
Satu minggu telah berlalu semenjak kejadian itu . Hubungan meisya dan mex masih tetap jalan di tempat tidak ada perubahan sama sekali. Bahkan meisya sekarang berubah meisya lebih banyak diam. Tidak seperti biasa nya.
Hal itu membuat mex merasa ada perubahan dari meisya. Mex tidak pernah lagi mendengar meisya mengoceh dan memarahi nya.
Seperti saat ini Meisya sedang duduk di sofa dekat ruang tamu sambil menatap ke arah ponsel nya. Tiba tiba saja mex datang dan duduk di depan meisya.
Mex menatap ke arah meisya. Sudah sekitar lima menit mex duduk di depan meisya namun meisya tidak memperdulikan nya sama sekali bahkan meisya tidak melirik mex sedikit pun.
. "Kau kenapa??".Tanya mex. Sebuah pertanyaan yang sangat ingin mex tanyakan kepada meisya.
Meisya menatap sekilas ke arah mex Setelah itu meisya segera berdiri dari duduk nya.
Meisya meninggalkan mex yang sedang menatap kepergian nya.
*
*
Di sisi lain. Tepat nya di dalam sebuah kamar.
Ais dan Al sedang duduk di sofa yang ada di kamar mereka. Ais menatap lekat wajah Al seakan ingin menanyakan sesuatu.
" Sayang kalau kau mau bicara bicara
saja ".Ucap Al sambil tersenyum menatap Ais.
" Hubby boleh Ais bertanya sesuatu?? ".Ais menatap Al. Ais merasa ragu untuk bertanya.
" Tentu saja sayang. Memang nya aku pernah melarang mu untuk bertanya kepada ku?? ".Al kembali tersenyum menatap Ais.
" Hubby maaf kalau Ais lancang. Hubby Ais ingin bertanya ada hubungan apa antara mex dan juga dinda?? ".Tanya Ais sambil menundukkan kepala nya. Ais takut kalau Al marah.
" Apa kau benar benar ingin mengetahui
nya?? ".Al menatap wajah Ais. Dan Ais menjawab pertanyaan Al dengan senyuman sambil menganggukkan kepalanya.
" Baik lah aku akan memberi tahu mu".Ucap Al .
"Benarkah?? ".Ais tersenyum lebar mendengar jawaban dari Al. " Tapi ini tidak gratis dan kau harus membayarnya sayang ".Al menatap Ais dengan senyuman penuh arti. Dan hal itu membuat senyuman di wajah Ais hilang seketika.
Al pun mulai menceritakan semua nya...
Sebelum Al menikah dengan Ais. Saat itu Al masih tinggal bersama kedua orang tua nya di kediaman keluarga Wijaya. Begitu juga dengan dinda , Saat itu dinda juga masih tinggal bersama Al dan juga kedua orang tua nya .
__ADS_1
Mex juga sudah menjadi asisten Al pada saat . Namun saat itu mex belum terlalu sukses seperti saat ini.
Mama dan papa Al sering pergi pergi keluar negri untuk mengurus perusahaan Wijaya yang ada di luar negri . Sedangkan Al mengurus perusahaan Wijaya yang ada di dalam negri. Sehingga mereka tidak punya waktu untuk dinda.
Dinda merasa kesepian karena sering di tinggal. Bahkan dinda sampai terkena penyakit mag karena sering telat makan. Dinda juga sering meminta Al menemani nya. Namun Al begitu sibuk dan tidak ada waktu untuk dinda.
Dan di sini lah awal dari permasalahan nya.
Karena tidak ada waktu untuk menemani adik nya. Al meminta bantuan kepada mex untuk menemani dinda.
Dan Akhirnya dinda mulai terbiasa dengan kehadiran mex. Bahkan dinda selalu Bergantungan pada mex.Begitu juga dengan mex.Mex selalu mengikuti kemauan dinda.
Perhatian yang mex berikan kepada nya membuat dinda menyukai mex dan perasaan suka itu perlahan lahan tumbuh menjadi perasaan cinta kepada mex. Di tambah mex selalu bersikap sabar bahkan mex tidak pernah sekali pun menolak permintaan dinda berikan kepada dinda membuat dinda salah paham dan mengira kalau mex juga menyukai nya.
Karena sering bersama perasaan mex kepada dinda perlahan mulai tumbuh mex mulai menyayangi dinda. Awalnya mex hanya menganggap dinda sebagain adik.
