
Pagi harinya Meisya terbangun dari tidur nya saat merasakan sesuatu yang berat berada di pinggang nya. Meisya perlahan membuka kedua matanya. Dan hal pertama yang meisya lihat adalah wajah tampan mex yang sangat dekat dengan wajah nya.
Meisya beralih menatap ke arah pinggang nya. Dan terlihat lah tangan mex yang sedang memeluk nya dengan erat. Meisya kembali menatap wajah mex.
Meisya tiba tiba saja teringat sesuatu. "Kenapa aku bisa berada di kamar ini??. Bukan kah semalam aku tidur di atas sofa??".Batin meisya. Meisya terus saja menatap wajah tampan mex.
" Apa kau sudah puas menatap wajah tampan ku ini??. Aku tau aku tampan tapi kau tidak perlu menatap ku seperti itu".Ucap mex .Mex semakin mengeratkan pelukan nya. Mex mulai membuka kedua matanya.
"Siapa juga yang menatap mu".Meisya merasa malu saat dirinya ketauan menatap Mex diam diam. Meisya segera melepaskan pelukan mex.
" Hei lepaskan aku ".Kesal meisya. Meisya terus berusaha untuk melepaskan pelukan mex.
Setelah berhasil lepas meisya segera berlari ke dalam kamar mandi bahkan meisya sampai lupa membawa baju ganti nya. " Ya ampun meisya kau itu memalukan sekali ".Guman meisya sambil menutup mukanya dengan kedua tangan nya.
Setelah selesai meisya segera melilitkan handuk di badan nya. Meisya mencari cari baju ganti nya. Meisya teringat sesuatu. Setelah turun dari ranjang meisya hanya membawa handuk tanpa membawa baju ganti.
" Sial".Umpat meisya. Meisya perlahan membuka pintu bathroom nya . Meisya melihat ke sekeliling sekeliling kamar . Meisya tidak menemukan keberadaan mex . Dengan perlahan meisya berjalan keluar dari bathroom dengan handuk yang menutupi bagian dada hingga setengah paha nya.
"Sedang apa kau ".Ucap mex. Meisya begitu kaget saat melihat mex yang sedang duduk di pinggir ranjang sambil menatap ke arah nya.
" Hei apa yang kau lihat. Tutup mata mu sekarang juga ".Perintah meisya. Meisya segera berlari masuk ke ruang ganti. " Ya ampun nasib ku pagi ini begitu sial. Aku di timpa dua musibah yang sangat memalukan ".Guman meisya.
Dua puluh menit kemudian meisya keluar dari ruang ganti.Meisya kembali menatap sekeliling kamar untuk mencari ke berada an mex. Tapi meisya tidak melihat keberadaan mex.
__ADS_1
Meisya berjalan keluar dari kamar nya. Tujuan meisya selanjutnya adalah dapur. Kali ini meisya tidak memasak makanan untuk sarapan nya. Meisya hanya membuat sandwich untuk sarapan pagi nya.
Dua piring sandwich dan juga dua gelas susu sudah tertata rapi di atas meja makan. Meisya mulai memakan sandwich milik nya tanpa menunggu mex terlebih dahulu.
Setelah selesai meisya segera berjalan keluar dari apartemen itu . Setelah sampai di lantai dasar meisya segera berjalan menuju mobil nya.
" Kenapa tidak mau hidup ".Ucap meisya.Mobil meisya tiba tiba saja tidak mau menyala. Meisya terus mencobanya beberapa kali namun hasil nya tetap sama mobil nya tetap saja tidak mau hidup.
" Ya ampun kenapa lagi ini??? ".Meisya segera keluar dari mobil nya. Meisya juga melihat arloji nya. " Ya ampun bagaimana ini?? ".Hari ini akan ada dosen dari luar negri yang mengajar di class meisya. Dan jadwal masuk nya di mulai di pagi hari sekitar jam 07:30.Dan sekarang jam sudah menunjukkan pukul Tujuh pas.
