
"Di dalam.. Dari semalam kakak kamu nggak tidur ".. Ucap mama ais..
Ais segera masuk ke dalam ruangan adel..
" Kak rey".. Panggil ais..
Rey membalikkan badan nya menatap pada adiknya itu..
Ais segera memeluk Rey dengan erat.. "Kak Rey yang sabar ya.. Kak Rey jangan nangis.. Ais yakin kak adel akan sembuh".. Ucap ais..
Ais meminta Rey untuk tidak menangis.. Tapi Rey tidak bisa menahan air matanya.. Rey menangis sampai Sesegukan di dalam pelukan ais..
Rey akan menahan air matanya jika ia sedang bersama orang tua nya atau orang lain.. Tapi Rey tidak bisa menahan air matanya jika ia sedang bersama ais.. Air mata yang sedari tadi ia tahan kini tumpah begitu saja saat berada di dalam pelukan ais..
" Kenapa kondisinya kembali memburuk.. Padahal semalam adel sudah bangun ia sudah bisa bicara tersenyum.. Hiks.. hiks.. ".. Ucap Rey sambil sesegukan..
Ais hanya diam.. Ia membiarkan Rey menumpahkan semua kesedihan nya.. Karena kakak nya itu tidak akan menunjukkan kesedihan nya kepada siapa pun termasuk kepada kedua orang tua mereka..
Beberapa menit kemudian.. Rey sudah berhenti menangis..
" Kak Rey "Panggil Ais..
Rey menatap Ais dengan wajah sendu dan kedua mata yang terlihat sembab..
"Udah selesai nangis nya?? ".. Tanya ais..
Rey menganggukkan kepala nya..
" Sekarang waktunya menundukkan kepala pada Tuhan.. Minta yang terbaik untuk kak Adel.. Ais kebetulan lagi nggak bisa sholat.. Biar ais yang jagain kak adel ".. Ucap ais..
Rey lagi lagi menganggukkan kepala nya..
__ADS_1
Rey bejalan keluar dari ruangan nya..
Sepuluh menit kemudian.. Rey kembali dengan membawa sebuah sajadah..
Adel di rawat di ruang VVIP jadi ada banyak ruang tempat Rey sholat..
Setelah selesai sholat.. Rey mengarahkan tangan nya dengan kepala yang tertunduk.. Ais sedari tadi terus memperhatikan kakak nya itu..
Kenapa orang sebaik kakak nya bisa mendapatkan cobaan seberat ini..
Cukup lama Rey tertunduk sambil menadahkan tangan nya..Setelah selesai Rey pun berdiri dari duduk nya sambil melipat sajadah yang ia pakai untuk sholat...
" Udah selesai?? ".. Tanya Ais..
Rey menganggukkan kepala nya sambil tersenyum.. Sepertinya sekarang Rey sudah sedikit tenang..
Seorang wanita cantik bejalan masuk ke dalam rumah sakit itu.. Ya dia reina.. Reina ingin bertemu dengan ais tapi ais bilang dia sedang di rumah sakit.. Jadi reina memutuskan untuk menemui Ais di rumah sakit..
Sesampai nya di depan ruangan adel, Reina melihat kedua orang tua Rey bersama Al dan juga alan.. " Bibi di mana Ais?? ".. Tanya reina..
" Ais ada di dalam nak ".. Jawab mama Ais..
Reina sedikit mengerutkan kening nya saat melihat raut wajah mama Ais..
Reina segera berjalan masuk ke dalam ruangan itu.. " Assalamu'alaikum ".. Ucap reina..
" Waalaikumsalam".. Jawab Ais..
Reina berjalan mendekat ke arah Ais dan juga Rey.. Tatapan reina kemudian beralih pada adel.. "Kak adel lagi tidur?? ".. Batin Reina..
Lalu tatapan reina kembali pada Ais dan juga Rey.. Raut wajah Ais terlihat sedih.. Begitu juga dengan Rey , Rey terlihat seperti habis menangis..
__ADS_1
Reina ingin sekali bertanya.. Tapi waktunya tidak tepat..
Reina berdiri di samping Ais..
Pukul 14:00..
Reina sudah tau kalau penyebab mereka semua bersedih.. Reina juga ikut sedih saat mengetahui ke adaan adel..
" Lihat itu ".. Reina menunjuk pada jari adel yang mulai bergerak..
" Adel ".. Rey berjalan mendekat ke arah adel..
Dengan perlahan adel membuka matanya.. Rey tersenyum menatap adel begitu juga dengan Ais dan juga Reina..
" Rey ".. Lirih adel sambil tersenyum menatap Rey.. " Rey aku ingin bertemu dengan anak kita ".. Ucap adel.. Rey menganggukkan kepala nya..
Dua orang perawat.. Berjalan masuk ke dalam ruang rawat adel sambil menggendong bayi mereka..
Sementara Ais dan Reina memutuskan untuk keluar dari ruangan itu.. Mereka ingin memberikan ruang untuk adel dan juga Rey..
Adel menatap ke arah bayi mungil yang kini sudah berada di gendongan Rey.. " Apa kau sudah menyiapkan nama yang bagus untuk nya?? ".. Tanya adel..
Rey menganggukkan kepalanya.. " Nama nya Arslan Arslan Putra Hansim ".. Jawab Rey sambil tersenyum.. " Nama nya bagus sekali.. Aku suka ".. Adel tersenyum menatap Arslan..
Setelah itu kedua perawat itu kembali membawa Arslan ke ruang khusus bayi..
" Rey tolong panggil kan Reina ".. Lirih adel..
Rey segera berjalan keluar dari ruangan Adel..
" Reina adel ingin bertemu dengan mu ".. Ucap Rey.. " Aku?? ".. Reina menunjuk dirinya.. Rey pun menganggukkan kepala nya..
__ADS_1
Reina mengikuti langkah Rey berjalan masuk ke dalam Ruangan Adel..