jika ingin bermain ke istana" ucap Shan Shan


" Siapa yang kalian bicarakan?" tanya Rong yiping putri dari selir pertama


" Calon kakak ipar ku" jawab Shan Shan bangga


" Maaf menyela yang mulia, kami tadi bertemu dengan gadis yang putra mahkota bawa, Apa dia calon putri mahkota ?" tanya Rong yan


Kaisar menganggukkan kepalanya dan meneruskan makan malamnya


Ia tak perduli melihat keluarganya yang tengah perang dingin


" Bukankah dia hanya rakyat jelata, bahkan dia tak memiliki sopan santun sama sekali saat bertemu dengan kami " ucap Rong yan memanas manasi


" Ibu selir, kau tak......" Shan Shan berteriak dan berdiri menghadap Selir Rong tapi dihentikan oleh Xuan Yi


Xuan Yi menggelengkan kepalanya, ia ingin melihat sejauh mana para selir ini mencari masalah dengan gadisnya

__ADS_1


Shan Shan yang melihat tatapan kakaknya pun mengerti, Shan Shan sendiri merasa kasihan dengan mereka yang menyerang musuh tanpa tau musuhnya siapa


Bahkan ayahnya saja yang seorang kaisar begitu menghormati calon kakak ipar kecilnya itu


" Maaf tuan putri, saya berbicara sejujurnya


Anda boleh bertanya kepada selir Ling dan nona Yu Hua kalau tidak percaya


Gadis itu tak pantas menjadi putri mahkota yang mulia"


Kaisar menghentikan acara makannya dan menatap selirnya dengan tatapan dinginnya


" Masalah putri mahkota bukan ranahmu untuk ikut campur" ucap kaisar dingin dan langsung pergi meninggalkan ruang makan


Permaisuri dan Shan Shan pun juga mengikuti kepergian kaisar


Sementara Xuan Yi tetap duduk tenang dan kembali makan


Tapi ketenangannya terusik oleh suara perempuan yang amat menjijikkan baginya


" Apa yang mulia putra mahkota ingin saya bantu mengambil makanan" tanya Yu Hua dengan suara lembutnya


" Tidak"


" Hey adik, tak bisakah kau lembut sedikit?"tanya Ling yusik


Putra kedua selir Ling yang terkenal suka gonta-ganti wanita


Xuan Yi tak menanggapi ucapan saudaranya, ia tetap meneruskan makan malamnya


Setelah selesai Xuan Yi beranjak akan pergi tapi lagi-lagi terhenti


" Yang mulia putra mahkota, bulan hari ini sangat indah


Apa anda mau menemani saya menikmati bulan?" tanya Yu Hua


Xuan Yi menatap Yu Hua dengan pandangan rumitnya. Dalam pikirannya, ia bertanya tanya, apa yang bisa dinikmati dari bulan


Setiap malam semua orang bisa melihatnya, buang buang waktu saja


Sangat berbeda jauh dengan gadisnya, setiap detiknya selalu gadisnya manfaatkan dengan kegiatan yang baik, ia tak pernah membuang buang waktu


Sedangkan Yu Hua salah mengartikan tatapan Xuan Yi, ia pikir putra mahkota itu sedang terpesona dengannya


Dengan berani Yu Hua mencoba memegang lengan putra mahkota tapi langsung ditepis oleh si empunya


" Jangan berani beraninya menyentuhku" bentak Xuan Yi langsung melepaskan jubah yang telah di pegang Yu Hua


Dengan tanpa perasaan ia membuang jubahnya di hadapan Yu Hua dan pergi meninggalkannya


*****


Terimakasih sudah membaca ceritaku


Jangan lupa like vote dan comentnya guys

__ADS_1


See you next time 🥰🥰🥰


__ADS_2