
"Jadi kau sudah tidak jomblo lagi. Tapi kenapa aku tidak pernah melihat kau bersama pacar mu ".Ucap Regi dengan senyuman yang mengejek.
" Bukan pacar. Tapi lebih tepat nya suami. Karena gue udah menikah ".Meisya menatap Regi dengan tatapan yang tak kalah mengejek.
Uhukk.. Uhukk... Jawaban meisya sukses membuat Regi tersedak.
" Kau serius Mei?? ".Tanya Regi sambil menatap lekat wajah meisya. " Serius lah masak seorang meisya berani berbohong".Ucap meisya."Kau lihat ini ".Meisya menunjukkan cincin pernikahan yang melingkar di jari manis nya
"Berarti udah nggak ada lagi kesempatan buat aku Mei ".Ucap Regi sambil terus menatap lekat ke arah meisya.Meisya hanya menggelengkan kepala nya.
"Tapi kita menikah hanya karena perjodohan .Bahkan sampai sekarang hubungan kita tidak ada kemajuan".Ucap meisya dengan raut wajah yang kembali datar.
"Malang banget nasib kau Mei ".Ucap Regi sambil mengulur kan tangan nya mengusap pucuk kepala meisya.
Sementara itu seorang pria tampan yang berada di luar restoran itu mengepalkan tangan saat melihat Regi memegang kepala meisya.
" Ehh gue mau menanyakan sesuatu sama
lo . Apa lo serius suka sama gue ?? ".Tanya meisya sambil tersenyum menatap Regi. " Tadi nya sih iya. Tapi sekarang udah nggak jadi karena kau sudah jadi istri orang. Aku tidak berani lagi menyukai mu, Aku takut suami mu marah dan menghajar ku ".Ucap Regi sambil tertawa keras .
" Ya padahal kalau lo mau lo bisa menjadi cadangan buat gue ".Ucap meisya sambil menatap Regi dengan senyuman penuh arti." Cadangan???. Kau kira aku ini cowok apaan ".Kesal Regi.
" Satu lagi yang mau gue tanyain . Kenapa lo bisa suka sama gue ?? ".Meisya menatap serius ke arah Regi. " karena sikap bar bar mu ".
" Ya ampun bisa bisa nya lo suka sama gue hanya karena gue bar bar.Mengenai perkataan Gue tadi itu cuma bercanda kok ".Ucap meisya sambil tersenyum.
" Mei bisa nggak ngomong nya nggak pake lo gue. Aku kurang suka mendengar nya ".Ucap Regi sambil menatap lekat wajah meisya .Sudah hampir dua tahun Regi tidak bertemu dengan meisya. Dan yang Regi lihat sekarang Meisya bertambah cantik dan meisya terlihat semakin dewasa.
__ADS_1
" Nggak bisa gue udah terbiasa".Ucap meisya.
"Tapi gue nggak yakin si kalau rumah tangga gue bakal bertahan lama ".Meisya kembali menatap Regi dengan tatapan datar.
" Secara kita menikah hanya karena perjodohan. Dan juga ada seorang wanita yang sudah berniat mengambil suami ku. Dia selalu dekat bersama suami ku. Bisa di katakan dia perempuan yang sempurna. Dia cantik dan juga kaya. Kalau di bandingkan dengan ku ya aku jelas kalah lah... ".Ucapan meisya terpotong.
" Kau tidak boleh seperti itu Mei. Kau tidak boleh bersikap pesimis ".Ucap mex.
" Siapa juga yang pesimis. Makanya dengerin dulu Aku ngomong ".Kesal meisya .
" Ya kalau di bandingkan dengan aku ya aku memang kalah jauh. Bukan kalah cantik nya tapi kalah gatel nya. Kau kira aku bakal biarkan suami ku di rebut sama wanita seperti itu tentu saja tidak. Dan aku akan berusaha semampu ku buat mempertahan kan pernikahan ku ".Ucap meisya sambil tersenyum menatap Regi.
" Seumur umur aku belum pernah menemukan wanita yang sepede kau ".Ucap Regi sambil tertawa . " Kau tenang saja Mei aku selalu ada buat mu ".Regi tersenyum menatap meisya.