Namun perlahan lahan mex menyadari kalau perasaan nya kepada dinda bukan perasaan sayang kepada Adik melain kan perasaan sayang terhadap seorang wanita.Namun mex sadar dengan posisinya dia hanya lah seorang asisten dan dia tidak berhak menyukai seseorang dinda yang merupakan adik dari Alif Wijaya.
Setelah dinda lulus S1 Al memutuskan untuk mengirim dinda ke London.
Dinda begitu sedih saat mendengar kalau dirinya akan di kirim oleh kakak nya ke London. Awalnya dinda menolak. Namun karena paksaan dari Al maka mau tidak mau dinda pun mengikuti kemauan kakak nya itu.
Dan sebelum dinda pergi ke London dinda selalu meminta mex untuk menemani nya.
Sampai saat nya tiba dinda akan berangkat ke London dinda terus saja berada di dekat mex . Al pun merasa heran melihat tingkah dinda. Dinda bahkan tidak menatap dirinya sama sekali.
"Jadi mex juga menyukai dinda?? ".Tanya Ais.
" Entah lah aku juga tidak mengerti dengan perasaan mex ".Jawab Al sambil menatap lekat wajah Ais.
" Terima kasih banyak hubby sekarang semua rasa penasaran Ais udah hilang ".Ucap Ais sambil tersenyum menatap Al. " Kau tidak perlu berterima kasih. Aku sudah bilang kalau aku akan meminta imbalan ".Al menatap Ais dengan senyuman penuh arti.
Sementara itu..
Setelah makan malam Meisya dan mex segera masuk ke dalam kamar. Meisya duduk di atas sofa sedangkan Mex berjalan menuju ranjang nya.
Meisya sama sekali tidak menatap bahkan melirik ke arah mex. Berbeda dengan mex . Mex sedari tadi terus menatap lekat wajah meisya berharap satu senyuman muncul di wajah meisya.
Jujur mex tidak suka dengan situasi seperti ini. Mex lebih memilih mendengar ocehan meisya dari pada melihat meisya yang hanya diam dengan wajah datar.
Tiba tiba saja meisya tersenyum menatap ponsel nya. Sebuah panggilan yang masuk ke ponsel nya.Dan panggilan itu berasal dari Reina.
Meisya segera mengangkat telpon dari Reina.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum meisya sayang ".
" Waalaikumsalam Reina bawel ".
" Para bener lo Mei. Ohh ya Mei gimana kabar lo. Gue kangen banget sama lo Mei ".
"Gue baik kok Lo kira lo Aja yang kangen sama gue. Gue juga kangen sama lo. Kangen banget malahan. Lo kapan pulang si Rein?? ".
" Nggak tau juga. Soal nya urusan papa gue belum kelar ".
" Gue kesepian banget rein . Nggak ada temen".
"Ohh ya Mei gue denger lo udah nikah ya. Gimana suami lo??. Kayak mas agus nggak??".
" Ya tapi cuma sikap dingin nya. Kalau masalah wajah nya beda jauh".
"Akhirnya doa gue terkabul. BTW Happy wedding ya Mei. Sorry gue telat ngucapin nya.
Mei di sini udah malam banget. Gue udah ngantuk.Gue tutup dulu ya telpon nya. Besok kalau ada waktu kita telponan lagi ".
" Babai meisya sayang. Assalamu'alaikum ".
" Waalaikumsalam Reina bawel ".Ucap meisya sambil tersenyum.
Meisya tidak menyadari kalau sedari tadi mex terus menatap nya. Bahkan mex juga ikut tersenyum saat melihat meisya tersenyum.
Trig.. Suara notifikasi masuk ke dalam ponsel meisya.
Meisya segera melihat notifikasi yang masuk ke ponsel nya. Ternyata pesan masuk dari Ais.
Meisya segera membuka pesan dari Ais.
" Mei ".
" Meisya sayang baca dong pesan dari gue ".
" Mei besok lo ada waktu nggak?? ".
" Kalau lo ada waktu kita ketemuan ya. Ada hal penting yang mau gue sampain".Empat pesan yang di kirim Ais.
"Ada kok tapi habis balik dari kampus sekitar jam tigaan. Hal penting apa Ai?? ".Balasan dari meisya.
" Besok bakal gue ceritain. Sekarang udah malam. Mending lo tidur. Selamat malam meisya sayang".Satu pesan lagi dari Ais.
__ADS_1
Meisya menghela nafas nya.
BANTU LIKEE YA..