Love Me Please Hubby

Love Me Please Hubby
S2 Ke pusat perbelanjaan


__ADS_3

"Hei kau gila ya ".Meisya menghempas tangan mex dari pinggang nya. " Kau tidak lihat jalanan sedang ramai ".Bentak meisya. Meisya benar benar tidak habis pikir dengan pria yang masih berstatus sebagai suami nya itu. Bisa bisa nya mex memeluk nya di pinggiran jalan . Bahkan sekarang jalanan sedang ramai.


" Baiklah kalau begitu. Nanti kita lanjutkan di kosan mu saja ".Ucap mex sambil menatap meisya dengan sebuah senyuman yang penuh arti. Meisya kembali berjalan tanpa memperdulikan mex. Sekarang yang meisya takutkan adalah mex yang mendengar detak jantung nya.


Bahkan sampai sekarang. Jantung meisya masih berdetak dengan kencang. Mex hanya bisa tersenyum melihat meisya yang salah tingkah.


Dan akhirnya mereka pun sampai di depan kosan meisya. " Ehh kau mau kemana?? ".Tanya meisya saat melihat mex mengikuti nya masuk ke dalam kosan itu. " Masuk ".Jawab mex.


"Hei mex tidak bisa kah kau mencari tempat penginapan. Apa kau tidak kasihan melihat ku. Kamar kosan ku ini kecil dan hanya muat satu orang ".Ucap meisya sambil menghela nafas nya.


" Tapi bagaimana aku benar benar tidak punya uang. Mau pakai apa aku menyewa penginapan??".Ucap mex. Meisya merasa sedikit iba pada mex. Meisya menghela nafas nya. "Terserah kau ".Guman meisya. Meisya segera berjalan masuk ke dalam kamar kos nya.


Meisya hanya bisa terdiam menatap kamar kosan nya itu. " Sangat menyusahkan.. Kalau dia menginap di sini dia mau tidur di mana?? ".Batin meisya sambil menghela nafas nya.


Meisya segera mengambil handuk dan baju ganti. Setelah itu meisya segera menuju kamar mandi. Meisya terlebih dahulu ingin menyegarkan badan nya.


Mex tersenyum. Kemudian mex mengeluarkan beberapa lembar uang dari saku celana nya. Kemudian mex meletakkan uang itu di laci meja belajar meisya.Setelah itu mex mulai berjalan ke arah ranjang meisya. Dan perlahan mex merebahkan badan nya di atas ranjang kecil itu.


Sekitar tiga puluh menit kemudian meisya pun keluar dari kamar mandi dengan pakaian casual nya. Kemudian meisya menatap ke arah ranjang nya. Meisya hanya bisa pasrah saat melihat mex yang sudah tertidur pulas di atas ranjang nya.


Kemudian meisya menatap ke arah jam yang melingkar di tangan nya.Hari sudah menunjukkan pukul 17:30.Meisya duduk di dekat meja belajar nya. Karena memang tidak ada lagi tempat yang bisa meisya duduk selain ranjang dan meja belajar nya. Meisya menyusun buku buku nya yang sedikit berserakan. Kemudian meisya mengumpulkan pulpen nya.


Meisya ingin meletakkan pulpen nya ke dalam laci meja itu agar tidak berserakan. Akan tetapi meisya begitu terkejut saat melihat beberapa lembar uang seratus ribu won berada di dalam laci itu. Meisya merasa kalau dia tidak pernah meletakkan uang di dalam laci itu. Apa lagi sampai sebanyak itu. "Punya siapa ni?? ".Ucap meisya. Meisya segera membalikkan badan nya. Meisya kembali menatap ke arah ranjang nya. " Jangan jangan... ".Meisya tidak menyelesaikan ucapan nya.

__ADS_1


*


*


Malam harinya...


Mex perlahan membuka kedua matanya. Mex beberapa kali mengerjapkan kedua matanya untuk menyesuaikan dengan cahaya lampu yang ada di kamar meisya.


