Love Me Please Hubby

Love Me Please Hubby
S2 menjemput meisya


__ADS_3

Mex berjalan masuk ke dalam lift. Mex segera menutup pintu lift nya. Tiba tiba sebuah tangan menghentikan pintu lift itu. Seorang wanita ikut masuk ke dalam lift nya.


"Mex kau mau kemana?? ".Dinda menatap lekat ke arah mex sambil tersenyum lebar. " Pergi ".Jawab mex. "Aku tau kau mau pergi. Tapi kau mau pergi kemana?? ".Dinda kembali menatap lekat wajah tampan mex.


Mex hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan dinda. " Mex aku berusaha mengajak mu bicara tapi ku tidak menanggapi ku ".Dinda menatap sendu ke arah mex. " Aku ingin menjemput istri ku ".Mex menatap datar ke arah dinda.


" Kalau begitu aku ikut bersama mu. Aku ingin makan siang. Kau tau sedari tadi kak Al mengurung ku di dalam ruangan nya. Jadi aku belum makan siang".Bohong dinda karena yang sebenar nya dinda sudah makan siang di dalam ruangan Al.


"Aku buru buru. Dan kau bisa minta bantuan pada yang lain ".Mex menolak permintaan dinda. " Mex!!. Kau tidak kasian melihat ku. Aku lapar sekali jadi tolong sekali ini saja".Ucap dinda memohon ke pada mex.


Dan mau tidak mau mex mengikuti keinginan dinda.


Dan kini mereka sudah dalam perjalanan ke kampus meisya. Dan di sepanjang perjalanan Dinda terus saja menatap lekat wajah mex.


Di sisi lain..


Kelas meisya hari ini sudah selesai. Meisya mulai berjalan keluar dari kelas nya.


Kini meisya sudah berada di depan gerbang kampus nya meisya menatap ke arah jalanan berharap ia menemukan keberadaan mobil mex. Namun harapan meisya terlalu tinggi meisya tidak menemukan keberadaan mex.


Di dalam sebuah restoran terlihat seorang pria dan wanita yang sedang duduk.Mereka adalah mex dan dinda. Ya saat di perjalanan menuju kampus meisya mereka melewati salah satu restoran Dan dinda memaksa mex untuk singgah di restoran itu dengan alasan perut nya sudah sangat lapar. Dan mau tidak mau mex pun menuruti ke mau an dinda.


Mex terus saja menatap jam tangan yang melingkar di tangan nya. Mex sudah terlambat lima menit. "Apa masih lama?? ".Mex sudah tidak sabar untuk segera menjemput meisya. Mex takut kalau meisya minta bantuan pada regi. " Tunggu sebentar lagi".Lirih dinda.


Akhir nya sekitar lima belas menit dinda pun menghabiskan makanan di piring nya.

__ADS_1


"Ayo ".Dinda menggandeng tangan mex berjalan keluar dari restoran itu. Seperti biasa mex segera melepaskan tangan dinda dari tangan nya.


Mex kembali menatap jam yang melingkar di tangan nya. Jam sudah menunjukkan pukul 15:15 sore. Itu artinya mex sudah terlambat lima belas menit.


Mex menambah kecepatan mobil nya.


Hingga sekitar lima belas menit dari restoran mex pun sampai di depan kampus meisya.


Mex dapat melihat dengan jelas meisya yang sedang berdiri di tepi jalan sambil menatap ke arah arloji nya. Mex mendekatkan mobil nya ke arah meisya.


Meisya segera menatap ke arah mobil yang ada di depan nya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Meisya berjalan ke arah mobil mex. Meisya segera membuka pintu depan mobil mex . Meisya begitu terkejut saat melihat keberadaan dinda.


Meisya kembali menutup pintu mobil nya dengan keras bahkan dinda sampai terkejut saat pintu mobil nya tertutup.


Setelah meisya masuk mex pun menjalan kan mobil nya. " Kenapa kau menunggu ku?? ".Tanya mex sambil menatap meisya dari spion mobil nya. " Aku tidak menunggu mu. Dan juga aku sudah bilang kau tidak perlu menjemput ku kalau kau sedang sibuk ".Ucap Meisya sambil tersenyum sinis menatap mex dari spion.


