Love Me Please Hubby

Love Me Please Hubby
S2 Melupakan sesuatu #2


__ADS_3

Meisya segera membuka pintu kamar nya. Perlahan meisya kembali membawa mex masuk ke dalam kamar kos nya .


Meisya merebahkan badan mex perlahan di atas ranjang nya . Tangan meisya bergerak memegang jaket yang di kenalan oleh mex. Jaket tebal itu terasa sangat dingin dan juga basah . Meisya pun segera melepaskan jaket tebal itu. Kemudian pandangan meisya beralih ke arah wajah tampan mex yang terlihat pucat.


"Kenapa dia nekat sekali??. Apa dia tidak takut mati??.Dia berdiri di tengah salju yang sedang turun deras.Malaikat mau bisa aja datang tanpa dia panggil ".Gumam meisya sambil menggeleng kan kepala nya. Tangan meisya kembali bergerak menyentuh kening mex. " Dingin banget".Ucap meisya.


"Huuhh meisya meisya. Bagaimana bisa kau melupakan manusia yang satu ini??. Kalau dia sampai sakit bagaimana??. " Guman meisya sambil mengusap wajah nya.Meisya benar benar melupakan keberadaan mex yang sedari siang berdiri di depan kosan nya itu.


Meisya segera berjalan menuju lemari nya. Meisya mengambil sepasang kaos kaki dan juga selimut tebal. "Huhh semoga aja muat ".Guman meisya. Meisya segera memasangkan kaos nya ke kaki mex.


Meisya segera merentang kan selimut tebal itu di atas badan mex . Meisya menarik selimut tebal nya hingga menutupi sampai bagian dada mex. Meisya kembali meletakkan punggung tangan nya di atas kening mex. " Aku takut kalau daging dan darah di badan nya sudah beku ".Guman meisya. Meisya kembali menarik tangan nya.


Meisya mengambil kursi yang ada di dekat meja belajar nya. Setelah itu meisya segera duduk di samping mex. " Apa dia sudah makan?? ".Gumam meisya lagi. Meisya terus saja menatap wajah mex. Seingat meisya mex sudah dari pagi berada di sana.


" Jangan jangan dia belum makan dari pagi. Mana sekarang dia pingsan lagi. Bagaimana kalau sampai dia sakit?? ".Ucap meisya. Pertanyaan ini sedari tadi terus saja meisya ucapkan.


" Aku benar benar tidak mengerti apa tujuan nya. Kenapa dia sampai berbuat seperti ini??. Apa dia sungguh sungguh dengan ucapan nya?? ".Tanya meisya. Sedari tadi meisya hanya berguman sendiri.


" Ahhh sudah lah meisya kau tidak perlu memikirkan nya. Sekarang yang harus aku pikirkan adalah dimana aku akan tidur?? ".Guman meisya sambil menatap ranjang nya yang berukuran kecil dan hanya muat untuk satu orang saja.

__ADS_1


Dan akhirnya meisya membentang selimut tebal di atas lantai. Meisya juga memakai jaket tebal. Setelah itu meisya pun mulai merebahkan badan nya di atas selimut tebal yang terbentang di atas lantai. Tidak lupa meisya juga menutup badan nya dengan selimut tebal.


Di sisi lain..


Yoenjun agak sulit menemukan bisa yang masih bekerja saat tengah malam. Bahkan yoenjun beberapa kali Merutuki kebodohan nya. Bisa bisa nya dia meninggalkan seorang gadis begitu saja. Dan yang lebih para nya yoenjun juga menyuruh haessu untuk menunggu hingga ia kembali.


Setelah satu jam akhirnya yoenjun sampai di menara gangnam. Salju turun semakin deras. Jalanan terlihat licin. Yoenjun segera berlari menuju menara itu. Dan perlahan yoenjun mulai menaiki menara gangnam itu.


Yoenjun hanya bisa menghela nafas nya saat tidak menemukan keberadaan siapa pun di atas menara itu. Tempat itu sekarang benar benar kosong dan tidak ada siapa pun di sana. Dan akhirnya yoenjun bisa bernafas dengan lega.Yoenjun pun kembali berjalan turun dari menara itu.


Dan perlahan yoenjun berjalan menyusuri jalanan itu. "Yoenjun!! ".Panggil seseorang dari arah belakang yoenjun . Yoenjun segera membalikkan badan nya. Kedua mata yoenjun terbuka dengan lebar. " Kau!!".Yoenjun benar benar terkejut saat melihat haessu yang sedang berdiri tidak jauh dari nya.