Mex mendudukkan badan nya sambil mengedarkan pandangan nya , Mencari cari keberadaan meisya. Mex lagi lagi tersenyum saat melihat meisya yang sedang sibuk dengan buku buku di tangan nya.


Mex perlahan berdiri dari duduk nya. Mex berjalan ke arah meisya. Mex memeluk meisya dari arah belakang. Meisya benar benar terkejut saat ada tangan yang tiba tiba saja melingkar di pinggang nya.


Dan untuk kedua kalinya meisya melepaskan tangan mex dari pinggang nya dengan kasar .


Entah perasaan apa yang sedang meisya rasanya. Padahal sebelum nya meisya tidak pernah merasa seperti ini. Bahkan saat pertama kali menikah sampai meisya pergi ke seoul meisya tidak pernah merasa gugup saat berdekatan dengan mex. Tapi sekarang jantung meisya terus berdetak dengan kencang saat mex berada di dekat nya.


Mex menatap wajah lekat kedua mata meisya.


" Maaf aku tidak bermaksud melakukan nya ".Ucap mex. Meisya segera memalingkan wajah nya saat tatapan matanya bertemu dengan kedua mata mex.


Seketika suasana hening kembali menemani mereka. " Sekarang lebih baik kau mandi!!. Karena kau sudah dua hari tidak mandi ".Ucap meisya. " Tapi aku tidak punya baju ganti ".Ucap mex.


Meisya baru tersadar kalau mex datang hanya dengan pakaian di badan nya. Tanpa membawa baju ganti. " Ya sudah kau mandi saja dulu".Ucap meisya. Meisya segera berdiri dari duduk nya. Meisya memakai jaket tebal dan juga syel nya. "Kau mau kemana?? ".Tanya mex sambil menatap meisya . " Pusat perbelanjaan".Jawab meisya. Kemudian meisya memasukkan beberapa lembar yang kertas dan juga ponsel nya ke dalam saku jaket tebal yang meisya kenakan.

__ADS_1


"Ngapain?? ".Tanya mex lagi. " Ya mau belanja lah".Jawab meisya. "Kalau begitu aku ikut ".Ucap mex. "Kau diam di sini .. Aku hanya sebentar. Aku juga sekalian ingin membeli makanan untuk makan malam. Sekarang lebih baik kau pergi mandi. Aku sudah tidak tahan lagi mencium bau badan mu ".Meisya segera berjalan keluar dari kamar kosan nya.


Kali ini meisya menaiki bus karena letak pusat perbelanjaan tujuan meisya agak jauh.


*


*


Nampo underground shopping center


Ini untuk pertama kali nya meisya belanja di pusat perbelanjaan . Karena sudah beberapa bulan meisya tinggal di Seoul tapi meisya belum pernah pergi ke pusat perbelanjaan. Bukan tanpa alasan itu semua karena uang meisya hanya pas pasan untuk makan dan membayar uang kuliah nya.


Dan kali ini meisya pergi ke pusat perbelanjaan karena ingin membeli pakaian untuk mex. Meisya yakin kalau uang yang ada di dalam laci meja belajar nya itu adalah uang mex.


Meisya memilih beberapa helai pakaian casual untuk mex. Meisya juga membelikan barang barang lain nya untuk mex. Setelah merasa cukup meisya pun membayar semua belanjaan nya.


Kini meisya berjalan keluar dari pusat perbelanjaan itu dengan dua paper bag berukuran sedang di tangan nya. Meisya memutus kan untuk pulang dengan berjalan kaki. Sejujur nya meisya lebih suka melihat pemandangan kota dengan berjalan kaki dari pada menaiki bus.


Sekarang meisya sedang berada di dekat lampu merah.Jalanan terlihat agak sepi. Dan perlahan meisya mulai berjalan di atas zebra cross.. Meisya tidak menyadari kalau ada mobil yang sedang melaju dengan kecepatan kencang. Mobil itu seperti tidak terkendali kan karena jalan yang licin akibat salju yang turun.


Ciiitttt....


Brukkk..... Suara sesuatu yang terbentur dengan keras..

__ADS_1


__ADS_2