
Hari kedua di rumah sakit..
Kini ruangan meisya tidak lagi terasa sunyi.. Sekarang di dalam ruangan itu sudah ada mama dan papa meisya serta yoenjun dan juga haessue..
"Chagia(Sayang),liat lah Kenzo dan Ana sangat menggemaskan ".Haessu tersenyum menatap yoenjun..
" Waah chagia nggak tu.. Haessu ternyata sudah mempunyai panggilan yang romantis untuk yoenjun ".Ucap meisya menggoda Haessu..
Haessu hanya bisa tersenyum malu saat meisya menggodanya.. " Meisya jangan menggoda haessu.. ".Ucap yoenjun sambil merangkul pinggang haessue..
Sementara mama dan papa meisya yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala nya..
" Kalian berdua cocok banget ".. Ucap mama meisya dengan tatapan mata yang menatap kearah yoenjun dan haessu secara bergantian..
" Jadi Kapan kalian akan menyusul meisya?? ".Tanya mama meisya dengan penuh semangat..
" Ya hahaha mama kepo ".Meisya meledek mama nya.. " Kau diamlah.. Mama bertanya pada yoenjun bukan pada mu ".Kesal mama meisya.. Ia begitu terpana melihat ketampanan yoenjun..
" Setelah lulus S2 bibi.. Doakan saja ya ".Jawab yoenjun yang semakin mengeratkan rangkulan nya.. " Kalian berdua ke sini mau liat baby twins atau mau menunjukkan ke romantisan?? ".Ketus meisya..
" Dua dua nya ".Jawab yoenjun dengan santai..
" Meisya boleh aku gendong ana?? ".Tanya haessu.. Ia ingin minta izin dulu sebelum menggendong Ana..
" Tentu saja ".. Meisya tersenyum sambil menganggukkan kepala nya...
" Kalau boleh gendong kenzo?? ".Kini gantian yoenjun yang bertanya..
" Nggak boleh.. Tangan mu besar dan juga keras "..Ucap meisya dengan sedikit terkekeh..
" Kau pelit sekali.. Kau liat saja nanti setelah kami menikah aku akan buat dua puluh anak sekaligus ".Ucap yoenjun..
" Memang nya haessu mau ".Ucap mex sambil tersenyum mengejek..
" Definisi suami puas istri tewas ".Meisya tertawa dengan lepas..
*
*
__ADS_1
" Mex udah aku udah kenyang.. Aku nggak mau lagi ".Ucap meisya..
" Tapi sayang ini belum habis.. Habis kan tidak baik mubazir".Ucap mex.. Mex kembali menyendok kan nasi ke dalam mulut meisya..
Dan mau tidak mau meisya pun mengunyah nasi yang sudah masuk ke dalam mulut nya..
"Mex udah ya.. Aku udah nggak sanggup lagi..".Ucap meisya.." Ayolah hanya satu sendok lagi ".Lagi lagi mex memaksa meisya makan..
" Habis... Anak pintar ".Ucap mex sambil mengacak rambut meisya.. " Anak pintar kau bilang.. Perut ku rasanya ingin pecah ".Guman meisya..
" Ohh iya sayang buah nya ke tinggalan".Ucap mex.. "Mex kan masih ada waktu nanti.. Aku benar benar sudah nggak sangup lagi.. Bisa bisa aku pingsan karena kekenyangan ".Meisya menatap mex dengan sedikit kesal..
" Baiklah.. Aku simpan dulu buah nya ".
*
*
Tiga hari sudah berlalu.. Kini meisya sudah di perbolehkan pulang..
Meisya menggendong Ana sambil berjalan dengan pelan di bantu oleh mex.. Sedangkan Kenzo Berada di gendongan Mama meisya..
Sedang kak mex duduk di kursi belakang bersama meisya..
" Kalian berdua nggak ada niatan buat kembali ke Indonesia?? ".Tanya mama meisya..
" Belum ma.. Habis ini meisya mau tetap lanjutin kuliah ma.. Dan juga mex juga udah punya perusahaan di sini ma ".Jawab meisya..
" Kau memang hebat mex.. Tidak sia sia mama memberikan kesempatan kedua untuk kamu ".. Ucap mama meisya sambil tersenyum menatap menantunya dari arah spion mobil..
" Makasih banyak ma ".Ucap mex..
Mereka sampai di depan apartemen tempat mex dan meisya tinggal.. "Pa lanjutkan saja ".Ucap mex...
Meisya mengerutkan kening nya.. " Kita mau kemana?? ".Tanya meisya.. " Nanti kau juga tau sendiri sayang ".Bisik mex di telinga meisya..
Papa meisya kembali menjalankan mobil nya sesuai arahan dari mex ".
Setelah empat puluh menit menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di depan sebuah rumah yang minimalis dengan desain klasik.. Minimalis itu hanya nama nya saja.. Jika di bandingkan dengan rumah orang tua meisya rumah itu jauh lebih besar..
__ADS_1
" Mex kenapa berhenti di sini ?? ".Tanya meisya.. Meisya menatap rumah itu dengan kagum.. " Rumah nya bagus banget.. Rumah siapa ni?? ".Tanya meisya tanpa mengalihkan pandangan nya dari rumah itu..
Kemudian mex mengambil sesuatu dari saku nya .. Mex memberikan sebuah kotak kecil kepada meisya.. Lalu mex mengambil alih Ana dari gendongan meisya.. Dengan perlahan meisya membuka kotak kecil itu.. Lagi lagi meisya mengerutkan kening nya saat melihat sesuatu di dalam kotak itu.. " Kunci ".Meisya mengangkat kunci yang ada di dalam kotak kecil itu..
Sementara kedua orang tua meisya hanya bisa menggeleng kan kepala nya melihat kepolosan anak nya itu..
"igeos-eun dangsin-eul-wihan jib-ibnida bu-in(Ini rumah untukmu istriku) ".Ucap mex sambil tersenyum menatap meisya..
" Nongdam-i Aniya(Jangan bercanda) ".Ucap meisya..
Sementara itu kedua orang tua meisya hanya bisa diam mendengar percakapan anak nya karena mereka tidak tau apa yang sedang di bicarakan oleh anak dan menantunya itu..
" Nongdam Aniya chagia (Aku tidak bercanda sayang) ".Tangan mex yang sebelah menggendong riana.. Sedangkan tangan mex yang sebelah lagi menggandeng tangan meisya dengan lembut.. Kemudian mereka berjalan menuju rumah itu..
Dengan perlahan meisya membuka pintu rumah itu.. Meisya begitu terkesima melihat pemandangan di dalam rumah itu..
Terdapat sebuah tulisan "Eoseo Osibsio Bu-in".. Yang artinya " Selamat datang istriku "..
Meisya tersenyum bahagia..
"Gamsahabnida chagia (Terima kasih sayang) ".Ucap meisya sambil memeluk mex dari samping..
Lengkap sudah kebahagian meisya dan mex sekarang.. Setelah ia mendapat kan baby twins kini meisya mendapat sebuah tempat tinggal impian nya..
**MEX AND MEISYA
HAPPILY EVER AFTER
~ END ~
INI YANG END KISAH MEISYA SAMA MEX YA..
KISAH ADEL SAMA REY BELUM END HEHE..
BANTU LIKE KARYA AUTHOR YA KAKAK KAKAK**..
__ADS_1