Love Me Please Hubby

Love Me Please Hubby
S2 Meisya dan Mex


__ADS_3

Kini meisya dan mex sudah berada di kamar nya.Meisya sedang duduk sambil bersandar di atas ranjang nya. Sedangkan mex sedang duduk di atas sofa sambil memainkan ponsel nya.


Meisya teringat dengan sesuatu. Meisya segera berdiri dari duduk nya. Ai berjalan menuju sofa yang ada di kamar itu.


Meisya mulai mendudukkan bokong nya di samping mex.


"Mex... " Panggil meisya. Namun mex tak menggubris panggilan meisya mex masih fokus pada ponsel nya.


"Mex.. " Panggil meisya dengan suara yang lebih keras. Mex segera menatap ke arah Meisya. "Ada apa ?? ".Mex menatap kesal ke arah meisya. " Mex kau itu suami ku. Tapi kau tidak pernah memberi ku Uang ".Ucap meisya sambil menatap tajam mex. " Lalu?? ".Mex menatap datar ke arah meisya.


" Aku mau minta uang ".Ucap meisya sambil mengadah kan tangan nya ke arah mex. " Untuk apa?? ".Tanya mex . " Uang nya akan aku belikan Lighstick, Photo card dan Album".Kesal meisya.


"Kau masih bertanya untuk apa . Apa kau tidak liat kulkas sudah kosong dan bahan bahan di dapur sudah habis. Kau mau makan apa kalau tidak ada bahan untuk di masak?? ".Ucap meisya sambil menatap tajam mex.


" Kau butuh berapa?? ".Tanya mex. Mex tidak ingin lagi berdebat dengan meisya. " Terserah ".Jawab meisya. " Kalau bukan karena uang tabungan ku habis . Aku nggak akan minta uang sama si dingin ini ".Batin meisya sambil menatap tajam ke arah mex. "Berikan nomor rekening milik mu".Ucap mex sambil menatap meisya.


Dengan cepat meisya segera memberikan nomor rekening nya ke mex. " Besok pagi akan aku transfer".Ucap mex. Mex kembali fokus pada ponsel nya.


Meisya segera berdiri dari duduk nya. Meisya kembali menuju ranjang. Meisya merebahkan badan nya. Sekarang pikiran meisya sudah tenang .Meisya segera merebahkan badan nya di atas ranjang. meisya mulai memejamkan matanya.


Dengkuran halus mulai terdengar. Mex segera mematikan ponsel nya. Mex menatap ke arah meisya . Mex perlahan lahan berjalan mendekat ke arah meisya. Ia menarik selimut hingga menutupi tubuh meisya. Setelah itu mex kembali menatap wajah damai meisya sambil tersenyum.


Mex pun mulai menaiki ranjang di sebelah meisya. Dan mex mulai memejamkan kedua matanya.


Pagi harinya....


Meisya terbangun dari tidur nya karena merasakan sesuatu yang berat menimpa badan nya. Meisya perlahan lahan membuka kedua mata nya.


Seketika meisya membelalakkan kedua matanya saat melihat wajah mex yang begitu dekat dengan wajah nya. Bahkan hidung mancung mex hampir saja bersentuhan dengan hidung nya. Mex juga memeluk nya dengan erat.


Meisya berusaha melepaskan pelukan mex. Namun usaha nya gagal karena mex memeluk nya dengan erat. Meisya merasa sangat kesal.


Buggg... Meisya menendang mex dengan keras hingga pelukan mex terlepas. Bukan hanya pelukan nya yang terlepas,Tapi badan mex juga terjatuh dan membentur lantai karena tendangan meisya yang keras.

__ADS_1


Brukkk.. Suara badan Mex yang membentur lantai dengan keras.


Mex segera berdiri sambil memegang pundak nya yang terasa sakit karena membentur lantai.


"Kau itu kenapa ?? ".Mex menatap tajam ke arah meisya . Ternyata badan kecil meisya tidak bisa di remehkan. Buktinya dengan sekali tendangan mex sampai terjatuh dari ranjang.


