
Pagi harinya...
Sekitar jam tujuh pagi...
Terlihat seorang wanita cantik yang masih saja larut dalam tidur nya. Meisya merasa enggan untuk sekedar membuka kedua matanya. Di tambah lagi udara di pagi hari yang terasa sangat dingin.Meisya sedang berada di dalam selimut yang sangat tebal ,rasanya sangat nyaman Dan hal itu lah yang membuat meisya tidak ingin meninggalkan ranjang nya.
Sekitar satu jam berlalu namun belum ada tanda tanda meisya akan bangun dari tidur nya. Sementara itu matahari yang cerah sudah mulai terlihat.Akhirnya meisya perlahan lahan mulai membuka kedua matanya.
"Jam berapa sekarang?? ".Meisya menguap dengan lebar.Setelah itu Meisya mulai mencari cari keberadaan ponsel nya.
Meisya segera menghidupkan ponsel nya untuk melihat jam berapa sekarang.
" Udah jam delapan aja ".Guman meisya .Meisya segera berdiri dari duduk nya. Meisya mulai melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
Meisya keluar dari kamar mandi dengan badan yang gemetaran. " Hhhhh dingin banget. Kalau gue tau bakal sedingin ini mending kagak usah mandi".Guman meisya. Meisya berjalan menuju ranjang nya. Meisya segera membalut tubuh nya dengan selimut tebal.
Setelah rasa dingin nya hilang meisya pun segera berjalan menuju lemari pakaian nya.
*
*
"Padahal udah ada matahari tapi kok masih dingin Sihh?? ".Guman meisya. Kini meisya sedang berjalan menyusuri trotoar itu. Meisya memakai jaket yang agak tebal.
Sekitar dua puluh menit menyusuri jalanan trotoar itu. Akhirnya meisya sampai di depan sebuah universitas yang terlihat sangat besar .
" Akhirnya semoga aja gue lulus tes di sini ".Guman meisya. Dengan penuh semangat meisya segera melangkah memasuki universitas itu.
__ADS_1
Sekitar satu jam kemudian meisya berjalan keluar dari sebuah ruangan.
" Akhirnya lulus juga. Untung aja dengan otak gue yang pas pasan gue bisa belajar bahasa Korea kalau nggak udah pasti nggak lulus gue".Ucap meisya sambil tersenyum lebar.Ternyata untuk masuk ke universitas itu di wajibkan bisa berbahasa Korea. Impian meisya yang sudah lama terpendam akhirnya kini sudah tercapai.
Dan hari ini meisya lulus tes tanpa ada hambatan. Meisya akan melanjutkan studi S2 nya di Pusan national university.
Inilah penampakan universitas nya.Setelah puas berkeliling di universitas itu.Meisya pun mulai berjalan meninggalkan universitas itu. Karena mulai besok meisya akan kembali menjalani hari harinya seperti biasanya. Walaupun sekarang tidak ada seseorang yang menemaninya.
π
π
Di sisi lain..
Mex kini sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Al. Karena hari ini mex sudah kembali bekerja. Bagaimana pun mex harus tetap profesional.
Ya dia adalah dinda dan juga Alif.
Alif segera berjalan menuju mobil mex. Dinda juga ikut melangkah di belakang Alif. Namun dinda hanya menunduk dinda tidak berani menatap ke arah mex.
Setelah Al dan dinda masuk ke dalam mobil nya. Mex pun perlahan mulai menjalan kan mobil nya. Wajah mex terlihat dingin dan datar.
Sekitar tiga puluh menit di perjalanan akhirnya mereka sampai di perusahaan Wijaya.
Al dan mex berjalan beriringan. Sementara dinda berjalan di belakang Al dengan wajah yang masih tertunduk.
__ADS_1
"Kau diam di sini!!!. Aku ingin bicara dengan mex. Mex ikut aku!! ".Perintah Al. Al segera masuk ke dalam ruangan nya di ikuti oleh mex . Setelah itu Al segera mengunci pintu ruangan nya.
