
Meisya segera membalikkan badan nya. "Sedang apa kau di sini ".Tanya meisya sambil menatap tajam pria yang ada di hadapan nya.
Mex tidak menjawab pertanyaan meisya. Mex segera mendekat ke arah meisya. " Apa yang kau lakukan, Menjauh dari ku. Atau aku akan teriak ".Ucap meisya sambil terus menatap tajam ke arah mex.
" Silahkan ".Ucap mex. " Tidak akan ada yang mendengar teriakan mu. Kau lihat taman ini sekarang sudah sepi ".Guman mex. Mex Segera mendekat ke arah meisya. Dan dengan gerakan cepat Mex segera mengendong tubuh mungil meisya. " Hei Turun kan Aku. Mama Tolong Mei ma. Mei mau di culik".Namun tidak ada seorang pun yang mendengar teriakan meisya karena taman itu sudah kosong dan sepi.
"Turunkan aku. Aku bisa jalan sendiri".Teriak meisya. Namun mex tak menggubris teriakan meisya. Mex segera mengambil kunci mobil meisya dari tangan meisya ." Kau bawa mobil nya ".Ucap mex sambil melempar kunci mobil meisya ke arah seorang pengawal yang ia bawa." Ehh Mobil ku. Mau kau bawa kemana mobil ku??? ".Ucap meisya saat melihat mobilnya di bawa oleh seorang pria berjas hitam.
Mex segera memasukkan meisya ke dalam mobil nya. Namun mex kurang hati hati saat memasukan meisya ke dalam mobil Al hasil kepala meisya terbentur agak keras.
" Aduhh Sakit "Ringis meisya sambil mengelus kepalanya yang terasa sakit . Setelah meletakkan meisya, Mex pun ikut masuk ke dalam mobil nya. Dan perlahan lahan mex mulai menjalankan mobil nya.
Sementara itu Meisya masih saja mengelus kepalanya yang sudah benjol. " Apa masih sakit ?? ".Tanya mex sambil melihat ke arah Meisya. " Nggak nggak sakit sama sekali ".Ucap sambil tersenyum sinis. Meisya kembali menatap ke arah depan.
Tiba tiba meisya merasakan sesuatu mengusap bagian kepalanya yang benjol. Meisya kembali menatap ke arah mex. " Maaf ".Ucap mex. Namun dengan cepat Meisya menepis tangan mex.
" Kau fokus saja menyetir ".Ketus meisya ."Aku belum mau mati muda.Apalagi kalau mati bersama mu ".Ucap Meisya.
Sementara itu Mex hanya diam mendengar semua ocehan meisya . Sekitar tiga menit kemudian tiba tiba suasana di dalam mobil mex terasa Sunyi. Tidak ada lagi suara ocehan dan kata kata tajam yang keluar dari mulut meisya.
__ADS_1
Mex segera menatap ke samping nya. Dan terlihatlah wajah tenang meisya yang sedang tertidur. Mex menarik sedikit sudut bibir nya Saat melihat wajah tenaga meisya saat tertidur .
Sekitar tiga puluh menit di perjalanan Akhirnya meisya dan mex Sampai di salah satu perumahan mewah. Dan tentu saja salah satu dari rumah itu adalah rumah milik orang tua meisya.
Mobil mex berhenti tepat di depan rumah meisya. Meisya masih tertidur. Sementara itu mama meisya sedari tadi menunggu meisya pulang. " Sangat menyusahkan ".Guman mex. Mex segera menggendong meisya secara perlahan.
Namun meisya tiba tiba saja terbangun dari tidur nya. " Ahhhh Kau mau membawa Aku kemana??".Ucap Meisya panik. Seperti biasa mex hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan meisya sama sekali."Turun kan aku sekarang juga ".Teriak meisya sambil menatap tajam mex. Dan tanpa Meisya duga kali ini mex benar benar menurunkan nya. Dan meisya tersadar kalau sekarang dia sudah berada di rumah nya.
Plakkk...
Tiba tiba seorang dari belakang menepuk lengan meisya dengan kuat. Tidak puas dengan itu Meisya kembali mendapat cubita...n di tangan nya. " Adu sakit ma ".Ucap meisya. Ingin rasanya meisya menangis karena bekas cubitan mamanya terasa sangat perih.
" Dari mana aja kamu ha??, Udah larut malam begini masih keluyuran . Mama kan udah bilang, Calon pengantin nggak boleh pergi pergi apalagi di malam hari ".Mama meisya terus saja mengoceh.
Plakk.. Satu pukulan keras kembali menghantam lengan meisya. Dan hal itu kembali membuat meisya meringis kesakitan.
" Ya ampun mei. Kamu keluar sampai larut malam cuma pergi ke taman. Kamu Amnesia atau bagaimana??. Kamu tau kan di belakang rumah kita juga ada taman ".Mama meisya kembali mengoceh.
" Ohh ya Nak Ayo masuk ".Ajak mama meisya sambil menatap ke arah Mex. " Nggak usah ma Lagian hari sudah malam. Saya langsung pulang saja ".Ucap Mex.
__ADS_1
" Ya udah. Makasih banyak ya nak".Ucap mama meisya sambil tersenyum menatap Mex.
Mex segera mencium tangan mama Meisya . "Assalamu'alaikum".Ucap mex.
" Waalaikumsalam ".Jawab mama meisya sambil tersenyum menatap mex.
Setelah mex pergi Mama meisya langsung menarik tangan meisya masuk ke dalam rumah. " Ma mei ngantuk mei ke kamar dulu ya ma ".Ucap meisya.
Namun dengan cepat mama meisya menarik tangan Meisya. " Duduk !! ".Perintah mama meisya. Meisya menghela nafas nya dan meisya segera duduk di samping mama nya.
" Mama nggak habis fikir dengan mu Mei . Untung aja Nak Mex Mau bantu mama cari kamu ".Ucap mama meisya. Namun tangan mama meisya juga ikut bicara. Satu cubitan kembali mendarat di lengan meisya .
" Ma Meisya cuma ke taman meisya pergi liat danau ".Ucap meisya, Meisya sudah tidak bisa lagi menahan Air matanya karena cubitan mama nya terasa sangat perih.
" Kalau terjadi apa apa sama kamu gimana??".Ucap mama meisya. Namun hanya suara isak tangis meisya yang terdengar.
"Ngapain kami nangis ha?? ".Tanya mama meisya. " Hiks.. Hiks.. Mama cubit Mei keras banget ".Ucap Mei dengan isak tangis nya.
" Mana yang sakit ".Mama meisya segera mengusap bekas cubitan nya. " Mei lain kali jangan kayak gini lagi ya. Kalau kamu mau ke mana mana setidak nya kasih tau ke mama".Ucap mama meisya sambil memeluk meisya.
__ADS_1
LIKE KOMEN DAN VOTE YA KAKAK KAKAK.
TERIMA KASIH ππ