
"Kak Ais keluar bentar ya ".Ucap Ais. Namun tak mendapat jawaban sama sekali dari Al karena Al kini sudah tertidur dengan lelap.
Ais segera berjalan ke kamar kakak nya. Entah kenapa Ais ingin sekali menemui kakak nya. Kini Ais sudah sampai di depan pintu kamar kakak nya ." Assalamu'alaikum ".Ucap Ais. Ais segera memasuki kamar hotel milik kakak nya itu. " Kak Rey ".Panggil Ais..
" Waalaikumsalam".Jawab seorang perempuan dari dalam kamar Rey. Ais mengerutkan kening nya. Kenapa di kamar Rey ada seorang perempuan. Padahal ais tau betul kalau kakak nya itu tidak pernah berpacaran dengan sembarang perempuan apalagi sampai membawa perempuan Ke kamar hotel.. Namun perempuan yang kini berdiri di depan Ais terlihat jauh berbeda perempuan itu terlihat seperti perempuan baik baik. Dan pakaian nya terlihat sopan.
Ais tersenyum menatap perempuan itu .. "Hai Kamu pacar kak Rey ya??".Tanya Ais. " Kak Rey nya ada ?? ".Tanya Ais lagi.
" Tuan Rey sedang mandi nona. Dan juga saya bukan pacar tuan Rey. Saya hanya Asisten yang di suruh untuk membersihkan kamar ini dan juga saya salah satu karyawan di perusahaan Hamsim".Jawab wanita itu. "Membersihkan kamar ".Ais menatap heran ke arah perempuan itu. Bagaiman tidak. Hotel le royal monceau adalah hotel terkenal dan tentu saja sudah ada yang bertugas untuk membersihkan kamar nya.
Ais mulai berpikir pasti ada sesuatu yang sedang di sembunyikan kakak nya itu.
" Baiklah. Oh iya Nama saya Aisya. Saya Adiknya kak Rey. Panggil Ais saja ya. Nggak usah pakai nona..Ucap Ais sambil tersenyum menatap Adel. Ya wanita itu adalah adelia.
__ADS_1
"Oh ya nama kakak siapa??".Tanya Ais.
" Adelia".Jawab Adelia sambil membalas senyuman Ais.
"Aisyah ".Guman Rey yang baru saja keluar dari kamar mandi. Rey sudah memakai pakaian casual nya . " Hai kak Rey".Ais menatap kakak nya dengan tatapan penuh Arti. "Kamu ngapain di sini?? " Tanya Rey.
"Kakak ku yang paling tampan kenapa kau menyuruh kak Adel buat bersihin kamar ini. Kak Rey memang tidak punya hati. Dia itu habis bekerja di perusahaan dan sekarang kakak malah menyuruh nya buat bersihin kamar kakak.
"Dia itu berhutang banyak pada kakak. Jadi sebagai gantinya dia harus bekerja dengan kakak dan gajinya kakak potong setiap bulan nya".Jawab Rey . " Ya ampun . Memang nya berapa hutang kak Adel.??". Tanya Ais."Dua Ratus juta euro".Jawab Rey.
Rey segera mendekat dan membisikan sesuatu ke Ais.. Setelah itu Ais pun tersenyum menatap kakak nya. " napa nggak bilang dari tadi ".Tanya Ais sambil tersenyum ke arah Rey.
" Makanya dengerin dulu kakak ngomong ".Jawab Rey sambil mengacak rambut Ais.
__ADS_1
" Oh iya kamu ngapain ke sini?? ".Tanya Rey untuk yang kedua kalinya karena pertanyaan pertama Rey tidak mendapat jawaban dari adiknya itu.
"Tadi Ais mau nanyain sesuatu. Tapi sekarang Ais udah lupa mau nanyain Apa".Ucap Ais sambil tersenyum menatap kakak nya itu.
" Ya udah Ais mau balik lagi ke kamar Ais. Bai kak Rey. Bai calon kakak ipar".Ucap Ais sambil melambaikan tangan nya ke arah Rey dan Adel.
Adel tersenyum menatap Ais..
"Dia itu cantik sekali. Selain cantik dia juga sangat baik hati. Tidak seper... Ucapan Adel terpotong..
" Seperti apa ?? ".Tanya Rey sambil menatap tajam Adel. " Seperti kakak nya yang sangat kejam. Aku ragu melihat perbedaan sikap kalian. Mungkin kau bukan kakak kandung nya. Atau jangan jangan kau itu anak pungut".Ucap Adel sambil terkekeh.
"Apa kau tidak liat muka ku dan Adik ku itu sangat mirip?? ".Rey semakin menatap tajam Adel." Nggak tu Nona Aisya cantik sedang kan kau jelek ".Jawab Adel sambil tertawa menatap Rey.
__ADS_1
" Gaji mu aku potong ".Ucap Rey Rey segera merebahkan badan nya di atas ranjang yang terasa sangat nyaman itu.