" Mex ada yang ingin aku sampaikan ".Ucap Al sambil menatap serius asisten nya itu. Mex hanya diam dengan wajah datar nya.
" Mex aku sudah mengetahui semua nya.Aku juga tau kalau istrimu pergi. Dan semua itu karena kesalahan dinda. Aku benar benar minta maaf kepada mu mex".Ucap Al dengan tatapan serius nya. Sementara mex hanya menatap datar ke arah Al. "Ya".Jawab mex singkat.
" Mulai besok kau tidak perlu bekerja. Lebih baik kau fokus saja mencari istri mu. Sekali lagi aku minta maaf atas semua nya ".Ucap Al lagi
" Anda tidak perlu minta maaf. Karena ini semua bukan lah kesalahan anda ".Setelah mengucapkan hal itu. Mex pun berjalan keluar dari ruangan Al.
Dinda kembali menundukkan kepalanya saat melihat mex keluar dari ruangan Al. Mex segera berjalan menuju ruangan nya bahkan mex sedikit pun tidak melirik ke arah dinda.
Dinda segera berjalan mengikuti mex masuk ke dalam ruangannya. Kali ini dinda benar benar ingin meminta maaf kepada mex. Dan dengan memberanikan diri dinda mulai membuka suara nya. " M.. mex. Aku minta maaf. Aku benar benar minta maaf atas kejadian itu".Ucap dinda dengan kepala yang masih tertunduk. Dinda tidak berani menatap wajah mex.
Mex segera membalikkan badan nya. Ia menatap tajam ke arah dinda. "Siapa yang mengizinkan kau masuk ke ruangan ku. Sekarang juga kau keluar dari ruangan ku".Tegas mex dengan tatapan tajam.
" Mex aku mohon maaf kan aku ".Ucap dinda dengan tatapan memohon . Dinda memberanikan dirinya untuk menatap mex.
" Kau pikir dengan hanya kau minta maaf semua nya akan kembali seperti semula. Dengan kata maaf mu istriku bisa kembali, Dan juga nama baik ku bisa kembali ".Bentak mex sambil menatap sinis ke arah dinda . Dinda kembali tertunduk di benar benar tidak berani menatap wajah mex.
" Aku benar benar tidak menyangka perempuan terhormat seperti mu bisa melakukan hal yang sangat menjijikkan. Kau tau perbuatan mu itu membuat kau terlihat seperti perempuan murahan . Aku tidak tau apa yang membuat mu melakukan hal itu. Yang jelas selagi istriku belum aku temukan aku tidak akan pernah memaafkan mu ".Tegas mex sambil terus menatap tajam ke arah dinda .
" Aku melakukan semua itu karena aku menyukai mu. Aku benar benar tidak mau kehilangan mu ".Ucap dinda dengan air mata yang mulai mengalir di kedua pipinya. Dinda benar benar merasa sedih saat mex menyebutnya sebagai perempuan murahan.
" Sekarang lebih baik kau keluar dari ruangan ku. Dan jangan pernah lagi datang ke sini. Dan mulai hari ini.Kau jangan lagi mencari ku Anggap saja kau tidak pernah bertemu dengan ku .Aku tidak ingin lagi dekat dengan wanita seperti mu ".Mex kembali berjalan menuju meja nya tanpa menghiraukan dinda yang sedang menangis sambil Sesegukan.
Dinda segera berjalan keluar dari ruangan mex. Air mata dinda terus saja mengalir. Dinda benar benar tidak menduga kalau mex bisa berkata kasar kepada nya. Bahkan sekarang mex tidak ingin lagi bertemu dengan nya.
__ADS_1
Rasanya lebih sakit dari pada saat pipi dinda di tampar oleh Al. Dinda berjalan menuju kamar mandi. Setelah sampai di kamar mandi. Dinda kembali menangis. Perkataan mex terus saja berputar putar di benak dinda.
" Kau tau perbuatan mu itu membuat kau terlihat seperti perempuan murahan ".Kata kata ini terus berputar di benak dinda.