*
*
Kini Regi dan Meisya sudah di perjalanan menuju apartemen mex. " Mei ingat kalau dia menyakiti kau beri tau aku ".Ucap Regi . " Ya ".Jawab meisya singkat . Jujur sekarang meisya merasa mengantuk karena biasanya jam segini meisya sudah tidur di atas ranjang empuk.
Sekitar dua puluh menit kemudian akhirnya mereka sampai di basemen apartemen xx. Meisya segera keluar dari mobil Regi. " Makasih ya gi untuk makan malam nya ".Ucap meisya sambil tersenyum. Dan Regi membalas senyuman meisya sambil menganggukkan kepala nya.
Meisya segera masuk ke dalam apartemen itu.
Ia mulai menaiki lift. Rasanya meisya ingin merebahkan badan nya sekarang juga. Kini meisya sudah sampai di depan apartemen milik mex.
Setelah berada di dalam apartemen nya. Meisya mulai mengedarkan pandangan nya menatap sekeliling ruang tamu tapi tidak ada siapa pun di sana .
__ADS_1
Meisya perlahan lahan mulai merebahkan badan nya di atas sofa. Meisya hanya berniat untuk sekedar merebahkan badan nya sebentar. Sekitar dua menit kemudian terdengar suara dengkuran halus yang keluar dari mulut meisya. Meisya sudah tidak bisa lagi menahan rasa kantuk nya dan akhirnya meisya tertidur di atas sofa yang ada di ruang tamu.
" Apa dia sudah pulang?? ".Guman mex. Mex sedari tadi duduk di sofa yang ada di kamar nya untuk menunggu meisya pulang. Mex memutuskan untuk pulang saat melihat kejadian di mana mex melihat Aan mengusap rambut meisya. Entah kenapa Mex tidak Terima melihat kedekatan meisya dan juga Aan.
Mex dapat melihat dengan jelas bagaimana tatapan Regi kepada meisya. Regi menatap meisya dengan tatapan yang lekat. Itu artinya Regi menyukai meisya.
Mex terus saja menunggu meisya hingga sekarang jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Namun belum ada tanda tanda kepulangan meisya. Namun yang sebenarnya meisya sudah pulang sedari tadi hanya saja meisya sedang tidur di sofa ruang tamu.
" Dimana dia kenapa dia belum pulang juga ".
Mex segera berjalan keluar dari kamar nya. Mex berniat kembali ke restoran xx untuk membawa meisya pulang. Namun saat melewati ruang tamu mex mendengar suara dengkuran dan suara dengkuran itu sama persis dengan suara dengkuran Meisya. Mex segera membalikkan badan nya menghadap ke arah sofa itu.
Dan benar saja mex dapat melihat dengan jelas meisya yang sedang tertidur pulas di atas sofa itu. " Apa yang dia lakukan di sini??? ".Mex berjalan mendekat ke arah meisya.
" Kau milik ku. Aku tidak akan membiarkan pelakor merebut mu dari ku".Ucap meisya dengan mata yang masih terpejam. Mex terdiam mencerna semua ucapan meisya tadi.
Mex mulai berjongkok di depan meisya. Seperti yang mex sering lakukan. Mex mulai menatap wajah meisya dengan intens. Wajah tenang meisya saat tidur. Dan ini sudah menjadi kebiasaan mex selama meisya berada di apartemen nya.
Tiba tiba tangan mex terulur. Mex segera menyelipkan rambut yang menutupi wajah meisya. Setelah itu mex mulai mengangkat meisya dan membawanya ke dalam kamar.
Perlahan Mex meletakkan meisya ke atas ranjang nya. Mex kembali memperhatikan wajah meisya. Sebuah senyuman manis kembali muncul di wajah mex.
"Kau adalah wanita pertama yang berhasil membuat aku kesal ".Ucap mex. Mex segera menaiki ranjang di sebelah meisya. Ia mulai memejamkan kedua matanya.
LIKE KOMEN DAN VOTE..
TERIMA KASIH ππ.
__ADS_1