
Setelah beberapa Saat Akhirnya Meisya sampai di perumahan Mewah. Rumah yang ada di situ terlihat sangat besar cantik dan juga mewah. Dan tentu saja salah satu dari banyak rumah itu adalah rumah milik Ais dan Al.
Meisya mulai memarkirkan mobil nya di depan sebuah rumah yang terlihat sangat besar dan juga mewah. Dan tentu saja itu adalah rumah milik Ais dan Al.
"Assalamu'alaikum".Ucap meisya sambil berdiri di depan pintu utama rumah mewah itu.
" Waalaikumsalam ".Jawab seorang wanita paru baya sambil berjalan ke arah meisya.
" Ais nya ada bik?? ".Tanya meisya sambil tersenyum.
" Ohh iya masuk aja non. Nona Ais ada di Lantai atas ".Ucap wanita paru baya itu.
" Ohh iya makasih ya bik ".Ucap meisya sambil tersenyum.
" Bik bisa tolong antar kan Mei ke tempat Ais ".Ucap Meisya sambil tersenyum . Meisya takut tersesat di dalam rumah sebesar itu.
" Bisa non. Mati ikut bibi non".Ucap wanita paru baya itu. Dan meisya mulai mengikuti langkah wanita itu.
Terlihat Ais yang sedang Asik mengendong Alan. Ais terus saja tersenyum menatap Alan bahkan Ais tidak menyadari keberadaan Meisya.
__ADS_1
Ehemm.. Meisya berdehem. Dan dengan cepat Ais membalikkan badan nya. "Mei.Kapan lo datang ?? ".Tanya Ais sambil tersenyum menatap sahabatnya itu. " Baru lima menit lalu ".Jawab Meisya tanpa melihat ke arah Ais. Tatapan meisya hanya fokus pada Alan. Pipi Alan terlihat semakin cubi. Ingin rasanya meisya. Menggigit pipi Alan yang sudah terlihat seperti mochi.
Dan Meisya mulai mengambil alih menggendong Alan. " Ya ampun gemes banget Alan ni.Alan tayang Alan ni ".Ucap meisya sambil terus mencium pipi cubi Alan. Alan sekarang sudah berumur dua bulan. Sementara itu Alan hanya terdiam menerima semua perlakuan meisya.
Ais pun tertawa melihat tingkah meisya. Meisya terus saja mencium pipi Alan tanpa Ampun. "Mei kapan lo mau nyusul ni?? ".Tanya Ais sambil tersenyum menatap meisya. Dan seketika wajah meisya berubah drastis. Meisya kembali teringat dengan perkataan mamanya tadi.
" Mei kok wajah lo di tekuk gitu sih?? ".Tanya Ais sambil tertawa melihat wajah meisya.
" Gue kesal sumpah".Ucap meisya sambil mengusap pelan kepala Alan yang sudah di tumbuhi rambut. "Lo kenapa ??".Tanya Ais lagi.
" Lo tau kan Mak gue??? ".Ucap meisya.
"Lo tau mak gue yang matre . Masak ia dia jodohin gue Sama anak teman nya hanya karena anak temen nya itu tajir. Gimane ceritanya coba ,Mana dia langsung bikin kesepakatan aja tanpa minta persetujuan gue. Gimana gue nggak kesal. Mana tau aja yang mau di jodohin sama gue udah tua, Botak, ples perut buncit. Gue nggak mau ". Ucap meisya sambil bergidik geli.
" Orang tajir??, Anak teman mama lo ".Ucap Ais sambil berfikir. " Iya dan katanya dia salah satu kaki tangan suami lo. Lo kenal nggak ?? ".Tanya meisya. " Kaki tangan??".Guman Ais sambil mencoba berfikir . "Loh tau namanya nggak?? ".Tanya Ais lagi .
" Kagak. Yaudah lah nggak usah di bahas lagi ".Ucap Meisya sambil menatap Ais yang sedang berfikir. " Yang gue tau, Kaki tangan kak Al cuma kak mex. Iya kak mex. Cuma kak mex yang selalu berada di dekat kak Al. Atau nggak Asisten pribadi papa mertua gue. Tapi Asisten pribadi papa mertua gue udah nikah, Berarti tinggal kak mex. Jangan jangan... ".Ais tersenyum menatap meisya . " Jangan ngadi ngadi lo Ai. Udahlah nggak usah di bahas lagi".Kesal meisya.
"Ya Alan nya tidur ".Ucap meisya sambil menatap ke arah Alan yang sedang tertidur pulas dalam gendongan nya. " Padahal gue belum puas main sama Alan ".Ucap meisya dengan tatapan sendunya. " Gagal de buat habisin pipi mochi ".Guman meisya sambil memegang pipi cubi Alan.
__ADS_1
" Kasur mana kasur?? ".Ucap meisya dengan riuh sambil menggendong Alan . "Sini Mei , Kamar Alan di sini ".Ucap Ais sambil mengarahkan meisya ke kamar Alan.
" Ya ampun Mei gue nggak bisa bayangin gimana riuh nya rumah lo kalau lo udah punya anak nanti ".Ucap Ais sambil tertawa menatap meisya.
" Ya kagak usah dibayangin Ai. Gue geli denger nya. Gue aja belum punya suami, Masa ia lo udah bayangin gue punya anak ".Kesal meisya. " Ai gue pulang dulu ya ".Ucap meisya.
" Ya Mei kok pulang sih , Baru juga sampai udah mau pulang aja ".Ucap Ais sambil menatap lekat sahabatnya itu.
" Ia gue mau rebahan dulu di kasur ".Ucap meisya. " Lah kan di sini bisa rebahan . Kamar di sini banyak yang nganggur ".Ucap Ais. " Nggak de Ai , Lagian gue kesini cuma mau ketemu Alan bukan mau rebahan".Ucap meisya sambil tertawa kecil. "Nanti aja pulang nya, Kita makan makan dulu atau nonton drakor ".Ucap Ais.
Ais segera mengambil ponsel nya dari saku celana nya. " Ahhhh".Teriak Ais. "Ngapain si Ai ko teriak teriak. Nanti Alan bangun lo".Ucap meisya. " Ya Ampun Mei. Ya Ampun Bangtan live Mei ".Ucap Ais dengan raut wajah yang gembira. " Meisya segera mengambil ponsel nya. "Ya ampun iya suami gue live ".Ya udah gue mau nonton live suami gue dulu".
Dan mereka kini sibuk dengan ponsel nya ,mereka terus menatap layar ponsel nya. " Ya ampun mas Yoongi tambah ganteng aja. Itu lagi bang hobi hidung nya pengen gue copotin dan gue pindahin ke hidung gue ".Guman meisya.
Bahkan mereka berdua tidak menyadari kedatangan dua orang pria yang sedang berjalan ke arah mereka.
**Lanjut Nggak Ni???
Jangan Lupa Like Komen Dan Vote ππ**
__ADS_1