
"Bangun lah mulai sekarang kau bebas memarahi ku . Kau bebas melakukan apapun pada ku!!. Asal kau bangun. Aku sangat benci melihat kondisi mu seperti ini. Kau terlihat lemah. Bagaimana kau ingin memarahi ku kalau kondisi mu seperti ini. Jadi bangun lah meisya!! ".Lirih mex lagi. Dan lagi lagi ucapan mex bagai sebuah angin yang lewat tidak ada respon sama sekali dari meisya.
" Atau kau serius dengan ucapan mu??. Apa kau benar benar tidak ingin melihat ku lagi. Kau bilang kau ingin aku menghilang dari hadapan mu??".Mex menggenggam tangan meisya dengan kedua tangan nya.
"Kau pikir aku akan melakukan nya?. Kau pikir aku akan meninggalkan mu ha ?? . Tidak tidak akan pernah.Aku tidak akan pernah meninggalkan mu."
Waktu terus berjalan tak terasa kini sudah jam sebelas malam. Rumah sakit itu mulai terlihat sepi. Mungkin orang orang sudah tidur. Namun tidak dengan mex. Mex sama sekali tidak merasa kantuk. Bahkan mex tidak berniat untuk sekedar memejamkan kedua mata nya.
Mex terus menggenggam tangan meisya. "Tangan mu dingin sekali".Lirih mex. Mex mendekat kan kursi nya. Tangan mex terukur untuk mengusap pipi meisya. " Wajah mu juga sangat pucat "...
" Kalau bisa aku ingin menggantikan mu. Aku berharap aku lah yang berada di posisi mu saat ini".Ucap mex. Sementara itu di bawah alam sadar sana. Meisya hanya bisa terdiam mendengar semua perkataan mex.
Kemudian mex merebahkan kepala nya di atas ranjang meisya tepat nya di sebelah meisya. Namun mex terus saja menggenggam tangan meisya. Perlahan rasa kantuk mulai menghampiri mex. Kedua mata mex perlahan tertutup.
*
*
Dan tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat..
__ADS_1
Tanpa terasa hari sudah pagi....
Dan dua orang yang ada di ruangan itu terlihat sangat enggan untuk sekedar membuka kedua matanya. Entah karena efek cuaca dingin atau apa. Yang jelas mereka terlihat sangat nyaman dengan posisi tidur nya masing masing.
Namun dengan perlahan mex membuka kedua matanya. Mex kemudian mengerjapkan matanya beberapa kali sampai pandangan nya benar benar jelas. Kemudian mex dengan perlahan mengangkat kepala nya.
Sampai saat ini tangan mex masih saja menggenggam tangan meisya dengan erat.
Kemudian mex kembali menatap wajah meisya.
"Apa kau tidak berniat bangun. Ini sudah pagi. Sudah waktunya kau bangun".Ucap mex.
" Kau tidak mau merespon ucapan ku?? ".Lirih nya lagi sambil menatap wajah meisya.
Saat kembali ke ruangan meisya. Tiba tiba saja di dalam ruangan meisya sudah ada dokter dengan beberapa perawat beserta seorang wanita cantik dengan rambut panjang nya yang terurai. Wanita itu terlihat sangat panik.
Mex segera berlari masuk ke dalam ruangan meisya. " Apa yang terjadi?? ".Tanya mex pada haessu. " Meisya detak jantung nya melemah "Lirih haessu. Mex segera berlari ke arah meisya. Dan benar saja di layar monitor angkanya semakin turun. Sementara itu seorang dokter cantik terus berusaha untuk mengembalikan detak jantung meisya.
Kaki mex kembali terasa lemas. Badan nya bergetar dengan hebat. Dia belum siap untuk kehilangan meisya. Ia benar benar belum siap.
__ADS_1
Lama dokter menangani meisya. Dan akhirnya dokter berhasil mengembalikan detak jantung meisya seperti semula.
Mex kembali duduk di samping meisya.Mex kembali menggenggam tangan meisya. Ia menatap lekat wajah istrinya itu .
" Aku baru saja meninggalkan mu sebentar. Tapi kau malam melakukan hal yang bisa membuat ku mati berdiri ".Lirih mex. " Bagaimana bisa kau melakukan itu??. Kau benar benar ingin meninggalkan aku sendiri?? " Lirih mex lagi.
Tiba tiba saja pintu ruangan meisya terbuka menampakkan sosok pria tampan yang berjalan masuk. Dia segera berlari menuju ke arah meisya. Dia adalah yoenjun. Yoenjun benar benar kaget saat haessu memberi tahu nya kalau meisya mengalami kecelakaan.
"Meisya ".Ucap yoenjun. Yoenjun terdiam saat melihat seorang pria tampan yang sedang duduk di samping meisya sambil menggenggam tangan meisya. Dan yoenjun belum pernah melihat nya sama sekali.
Yoenjun mengurungkan niat nya untuk mendekat ke arah meisya. Yoenjun pun berjalan mendekat ke arah Haessu. " Bagaimana kondisi meisya?? ".Tanya yoenjun.
" Belum ada perubahan. Kondisi meisya masih sama seperti semalam. Bahkan tadi detak jantung meisya sempat melemah".Lirih haessu tanpa mengalihkan pandangan nya dari meisya.
"Siapa pria itu?? ".Tanya yoenjun kepada haessu. " Aku juga tidak tau. Tapi sepertinya dia adalah pacar meisya.Aku melihat nya. Dari semalam dia terus saja menangis".Ucap haessu sambil berbisik.
Kemudian yoenjun terdiam mendengar jawaban dari haessu. Yoenjun pun kembali berjalan mendekat ke arah meisya.
Dan yoenjun dapat melihat dengan jelas meisya yang terbaring lemah dengan selang oksigen yang menempel di hidung nya.
__ADS_1
Sementara mex tidak memperdulikan keberadaan yoenjun sama sekali . "Yang sabar. Aku yakin meisya pasti kuat ".Ucap yoenjun tanpa melihat ke arah mex. Mex pun kembali menegakkan kepala nya menatap ke arah yoenjun . " Meisya pasti kuat dan dia pasti akan bangun ".Ucap yoenjun. yoenjun semakin mendekat ke arah meisya. Dan dengan perlahan yoenjun pun menggenggam tangan kiri meisya.
Mex sangat tidak suka melihat yoenjun menggenggam tangan istrinya tanpa izin.