
Mex juga berjalan menuruni anak tangga itu.Mex terus mengikuti langkah meisya.
Pagi yang dingin di tambah lagi si dingin sedang berada di samping meisya. "Kau mau kemana??. Kenapa kau mengikuti ku?? ".Tanya meisya tanpa melihat ke arah mex.
" Aku ingin mengantar istri ku. Dan memastikan dia aman sampai tujuan nya ".Mex lagi lagi tersenyum menatap meisya. " Aku tidak mengerti kenapa dia berubah seperti ini. Dimana sikap dingin nya yang dulu ".Batin meisya. Saat pertama kali menikah yang meisya lihat setiap hari dari wajah mex hanya lah sebuah wajah dingin dan datar seperti kertas. Bahkan sebuah senyuman miring pun tidak pernah meisya lihat.
Tapi kali ini posisinya berbanding terbalik.Kali ini Mex terus saja tersenyum saat berbicara dan menatap wajah nya. Dan sebuah perasaan tiba tiba saja muncul di hati meisya. Perasaan apa??. Apakah cuma rasa kemanusiaan?? . Mungkin iya. Atau mungkin perasaan lain nya.
" Ohh iya aku lupa Menanyakan nya.. Semalam apa kau sudah makan?? ".Tanya tanpa menatap wajah mex. " Belum.. Aku sudah bilang aku tidak punya uang untuk membeli makanan".Jawab mex. "Apa kau serius??. Asal kau tau aku paling tidak suka di bohongi ".Ucap meisya. " Ya ".
Bertepatan dengan itu mereka pun sedang lewat di depan tempat penjual odeng.
" Ya sudah ayo makan bareng!!. Kebetulan aku juga belum sarapan pagi ".Ucap meisya.
Meisya segera berjalan menuju kedai itu. " Kau mau odeng?? ".Tanya meisya sambil menatap wajah mex. Mex menjawab pertanyaan meisya dengan sebuah anggukan. Setelah menunggu akhirnya meisya kembali dengan membawa dua cup odeng.
" Ini ".Meisya memberikan satu cup nya kepada mex. Mex menerima pemberian meisya dengan wajah yang terlihat bahagia. " Terima kasih ".Ucap mex. " Ayo duduk di sana!! ".Ajak meisya. Meisya segera berjalan menuju tempat duduk yang berada tidak jauh dari kedai tadi.
__ADS_1
Perlahan meisya mulai mengambil satu dari tiga tusuk odeng yang ada di dalam cup itu.
Asap panas masih saja keluar dari dalam cap itu. " Ahhh .. Panas banget ".Guman meisya saat odeng itu masuk ke dalam mulut nya.
Meisya kembali mengeluarkan odeng dari mulut nya. Kemudian meisya terlebih dahulu meniup nya hingga terasa agak dingin. Setelah itu barulah meisya kembali memasukkan odeng itu ke dalam mulut nya.
Mex sedari tadi terus saja memperhatikan meisya makan. " Kenapa kau melihat ku ?? ".Ucap meisya saat tersadar kalau mex sedang menatap nya. Mex hanya dia dan tidak menjawab pertanyaan meisya.
Dan perlahan mex mengambil satu tusuk makanan yang di sebut meisya odeng. Mex belum pernah merasakan makanan itu sama sekali. Dan perlahan mex mulai memasukkan odeng itu ke dalam mulut nya . Dan dengan perlahan mex mulai mengunyah nya.
Sekitar dua puluh menit berlalu akhirnya odeng milik mex berhasil ia habiskan. " Aku sudah membelikan mu makanan . Jadi aku minta kau jangan lagi mengikuti ku ".Ucap meisya . Meisya segera berdiri dari duduk nya. Dan dengan perlahan meisya mulai berjalan meninggalkan mex. Apakah mex mengikuti perkataan meisya?? . Tentu saja tidak. Mex juga berdiri dari duduk nya. Dan mex pun segera berjalan mengikuti langkah meisya.
Hingga kini mereka sampai di depan sebuah universitas yang terlihat sangat besar. " Kau mau kemana?? ".Tanya meisya saat mex mengikutinya masuk ke dalam gerbang kampus itu. Namun mex tak menjawab pertanyaan meisya.
" Meisya!!! ".Panggil seseorang dari arah belakang meisya. Seorang perempuan cantik berjalan ke arah meisya sambil tersenyum.
" Meisya".Haessu tersenyum menatap meisya. "Iya ".Jawab meisya.
__ADS_1
" Meisya semalam kenapa kau pulang nggak bilang sama kita??. Kau tau yoenujun terus mencari mu ".Ucap haessu sambil tersenyum menatap meisya. " Benarkah?? . Lalu bagaimana dengan mu?? ".Tanya meisya . " Yoenujun menyuruhku untuk menunggu di atas menara gangnam sampai dia kembali".Ucap haessu lagi. "Lalu apa yoenjun kembali menjemput mu?? ".Tanya meisya dengan amarah yang agak naik. Karena setelah meisya di akhir pembicaraan meisya yoenjun berkata kalau dia juga akan pulang. Meisya mengira kalau yoenujun akan pulang bersama haessu.
" Ya!!. Aku menunggu nya hingga jam satu malam ".Jawab haessu tanpa berbohong.Saat itu haessu bertemu dengan yoenjun sekitar jam satu malam. " J.. jam satu malam??. Dan kau menunggu yoenujun di atas menara gangnam?? ".Tanya meisya dengan wajah yang sudah memerah. Bagaimana tidak semalam salju turun begitu deras.
" Tidak.. Aku tidak se bodoh itu. Aku mencari tempat untuk berteduh sampai yoenjun kembali ".Guman haessu sambil tersenyum.
" Kenapa kau tidak langsung pulang saja?? ".Tanya meisya. " Aku takut kalau aku pulang duluan yoenujun malah mencari ku. Maka dari itu aku menunggu nya dan kami pulang bersama ".Ucap haessu sambil tersenyum lebar. Haessu segera memeluk meisya dengan erat. " Makasih meisya .. Berkat kau aku bisa jalan berdua dengan yoenujun ".Ucap haessu.
Mex hanya diam dan terus memperhatikan interaksi antara dua orang yang wanita yang ada di depan nya.
Haessu tersadar kalau ada seseorang yang tengah memperhatikan dirinya dan juga meisya. Haessu segera membalikkan badan nya.
" Meisya ".Panggil haessu sambil mendekat ke arah meisya. " Iya ".Jawab meisya. " Meisya aku tidak merasa kalau sedari tadi pria itu terus memperhatikan mu?? ".Ucap haessu sedikit berbisik. Meisya hanya diam sambil menatap tajam ke arah mex.
" Kenapa kau tersenyum ".Tanya meisya saat haessu tersenyum menatap mex. " Dia tampan juga ya. Dia sangat mirip dengan aktor Taiwan yang membintangi film my unicorn girl . Ohh iya dia mirip sekali dengan Darren chen ".Ucap haessu lagi dengan senyuman yang semakin mengembang.
" Meisya kau mau kemana?? ".Tanya haessu saat melihat meisya berjalan meninggalkan nya. " Aku mau ke kelas dulu ".
__ADS_1