
Beberapa menit kemudian tiga tusuk odeng di dalam cup itu habis sudah meisya makan dan yang tersisa hanya cup yang berisikan kuah dari odeng tadi . Mex hanya bisa melihat sambil menelan saliva nya.
"Habis maaf ya aku tidak bisa memberi mu kau kan banyak uang ".Ucap meisya sambil tertawa bahagian . " Ohh iya kau belum menjawab pertanyaan ku tadi.Kenapa kau mengikuti
aku?? "Tanya meisya sambil menatap wajah mex.
" Aku ingin kau ikut dengan ku pulang ke Indonesia ".Ucap mex. " Aku tidak mau. Memang nya kau siapa ha??. Kau itu bukan siapa siapa lagi bagiku . Kau lupa kalau kita sudah bercerai. Jadi sekarang lebih baik kau pulang. Aku tidak ingin lagi melihat mu ".Ucap meisya meisya segera berdiri dari duduk nya .
" Tapi aku tidak pernah menanda tangani surat cerai itu. Dan juga aku tidak pernah menjatuhkan talak kepada mu. Jadi kau masih sah jadi istriku ".Ucap mex sambil tersenyum menatap meisya. " Aku tidak peduli yang jelas aku tidak ingin lagi menjalani hubungan dengan seorang penghianat.Dan juga kau itu sudah bekas orang.Kau tau aku sangat jijik dengan sesuatu yang sudah bekas orang lain ".Ucap meisya. Meisya pun segera berjalan meninggalkan mex.
Mex hanya bisa terdiam mendapat hinaan dari meisya. Padahal semua yang bilang meisya tidak lah benar . Mex tidak pernah sekali pun melakukan nya bersama dinda . Karena itu semua hanyalah jebakan. Tapi sejujurnya ciuman pertama mex memang sudah di ambil oleh dinda pada malam itu.
Mex kembali berdiri dari duduk nya .Mex kembali mengikuti langkah meisya. " Kau mau apa lagi. Apa kau belum puas dengan semua yang kau lakukan ha??. Kau mau mengajak aku kembali ke Indonesia setelah itu kau kembali mengulang perbuatan mu yang menjijikan itu . Aku benar benar tidak mengerti dengan jalan pikiran mu mex. Kau pikir aku bodoh ha ??".Ucap meisya sambil tersenyum sinis .
"Itu tidak benar kau hanya salah paham. Aku benar benar tidak pernah melakukan nya bersama siapapun termasuk dinda" . Ucap mex sambil menatap serius ke arah meisya. Mex sudah menduga nya kalau meminta maaf kepada meisya tidak segampang yang ia pikirkan. Karena istrinya itu bukan hanya barbar tetapi juga keras kepala.
__ADS_1
"Kau tidak melakukan nya. Tapi dinda lah yang sudah melakukan nya. Kau tidak bisa membodohi aku. Karena aku sudah melihat dengan jelas, Kalau bibir mu itu sudah bersentuhan dengan bibir dinda . Itu kan hanya di foto dan yang terjadi selanjutnya aku pun tidak tau . Kau mana tau apa yang sudah kau lakukan ,kau kan saat sedang mabuk. Jadi kau tidak bisa menyangkal semua perbuatan mu mex .Memang nya kau punya bukti kalau kau tidak melakukan nya??.Tidak kan.Jadi jangan pernah menyangkal sesuatu yang tidak kau ketahui kejelasan nya ".Ucap meisya lagi sambil tersenyum sinis.
" Aku saran kan lebih baik kau pulang ke Indonesia. Karena tidak ada gunanya kau berada di sini".Ucap meisya meisya kembali berjalan meninggalkan mex. Lagi lagi perkataan meisya dapat membuat mex terdiam tanpa bisa berkata kata lagi .
"Meisya... Meisya ".Panggil seseorang sambil berjalan mendekat ke arah meisya. " Ya ".Jawab meisya sambil menatap ke arah yoenjun.