Mex kini sedang berada di ruang makan. Mex segera memakan sandwich buatan meisya. Setelah sandwich dan susunya habis mex pun berangsur meninggalkan ruang makan itu.
Akhirnya mex sampai di lantai dasar.Ia segera menuju mobil nya. Namun tidak jauh dari mobil mex,mex melihat meisya yang sedang mondar mandir di dekat mobil nya .
" Mobil aku tidak mau hidup. Bagaimana ini??. Aku harus pergi ke kampus tepat waktu. Dan sebentar lagi aku bakal telat ".Ucap meisya dengan raut wajah panik . " Mana sama dosen luar lagi. Kalau telat bisa panjang urusan nya ".Batin meisya.
" Ohhh".Jawab mex singkat. "Hanya ohh kau tidak berniat berbaik hati pada ku??. Kau tidak membatu aku??".Ucap meisya menatap tak percaya pada manusia yang ada di depan nya.
" Tidak aku harus menjemput tuan alif jadi aku tidak bisa mengantar mu ".Jawab mex.
" Benar benar tidak punya hati. Sekarang kalau kau mau pergi pergi saja.Dasar si dingin tidak punya hati ".Kesal meisya.
" Ya sudah kalau dia tidak mau aku minta bantuan kepada Regi saja ".Ucap meisya . Meisya segera mengambil ponsel dari saku celana nya. Mex mendengar ucapan meisya.
__ADS_1
Mex mendekat ke arah meisya. Mex segera menggenggam tangan meisya dan menarik meisya menuju mobil nya. " Kau mau apa ".Ketus meisya sambil melepaskan tangan nya.
" Kau mau aku antar tidak ??".Mex Menatap datar ke arah meisya.
"Kau bilang kau mau menjemput tuan Al. Lagian aku tidak memaksa mu untuk mengantar ku aku bisa minta bantuan Regi ".Ucap meisya. Meisya segera berjalan ke arah mobil mex. " Kunci nya ".Meisya mengadah kan satu tangan nya. " Kau mau apa?? ".Tanya mex.
" Biar aku yang menyetir ".Ucap meisya . Meisya segera merebut kunci mobil dari tangan mex.
Mau tidak mau mex mengikuti ke inginkan meisya. Meisya kembali melihat ke arah arloji yang melingkar di tangan nya. " Tinggal lima belas menit lagi ".Guman meisya. " Kencangkan safety belt mu ".Ucap meisya lagi. Meisya perlahan mulai menjalan kan mobil nya.
Mex begitu kaget saat meisya tiba tiba saja melajukan mobil nya dengan kecepatan kencang di atas rata rata. " Hei kau gila ya. Kalau kau mau mati , Mati saja sendiri jangan mengajak ku ".Ucap mex. " Diam lah. Dan kau tenang saja aku sudah ahli dalam hal ini. Jadi kau tidak perlu takut mati ".Ucap meisya dengan tatapan mengejek. " Ternyata si dingin ini takut mati juga ".Batin meisya sambil tersenyum bahagia.
Sekitar sepuluh menit akhirnya meisya sampai di kampus nya. " Terima kasih suami ku sayang atas tumpangan nya".Ucap meisya sambil tersenyum menatap mex. "Kau pulang jam berapa?? ".Tanya mex.
" Kenapa ??. Apa kau mau menjemput ku ?? . Aku pulang jam tiga sore. Tapi kalau kau sibuk lebih baik tidak usah menjemput ku. Aku bisa minta bantuan pada teman ku ".Ucap meisya sambil tersenyum. Meisya segera berjalan masuk ke kampus nya.
Sementara mex perlahan lahan menjalan kan mobil nya meninggalkan kampus itu. Tujuan mex selanjutnya adalah rumah Al.
Mobil mex memasuki kompleks perumahan mewah. Mex dapat melihat Al yang sedang berdiri di depan rumah nya sambil menatap ke arah arloji nya.
LIKE KOMEN DAN VOTE..
TERIMA KASIH.
__ADS_1