Mex begitu terkejut saat mendengar ucapan meisya. Bukan tanpa alasan. Biasanya meisya akan memanggilnya dengan " Suamiku" saat ada dinda. Namun kali ini meisya berbicara seperti biasa nya di dekat dinda bahkan cara berbicara meisya terdengar sangat ketus.


"Mei.. Maaf kan aku. Mex terlambat menjemput ku karena aku yang meminta nya menemani ku . Ini semua salah ku. Aku tadi belum sempat makan jadi aku minta tolong mex untuk menemani ku makan siang sebentar . Aku tidak tau kalau ternyata mex terlambat menjemput mu ".Lirih dinda.


"Aku semakin yakin kalau mex dan dinda memiliki hubungan spesial".Batin meisya sambil tersenyum sinis. " Terserah!!. Itu urusan kalian bukan urusan ku. Lagian juga aku tidak meminta me untuk menjemput ku. Bahkan aku sudah memesan taksi hanya saja taksi yang aku pesan belum datang ".Guman meisya.


" Mei apa marah pada ku ?? ".Tanya dinda dengan lirih. " Kau pikir saja sendiri ".Ketus meisya.


" Bukan kah kau bilang kau mau minta bantuan pada Regi?? " . Ucap mex yang kembali menatap meisya dari spion mobil nya.

__ADS_1


"Aku hanya bercanda. Karena aku tidak se MURAHAN ITU" . Ucap meisya menekankan ucapan nya sambil menatap sinis ke arah dinda.


Setelah itu meisya kembali diam dan meisya tidak berniat untuk berbicara kepada mex ataupun dinda.


Setelah sampai di depan apartemen xx. Meisya segera keluar dari mobil mex meisya menutup pintu mobil mex dengan keras. Setelah itu meisya segera berjalan meninggal kan mex dan dinda.


Mex kembali menjalan kan mobil nya kembali menuju perusahaan Wijaya. "Mex apa istri mu sedang marah pada ku. Mex maaf kan aku karena aku istrimu jadi marah ".Lirih dinda dengan tatapan sendu nya. Lagi lagi Mex tidak menanggapi ucapan dinda .


" Ahhh aduh ".Tiba tiba dinda memegang dada nya sambil meringis kesakitan. Mex segera menepikan mobil nya saat melihat wajah dinda yang terlihat kesakitan. " Kau kenapa?? ".Tanya mex sambil menatap dinda. " Entahlah rasa nya sakit sekali. Biasanya aku seperti ini karena aku telat makan ".Lirih dinda. Dinda terus saja memegang dada nya sambil meringis.


" Tidak perlu mex kita kembali saja ke perusahaan. Aku akan beristirahat di ruangan kak Al".Ucap dinda. "Kau yakin?? ".


" Iya".Jawab dinda sambil menganggukkan kepala nya.


Mereka sampai di perusahaan Wijaya. Dinda terus saja memegang dada nya. Mex dan dinda segera berjalan masuk ke dalam bangunan itu. Mex juga membantu dinda berjalan menuju ruangan Al.


Mex dan dinda segera masuk ke dalam ruangan Al. Sementara itu Al segera menatap ke arah dinda dengan tatapan tajam nya. Namun seketika tatapan tajam Al berubah menjadi tatapan penuh ke khawatiran saat meminta wajah dinda dan juga saat melihat dinda yang memegang dada nya.


"Kau kenapa?? ".Al segera menghampiri adik nya. "Tidak tau.Kak tapi dada aku sakit ".Ucap dinda yang kembali meringis.


Setelah mengantar dinda ke ruangan Al. Mex pun kembali ke ruangan nya.


Dinda menatap ke arah mex sambil tersenyum. Dinda dapat melihat wajah panik Mex saat di dalam mobil tadi. " Aku tau kau masih mencintai ku. Maka dari itu aku akan merebut mu kembali mex ".Batin dinda.


BANTU LIKEE KARYA AUTHOR YA.

__ADS_1


__ADS_2