"Yoenjun kau dari mana saja??. Aku menunggu mu sedari tadi ".Tanya haessu sambil menundukkan kepala nya. Haessu benar benar tidak bisa menatap lama ke arah yoenjun.


" Apa kau benar benar menunggu aku?? ".Tanya yoenjun sekali lagi untuk memastikan kalau haessu tidak berbohong. " Tentu saja.".Jawab haessu sambil menganggukkan kepala nya.


"Kenapa kau lama sekali??. Cuacanya sangat dingin . Ohh iya apa kau sudah menemukan meisya ??".Tanya haessu. Tatapan haessu begitu tulus. " Ya.. Ternyata dia sudah pulang duluan ".Ucap yoenujun dengan perasaan yang bersalah. " Haessu aku minta maaf ".Yoenjun menatap wajah cantik haessu. " Maaf??. Untuk apa??".Tanya haessu.


"Huhh tidak bisa kah kita mencari tempat yang teduh. Kau tau salju sekarang sedang turun dengan deras, Tapi kita malah berdiri di sini ".Ucap haessu. Haessu dan yoenjun kembali berjalan menyusuri jalanan yang sudah terlihat sepi itu.

__ADS_1


Di sepanjang perjalanan haessu hanya diam sambil menundukkan kepalanya. Begitu juga dengan yoenjun tapi sesekali yoenjun juga melihat ke arah haessu. " Apa kau tidak kedinginan?? ".Yoenjun mencoba membuka pembicaraan agar suasana tidak terlalu hening. Haessu menegakkan kepalanya. "Tentu saja.. Cuacanya sangat dingin ".Ucap haessu sambil tersenyum kaku.


" Ohh iya aku dengar kau atlet taekwondo ".Yoenjun kembali memulai pembicaraan nya ketika suasana kembali hening. " Tidak.. Aku bukan atlet. Aku hanya menyukai taekwondo tapi aku belum menjadi atlet ".Jawab haessu.


" Lalu kenapa kau ingin sekali belajar ice skating ?? ".Tanya yoenjun lagi. " Entah lah.. Aku selalu di bully dan di bilang seperti pria karena aku lebih menyukai taekwondo dan olahraga lain nya yang bisa membuat otot bertambah .. Bahkan tidak ada gadis yang mau berteman dengan ku ".Haessu menghela nafas nya.


" Jadi tujuan mu belajar ice skating agar ada gadis yang mau berteman dengan mu?? ".Yoenjun menatap serius ke arah haessu. " Ya.. Tapi juga ada alasan lain di balik itu".Ucap haessu sambil menatap kosong ke arah depan.


"Alasan lain?? ".


" Ya.. Tapi hanya aku yang mengetahui nya ".Ucap haessu tanpa menatap ke arah yoenjun . Perasaan Haessu sekarang seperti sedang terbang. Haessu begitu bahagia karena yoenujun sedari tadi terus mengajak nya bicara. Dan juga haessu sangat bahagia bisa berjalan berdua bersama yoenjun.


" Lalu dari mana kau mengenal meisya??. Kenapa kau bisa seakrab itu dengan meisya??. Dan satu lagi kenapa kau bisa bahasa Indonesia??".Sederetan pertanyaan terlontar dari mulut yoenjun.


"Aku bertemu dengan meisya di kampus. Dan entah mengapa kami bisa langsung berteman baik. Meisya itu teman terbaik yang pernah aku temukan. Dia berbeda dari para gadis lainya ".Ucap haessu sambil tersenyum saat membayangkan tingkah meisya.


" Dan untuk bahasa Indonesia aku sudah mempelajarinya dari lama".


"Apa tujuan mu mempelajari bahasa Indonesia??. Apa salah satu dari orang tua mu berasal dari Indonesia?? ".Tanya yoenujun. Yoenujun sedari tadi terus saja ingin bertanya tentang haessu. " Tidak eomma dan appa ki asli orang Korea. Aku belajar bahasa Indonesia karena aku .. "Haessu tidak melanjutkan ucapan nya. " Karena apa?? ".Perasaan penasaran yoenujun semakin memuncak.

__ADS_1


" Tidak udah di bahas lagi .. Itu rahasia ku ".Ucap haessu sambil tersenyum menatap yoenujun.


Yoenujun hanya bisa menatap datar dengan perasaan sedikit kesal ke arah haessu. Dan butiran butiran putih menjadi teman di perjalanan mereka.


__ADS_2