
Jimi berjalan ke arah adel dengan membawa sebuah nampan yang berisi kan nasi dan juga segelas air putih..
walau bagaimana pun adel tetap seorang manusia yang membutuhkan makan dan juga minum..
Adel menatap tajam ke arah jiminez..
"Buka mulut mu ".. Perintah Jimi sambil Menyendok kan nasi yang ada di dalam piring itu..
Bukan nya membuka mulut adel malah menahan mulut nya..
" Buka mulut mu.. Aku tidak ingin sampai kau mati kelaparan.. Dan jangan memancing ku untuk berbuat kasar pada mu ".. Tegas Jimi pada adel..
Adel masih saja menolak untuk membuka mulut nya.. Dan akhirnya Jimi membuka mulut adel dengan paksa..
" Aku tidak mau!! ".Teriak adel sambil memuntahkan makanan yang masuk ke dalam mulut nya..
Jimi yang melihat hal itu mulai tersulut emosi.. Jimi mencengkram dagu adel dengan kuat..
" Aku sudah berbuat baik pada mu.. Tapi kau seperti ini.. Apa kau tidak tau aku sudah lelah memasak makanan ini untuk mu tapi kau malah membuang nya ".. Ucap Jimi..
" Aku bilang aku tidak mau makan tapi kenapa kau memaksa ku ".. Teriak adel tepat di depan walah Jimi.. Hal itu membuat emosi Jimi bertambah..
" Kalau bukan karena aku mencintai mu.. Sudah lama aku membunuh wanita seperti mu ".. Ucap Jimi dengan penuh Penekanan..
" Kau itu kenapa kau sudah punya istri.. Urus saja istri mu saja.. Aku tidak ingin menikah dengan pria seperti mu".. Teriak adel lagi..
"Dimana rey sekarang??.. aku benar benar merindukan rey .. Rey tolong bantu keluarkan aku dari tempat ini.. ".Batin adel..
" Kau tidak perlu khawatir karena sebentar lagi aku akan menceraikan wanita mandul pless matre itu ".. Ucap Jimi.. " Sekarang buka mulut mu.. Aku tidak ingin kau sakit saat di acara pernikahan kita nanti ".. Ucap jim lagi..
*
*
" Kami sudah menemukan keberadaan nyonya adel ".. Ucap pria itu pada rey..
__ADS_1
Rey segera berdiri dari duduk nya..
" Kita kesana sekarang juga ".. Ucap Rey..
" Tapi tuan.. Kaki tangan jiminez ada di mana mana..Kita harus membuat rencana terlebih dahulu.. Jangan sampai orang suruhan jiminez mengetahui pergerakan kita.. Karena kalau sampai hal itu terjadi mereka bisa bisa membawa nona adel lebih jauh lagi ".. Ucap nya..
" Kau benar ".. Ucap Rey.. Rey pun kembali duduk..
" Untuk sementara kami akan coba untuk mengalihkan perhatian mereka".. Ucap nya..
"Baik lah aku percaya pada mu ".. Ucap Rey..
π°π°π°π°π°π°π°
Jiminez terus memaksa adel untuk makan.. Tapi lagi lagi adel memuntahkan makan yang di berikan oleh Jimi.. Ia bahkan tidak peduli dengan kondisinya saat ini.. padahal ia begitu lapar..
" Buka mulut mu ".. Perintah jiminez..
" A.. apa itu?? ".. Adel melihat ke arah tangan Jimi.. Jimi memegang sebuah botol kecil yang berisikan pil berwarna putih..
" Kau tenang saja.. itu tidak akan membahayakan mu".. Ucap jiminez..
Jiminez berjalan keluar dan meninggalkan adel sendirian di dalam ruangan itu..
"pil apa yang barusan aku telan?? ".Guman adel..
Di sisi lain..
Rey beserta ke tiga puluh orang suruhan nya kini sudah bersiap untuk menuju tempat di mana Jiminez membawa istrinya..
" Apa semua nya benar benar sudah aman??.. Aku tidak ingin kalau mereka membawa istri ku lebih jauh lagi "..
" Sebentar lagi dia benar benar akan jadi milik ku ".. Ucap jiminez sambil memainkan botol kecil di tangan nya yang berisikan beberapa butir pil putih..
" Aku sudah tidak sabar ingin segera membunuh anak itu ".. Ucap jim..
__ADS_1
Tapi entah lah.. sepertinya itu semua mungkin hanya angan angan jim belaka.. Ia sudah mengambil jalan yang salah.. karena ia sudah berani berurusan dengan Rey.. Dan yang akan jadi taruhan nya adalah nyawa..
"Ahh.. aku tidak menyangka kalau rencana ku bisa berjalan semulus ini.. Aku juga tidak menyangka ternyata Rey seorang pengusaha kaya memiliki kecerdasan di bawah ku.. Bahkan dengan mudah aku membuat nya menyerah ".. Guman jim dengan percaya diri..
BRAKK...
Rey menendang pintu bangunan itu dengan keras hingga pintu itu terbuka..
Jimi tiba tiba saja mendengar suara ribut dari arah luar ruangan nya..
" Apa yang terjadi.. kenapa mereka berisik sekali ".. Guman jim..
Jim dengan perlahan membuka pintu ruangan nya.. Ia begitu terkejut saat melihat orang orang nya sudah terbaring lemah di atas lantai..
Tanpa pikir panjang Jim segera berlari menuju ruangan adel..
Sementara Rey dan orang orang nya mulai menyusuri satu persatu ruangan yang ada di dalam rumah itu..
" Dimana bajingan itu!!! ".. Teriak Rey...
"Tuan kami menemukan tempat di mana nyonya berada ".. Ucap nya pada Rey..
Rey segera mengikuti arahan dari orang suruhan nya..
BRAKK..
lagi lagi Rey menendang pintu ruangan itu dengan kasar ..
Rey begitu terkejut saat melihat adel yang kini sudah berada dalam dekapan Jimi dengan pisau yang sudah berada di dekat leher adel..
Kemudian tatapan Rey beralih pada bagian kaki adel.. Terlihat darah segar yang sudah mengalir di kaki adel..
" Apa yang kau lakukan !!! ".Teriak Rey..
" Jangan coba coba mendekat.. Atau wanita ini akan mati di tangan ku ".. Ucap jiminez dengan penuh ancaman..
__ADS_1