
Sekarang mereka sedang dalam perjalanan pulang dari rumah sakit.Di sepanjang perjalanan mex terus saja menatap meisya..
Kini amarah mex sudah hilang digantikan dengan rasa bahagia yang sulit untuk mex ungkap kan..
Karena dari keterangan dokter tadi yang mengatakan kalau meisya positif hamil.. Itu artinya sebentar lagi mex akan menjadi seorang ayah..
"Bagaimana jika aku tidak datang?? ".Tanya mex.. " Siapa yang akan membantu mengangkat badan mu yang berat itu ".Ucap mex lagi dengan datar.. Walaupun mex sedang bahagian tapi rasa kesal nya kepada meisya tidak sepenuh nya hilang..
" Kau mengatai aku berat. Jadi kau menyesal karena sudah menggendong badan aku yang berat?? ".Lirih meisya..
" Sedikit ".Jawab mex.. Mex ingin bercanda tapi sepertinya waktu bercanda nya tidak tepat..
" Kenapa kau menggendong ku ha.. Kalau kau merasa keberatan kau bisa biarkan aku pingsan di sana.. Dan kau juga bisa pergi dari sana ".Lirih meisya dengan Air mata yang sudah mulai mengalir dari sudut matanya.
Mex segera menepikan mobil nya..
Kemudian mex mengalihkan pandangan nya ke arah meisya.. " Hei kenapa nangis??.. Aku hanya bercanda..Tidak mungkin aku keberatan menggendong istriku yang bertubuh kecil ini ".Ucap mex sambil menggenggam ke dua tangan meisya.
Kemudian tangan mex terulur untuk menghapus air mata yang mengalir dari sudut mata meisya..
Dan aneh nya saat ini meisya tiba tiba saja merasa tenang saat bersama mex.. Padahal pagi tadi meisya merasa kesal kepada mex.. Tapi saat ini semua perasaan kesal itu hilang sudah..
Mex memeluk meisya dengan erat..
"Sebentar lagi aku menjadi ayah.. Terima kasih sayang ".Ucap mex sambil memeluk adat meisya.. Meisya membalas pelukan mex dan ia menghirup dalam aroma parfum yang melekat di jas yang mex kenakan..
Hanya beberapa saat.. Setelah itu mex pun melepaskan pelukan nya.." Nanti saja kita lanjutkan ".Ucap mex..
Mex kembali mengendarai mobil nya..
__ADS_1
Hingga beberapa menit kemudian mereka pun sampai di depan sebuah apartemen.. Mex segera memarkir mobil nya..
Setelah itu dengan perlahan meisya membuka pintu mobil begitu juga dengan mex.. Namun baru beberapa langkah meisya berjalan tiba tiba saja tubuh nya terasa terangkat ke udara..
" Mex turun kan aku.. Aku bisa jalan sendiri ".Ucap meisya. "Sayang kau dengar apa kata dokter tadi kan ?? ".Tanya mex..
Meisya hanya bisa menghela nafas nya..
Mex berjalan masuk ke dalam lift.. Ternyata ada beberapa orang di dalam lift itu.. Dan beberapa orang tersebut menatap ke arah mex.. Meisya merasa sangat malu saat melihat tatapan orang itu.. Meisya segera menyembunyikan wajah nya di dada mex..
" Mex tolong turun kan aku.. Aku malu diliatin orang orang ".Lirih meisya..
"Sabar lah sayang.. Sebentar lagi kita akan sampai ".Bisik mex di telinga meisya..
" Mex tapi aku malu dengan posisi seperti ini ".
Tring.. pintu lift nya pun terbuka..
Mex segera berjalan menuju apartemen nya.. Kemudian dengan perlahan mex meletakkan badan meisya di atas sofa ruang tamu.. Kemudian mex duduk di samping meisya..
Meisya menatap wajah suami nya.. Di balik wajah bahagia mex tersimpan rasa lelah..
" Mex aku minta maaf ".Ucap meisya..
" Maaf untuk apa?? ".Tanya mex..
" Aku selalu menyusahkan mu.. Maaf karena aku kerasa kepala dan tidak mau mendengarkan perkataan mu ".Meisya menatap wajah mex..
" Kau pasti lelah kan??".Meisya menggenggam menggenggam tangan mex.. Mex tersenyum menatap meisya kemudian ia menggelengkan kepala nya..
__ADS_1
"Aku berjanji aku nggak akan keras kepala lagi dan mulai besok aku akan menuruti perkataan mu ".Ucap meisya lagi sambil tersenyum menatap mex..
Mex mendekat ke arah meisya " Baiklah aku pegang janji mu ".Ucap mex sambil mengusap pelan kepala meisya.. " Tapi kalau kau ingkar janji mana bersiaplah menerima hukuman dari ku ".ucap mex sambil tersenyum penuh arti ..
" Baik lah.. Tapi kalau aku tidak menepati janji kau tidak bisa menghukum ku ".Ucap meisya sambil tersenyum lebar.. " Aku tau apa hukuman yang akan kau berikan.. Apa kau lupa perkataan dokter.. Kita tidak boleh bercinta ".Ucap meisya yang semakin tersenyum lebar..
Mex mendekat ke arah meisya " Kita bisa melakukan nya pelan pelan ".Bisik mex di telinga meisya..Hembusan nafas mex membuat bulu kuduk meisya berdiri..
Meisya segera mendorong badan mex.. "Aku mau mandi dulu.. Kau mau tetap di sini atau mau ikut bersama ku.. Kita mandi bareng ".
" Aku di sini saja.. Lagian aku juga udah
mandi ".Jawab meisya ..
" Mana tau kau ingin mandi bersama ku.. Nggak lama kok hanya dua jam ".Ucap mex lagi..
"Lama banget.. Aku aja mandi cuma sepuluh menit ".Ucap meisya..
" Kau yakin?? ".
Meisya menganggukkan kepala nya.." Coba aku hitung kau memakai sabun cuma tiga menit benar kan?? ".
" Tidak...aku mandi nggak pake sabun ".Jawab meisya sambil terkekeh.
Mex terdiam mendengar ucapan meisya.." Mex kau serius sekali.. Aku hanya bercanda mana mungkin aku mandi nggak pake sabun ".Ucap meisya..
" Ohh iya tadi kau bilang kau mau mandi kan.. Ya udah sana mandi badan mu udah bau banget ".Meisya menutup hidung nya sambil menjauh dari mex..
Mex segera berdiri dari duduk nya kemudian mex pun berjalan meninggalkan meisya tanpa satu kata pun..
__ADS_1