" Dasar mesum".Umpat meisya. "Kenapa kau memeluk ku?? ".Kesal meisya sambil menatap tajam ke arah mex.


" Aku tidak sengaja. Lagian kau bisa membangun kan ku. Kenapa kau malah menendang ku?? ".Ucap mex.


" Aku sudah membangun kan mu. Tapi kau tidak mau bangun. Ya mau tidak mau aku memakai cara ini untuk membangun kan manusia mesum seperti mu ".Ucap meisya yang semakin menatap tajam mex.


Meisya berdiri dari duduk nya.Meisya segera masuk ke dalam bathroom meninggal kan mex yang masih terduduk di lantai..


Setelah selesai meisya segera berjalan keluar dari bathroom. Setelah meisya keluar kini bergantian mex yang masuk ke dalam bathroom.


Sepuluh menit kemudian Meisya sudah selesai memakai pakaian nya. Sekarang meisya sedang menyisir rambut nya.


Dengan memberanikan diri meisya mengangkat panggilan yang masuk ke dalam ponsel Mex. Namun tidak ada nama sang penelpon sepertinya itu nomor baru.


" Halo ".Ucap meisya . Namun tidak ada jawaban dari sang penelpon.


Tuttt.. Tuttt.. Sambungan telepon nya tiba tiba terputus. " Nggak jelas banget si ".Kesal meisya. " Apa nya yang tidak jelas??".Tanya seseorang dari belakang meisya..


"Tu ada orang yang nelpon ke ponsel nya si dingin itu. Udah gue jawab ehh malah di matiin. Dasar gila ".Umpat meisya. Namun meisya tersadar dengan sesuatu meisya segera membalikkan badan nya.


Lagi lagi Meisya dapat melihat roti sobek milik mex yang terpampang jelas di depan matanya.


" Maaf aku nggak sengaja kepencet. Lagian dari tadi ponsel kau berbunyi terus ".Ucap meisya.


Meisya kembali melakukan aktivitas nya...


Setelah selesai dan rapi meisya segera keluar dari kamar nya.

__ADS_1


Meisya menatap ke arah jam tangan nya. Sekarang sudah jam tujuh lewat lima belas.


Meisya berjalan keluar dari apartemen nya. Meisya ingin pergi ke suatu tempat sebelum pergi ke campus nya.


Mex juga sudah berpakaian rapi. Sementara ponsel mex kembali berdering.


Mex segera mengangkat panggilan telpon nya.


" Halo mex ini aku dinda. Mex kau bisa tidak jemput aku di rumah kak Al ".Ucap dinda dari seberang sana. Ternyata pemilik nomor tidak di kenal itu adalah dinda.


" Bukan kah anda bersama tuan Al?? ".Tanya mex. Hari ini adalah hari pertama dinda bekerja di perusahaan Al.


" Iya tapi kak Al sudah berangkat duluan dan dia meninggalkan ku . Jadi sekarang jemput aku " .


"Baik lah ".Ucap mex sambil menghela nafas nya.


Mex Berjalan keluar dari kamar nya. Mex mulai mengedarkan pandangannya.Namun mex tidak menemukan keberadaan meisya. Mex segera berjalan keluar dari apartemen nya.


*


*


Sekarang mex sedang dalam perjalanan menuju perusahaan Wijaya bersama Dinda.


Dinda sedari tadi terus saja menatap ke arah mex.


" Mex bisakah kita singgah di restoran di depan sana??. Aku lapar, Aku belum sempat sarapan tadi ".Ucap dinda.


Tanpa banyak bicara mex segera singgah di restoran itu. Itu adalah salah satu restoran ternama di kota itu.


Mex dan dinda segera masuk ke dalam restoran itu. Sementara itu di tempat bagian pojok di dalam restoran itu. Terlihat seorang wanita cantik sedang menakan hidangan yang ada di meja nya. Sesekali wanita itu menatap ke arah ponsel nya.


LIKEEEEEπŸ’œπŸ’œπŸ’œ

__ADS_1


__ADS_2