"Meisya kau dari mana saja??. Aku tadi menunggu mu. Tapi kau tidak keluar keluar ".Ucap yoenjun sambil tersenyum menatap meisya. "Aku habis dari sana?? ".Ucap meisya sambil menunjuk ke arah kedai di tepi jalan .
" Aku lapar .jadi aku beli odeng untuk sarapan pagi ".Ucap meisya. Meisya kembali berjalan sambil memasukkan tangan nya ke dalam saku jaket nya.
" Mei aku kan sudah berjanji di saat salju pertama turun aku akan membawa mu ke tempat yang kau ingin kan. Dan juga aku akan mengajak mu ke menara gangnam ".Ucap yoenjun sambil mengikuti langkah meisya.
" Aku tidak pernah bercanda dengan ucapan ku".Ucap yoenjun sambil mengambil sesuatu dari saku jaket nya. Setelah itu yoenjun segera menarik kedua tangan meisya. "Kenapa kau tidak memakai sarung tangan??. Bukan kah kau bilang kau tidak suka dengan tempat yang dingin?? ".Ucap yoenjun sambil memakaikan sarung tangan itu. " Aku lupa membawa nya. Aku pikir udara tidak terlalu dingin. Tapi ternyata udara benar benar dingin di tambah lagi si dingin ada di dekat ku ".Ucap meisya.
Dari kejauhan mex dapat melihat meisya sedang bersama seorang pria. Bahkan meisya dan pria itu terlihat sangat dekat . Mex mengepalkan kedua tangan nya dengan erat .
__ADS_1
Sarung tangan yang yoenjun berikan ternyata pas di tangan meisya. " Kenapa bisa pas?? ".Ucap meisya sambil melihat sarung tangan yang sudah terpasang di tangan nya. " Aku juga tidak tau . Padahal itu sarung tangan milik ku. Berarti ukuran tangan kita sama ".Ucap yoenjun sambil mendekatkan tangan nya ke arah tangan meisya.
" Sekarang kau mau kemana?? ".Tanya yoenjun.
" Tidak tau. Aku tidak berniat pergi kemana pun dengan cuaca yang sedingin ini. Sekarang aku ingin kembali ke kosan ku ".Ucap meisya.
" Baiklah. Sebenarnya aku ingin mengajak mu ke suatu tempat. Tapi ya sudah lah. Nanti malam aku akan menjemput mu ".Ucap yoenjun. " ya".Jawab meisya. Setelah itu yoenjun pun perlahan mulai meninggalkan meisya. "Ehh yoenjun ".Meisya mencoba memanggil yoenjun. Meisya ingin mengembalikan sarung tangan nya. Tapi yoenjun tidak mendengar panggilan dari meisya.
Tiba tiba seseorang datang dari belakang meisya. Dia segera menarik sarung tangan yang meisya pakai. Setelah itu dia pun membuang sarung tangan nya.
" Kau itu kenapa??. Itu kan bukan sarung tangan ku ".Guman meisya sambil menatap sarung tangan yang sudah tenggelam dalam salju.
" Kenapa kau memakai sarung tangan dari pria itu??. Siapa pria itu??".Tanya mex sambil menatap tajam meisya.
Sebuah ide gila muncul di benak meisya. "Dia lah pria yang aku katakan kemarin. Dia calon suami ku.Naman nya yoenjun.Dia itu pria yang sangat baik dia tidak pernah menyakiti aku
__ADS_1
Dan sebentar lagi kami akan menikah. Jadi sebaiknya kau jangan lagi menganggu ku. Karena sebentar lagi aku akan menikah dengan nya ".Ucap meisya sambil tersenyum menatap mex.
" Tapi kau itu istri ku ".Ucap mex sambil menatap kedua mata meisya. " Aku sudah bilang aku tidak mau lagi terikat dengan mu. Sekarang kalau kau mau mentalak ku silahkan ".Ucap meisya setelah itu meisya kembali meninggalkan mex.