
π°HAPPY READING π°
Rasa kantuk mulai menghampiri meisya. Meisya segera mematikan ponsel nya. Setelah itu meisya mulai merebahkan badan nya di atas sofa itu. Meisya mulai memejamkan kedua matanya. Perlahan suara nafas teratur dan dengkuran halus mulai terdengar.
Mex segera berdiri dari duduk nya. Mex berjalan ke arah meisya. Dan seperti yang selalu mex lakukan. Mex menatap lekat wajah tenang meisya yang tengah tertidur.
"Aku tidak tau kenapa selama satu minggu ini sikap mu berubah. Yang jelas aku tidak menyukai perubahan sikap mu itu. Aku sudah terbiasa mendengar mu mengoceh dan melihat tingkah mu yang bar bar itu . Dan ada sesuatu yang berbeda saat kau mendiami ku. Aku tidak tau apa permasalahan nya".Mex terus saja menatap wajah meisya.
Tidak cuma itu bahkan tangan mex sampai terulur mengusap pucuk kepala meisya. Mex segera mengangkat tubuh meisya dan membawanya ke atas ranjang. Mex tidak akan membiarkan meisya tidur di atas sofa kecil itu.
Mex menarik selimut menutupi tubuh meisya.
Dan tanpa mex sadari meisya hanya berpura pura tidur. Bahkan meisya mendengar semua ucapan mex. Mex mendekat ke arah meisya.
Mex memberanikan diri untuk mencium kening meisya. Meisya dapat merasakan dengan jelas sesuatu yang kenyal mendarat di kening nya.
" Dia bilang apa tadi aku berubah??. Dia juga bilang aku suka mengoceh dan sikap aku bar bar. Tapi emang benar si. Dan si dingin itu masih bertanya kenapa aku berubah??. Tentu saja karena aku malas berdebat dengan nya. Dia pikir aku mendiami nya karena aku cemburu melihat dia dengan dinda. Tentu saja tidak. Tapi tunggu dulu kenapa akhir akhir ini aku merasa ada sesuatu yang berbeda. Aku sangat gugup saat dekat dengan si dingin maka dari itu aku sering menghindari nya ".Batin meisya.
Meisya dapat mendengar hembusan nafas teratur dari mex. Perlahan meisya membuka kedua matanya. Meisya menatap lekat wajah mex. " Muka nya seperti kertas, datar ".Ucap meisya sambil tersenyum. Setelah itu meisya kembali memejamkan matanya.
*
*
Hari ini seperti yang meisya dan ais janjikan. Mereka akan bertemu di restoran tempat biasa meisya Ais dan reina berkumpul.
Sekitar jam tiga sore setelah pulang kampus meisya langsung menuju restoran xx.
Sekitar empat puluh menit menempuh perjalanan akhirnya meisya sampai di tempat tujuan nya.
__ADS_1
Setelah memarkirkan mobil nya meisya mulai berjalan masuk ke dalam restoran itu. Meisya mengedarkan pandangan nya mencari cari keberadaan ais. Dan meisya dapat melihat dengan jelas seorang wanita cantik yang duduk di dapat satu tempat yang terletak di bagian pojok. Ya itu adalah tempat kesukaan mereka bertiga.
Meisya segera menghampiri Ais. "Hai Ai ".Sapa meisya meisya segera duduk di kursi yang berhadapan dengan Ais. " Ohh iya Alan
mana?? ".Tanya meisya. Meisya berharap kalau Ais membawa Alan bersama nya. Jujur Meisya sangat ingin mencium pipi Alan yang sangat menggemaskan. " Alan nggak ikut, Dia lagi rewel soal nya".Jawab Ais. "Ya padahal gue pengen cium pipi gembul Alan ".Ucap meisya dengan raut wajah kecewa.
" Lo mau bayi yang seperti Alan?? ".Tanya Ais sambil tersenyum penuh Arti. " Ya mau lah. Gemes banget ".Jawab meisya sambil tersenyum. " Gue tau caranya. Lo tinggal bikin bareng kak Mex ".Ucap Ais sambil tertawa bahagia.
" Apaan si lo Ai nggak lucu tau ".Kesal meisya. Padahal dia sudah serius tapi jawaban dari Ais malah membuat mood nya rusak. " Gimana udah ada tanda tanda calon keponakan gue belum?? ".Tanya Ais lagi. " Ai lo jangan aneh aneh deh ".Kesal meisya. " Ya ampun Mei gue cuma bercanda jangan marah ya meisya sayang ".Ucap Ais sambil menatap meisya dengan senyuman nya.
" Lo mau ngomongin apa Ai. Gue mau cepat pulang ni capek soal nya ".Meisya menatap Ais.
" Capek atau emang mau cepat cepat ketemu sama kak mex ".Ucap Ais menggoda meisya. " Sekali lagi lo nyebut nama dia gue bakal pulang dan gue nggak mau lagi ketemu sama lo ".Kesal meisya.
"Jadi ada hal penting yang mau gue ceritain sama lo ini tentang hubungan kak mex dan juga Dinda".Ais menatap serius wajah meisya.
" Mending jangan de Ai. Gue nggak mau denger nya ".Ucap meisya. " Tapi ini penting Mei. Gue mau ceritain semua ini sebelum semua terlambat ".Ucap Ais. " Ya udah kalau lo maksa gue bakal dengerin ".
Ais pun mulai menceritakan semua nya tanpa ada satu kata pun yang Ais lewat kan.
" Gue udah menduga nya. Bahkan sampai sekarang mereka masih dekat ".Ucap meisya.
" Jadi apa rencana lo selanjutnya?? ".Tanya Ais.
" Gue juga nggak tau. Gue udah bosan terikat dengan pernikahan yang tidak di inginkan ini".
Ucap meisya dengan tatapan kosong.
"Mei gue saranin lo lebih baik bertahan aja dulu. Lagian usia pernikahan kalian baru satu bulan".Ucap Ais.
__ADS_1
" Gue yakin lo pasti bisa merebut hati kak mex. Lo harus berusaha".
"Satu lagi. Gue mau nanya sama lo . Apa lo suka sama kak mex?? ".Tanya Ais sambil menatap serius wajah meisya.
" Nggak".Jawab meisya.
"Lo yakin??. " Tanya Ais.
"Nggak terlalu si. Soal nya beberapa hari ini ada sesuatu yang berbeda dari gue. Gue ngerasa gugup saat berdekatan dengan si dingin ".Jawab meisya. Sementara itu Ais hanya tersenyum mendengar jawaban sahabatnya itu. Selain bar bar meisya juga seorang yang sangat jujur.
" Intinya lo nggak boleh kalah dari dinda. Di sini dinda lah orang yang berusaha merusak hubungan kalian . Ingat lo juga nggak boleh terpancing emosi. Aku akan berusaha untuk menasehati dinda".Ucap Ais sambil tersenyum menatap meisya. Meisya hanya mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Lo tau regi kan ??".Meisya ingin segera mengalihkan pembicaraan tentang mex dan dinda . " Masak gue lupa sama sahabat kecil gue ".Jawab Ais.
" Seminggu yang lalu gue ketemu sama dia".
"Serius??. Bukan nya Aan di Paris ya?? ".
" Iya tapi dia bilang dia rindu masakan Indonesia jadi dia pulang ke Indonesia. Tapi cuma seminggu dan semalam dia udah balik lagi ke Paris".Ucap meisya.
"Kalian ketemuan nggak ngajak ngajak gue".Kesal Ais." Regi selalu nanyain kabar lo".
"Kira kira kalau Aan di jodohin sama reina cocok nggak ".Ais teringat pada sahabatnya itu.
" Cocok banget. Gue udah bilang sama Regi kalau reina jomblo dan kebetulan juga reina juga tinggal di Paris ".Meisya tersenyum menatap Ais.
Sekitar satu jam Ais dan meisya berbagi cerita.
Kini meisya sudah berada di mobil nya menuju perjalanan pulang. Meisya sedari tadi hanya diam dan menatap kosong jalan di depan nya.
__ADS_1